Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. Foto: Net/Ist
BALIKPAPAN - Pasokan bahan pokok (Bapok) di Kota Balikpapan masih bergantung dengan daerah lain, baik dalam maupun luar di luar Kalimantan Timur (Kaltim).
Bahkan tingkat ketergantungan bapok di Balikpapan dengan daerah lain mencapai 90 persen. Ini disampaikan Assisten II Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo.
"Lebih dari 90 persen kebutuhan bapok kita masih tergantung dengan daerah luar," kata Agus Budi Prasetyo seperti dikutif dari pusaranmedia.com.
Namun, kata dia, masyarakat tidak khawatir terhadap ancaman 'Krisis pangan' yang membayangi Kota Balikpapan.
Sebab, selain ada Tim Penggerak Inflasi Daerah (TPID), Pemkot Balikpapan juga merencanakan sebuah pelabuhan yang dapat mengatasi permasalah kebutuhan bapok tersebut.
Selain itu, ada juga strategi pasar murah, penyampaian informasi harga kebutuhan pokok, penggerak Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan belanja bijak dan lainnya.
"Itu harus kita antisipasi," ucapnya.
Untuk penanganan jangka panjang, kata dia, Wali Kota Balikpapan selalu mengharapkan ada pelabuhan sendiri yang dikelola pemerintah.
"Saat ini memang untuk hal itu perlu investasi dan lahannya harus kita cari lagi, jadi ini bagian dari penanganan jangka panjang yang sudah kita pertimbangkan," ungkapnya.
Di sisi lain, dirinya menginformasikan pada April 2023 ada panen raya yang menjamin kebutuhan beras di Kota Balikpapan.
(Sf/By)
Sumber Pusaranmedia.com
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. Foto: Net/Ist
BALIKPAPAN - Pasokan bahan pokok (Bapok) di Kota Balikpapan masih bergantung dengan daerah lain, baik dalam maupun luar di luar Kalimantan Timur (Kaltim).
Bahkan tingkat ketergantungan bapok di Balikpapan dengan daerah lain mencapai 90 persen. Ini disampaikan Assisten II Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo.
"Lebih dari 90 persen kebutuhan bapok kita masih tergantung dengan daerah luar," kata Agus Budi Prasetyo seperti dikutif dari pusaranmedia.com.
Namun, kata dia, masyarakat tidak khawatir terhadap ancaman 'Krisis pangan' yang membayangi Kota Balikpapan.
Sebab, selain ada Tim Penggerak Inflasi Daerah (TPID), Pemkot Balikpapan juga merencanakan sebuah pelabuhan yang dapat mengatasi permasalah kebutuhan bapok tersebut.
Selain itu, ada juga strategi pasar murah, penyampaian informasi harga kebutuhan pokok, penggerak Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan belanja bijak dan lainnya.
"Itu harus kita antisipasi," ucapnya.
Untuk penanganan jangka panjang, kata dia, Wali Kota Balikpapan selalu mengharapkan ada pelabuhan sendiri yang dikelola pemerintah.
"Saat ini memang untuk hal itu perlu investasi dan lahannya harus kita cari lagi, jadi ini bagian dari penanganan jangka panjang yang sudah kita pertimbangkan," ungkapnya.
Di sisi lain, dirinya menginformasikan pada April 2023 ada panen raya yang menjamin kebutuhan beras di Kota Balikpapan.
(Sf/By)
Sumber Pusaranmedia.com