Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (damkarmatan) Kukar wilayah Anggana sedang memadamkan api di MTS Miftahul Ulum. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Insiden kebakaran melanda salah satu bangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Miftahul Ulum, yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda Anggana, RT.22, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (14/10/2025) malam.
Si jago merah menghanguskan sebuah gudang dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di gedung tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan.
Koordinator Lapangan sekaligus Komandan Regu dari tim pemadam, Meiry Sulindra S, menjelaskan bahwa laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 20.30 WITA dari seorang warga bernama Kifli.
Menurut Meiry, api diduga berasal dari lantai dasar gedung sekolah yang pada saat kejadian dalam kondisi kosong.
"Asap pertama kali terlihat dari sebuah ruangan semi permanen yang difungsikan sebagai gudang sekitar pukul 20.28 WITA. Tak lama kemudian, api mulai terlihat membesar," jelas Meiry saat dikonfirmasi melalui seluler.
Menerima laporan tersebut, tim gabungan pemadam kebakaran dari berbagai instansi langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.37 WITA dan segera melakukan tindakan pemadaman untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain.
"Proses pemadaman berjalan lancar berkat koordinasi cepat antar instansi. Api berhasil kami kuasai dan padamkan sepenuhnya pada pukul 21.00 WITA," ujar Meiry.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran hingga pukul 22.00 WITA untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, Meiry menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwenang.
"Untuk penyebabnya belum dapat kami pastikan, masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.
Meskipun demikian, dugaan mengenai korsleting listrik sempat mencuat di antara warga yang berada di lokasi. Salah seorang warga menuturkan adanya tumpukan kabel di dalam gudang yang menjadi sumber api.
"Sudah pasti korsleting listrik, karena ada beberapa tumpukan kabel dalam gudang itu," celetuknya.
Akibat kebakaran ini, satu ruang gudang di lantai dasar mengalami kerusakan berat, sementara satu ruang UKS dan satu ruang kelas di lantai dua terdampak dengan kerusakan ringan. Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 4x8 meter persegi.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (damkarmatan) Kukar wilayah Anggana sedang memadamkan api di MTS Miftahul Ulum. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Insiden kebakaran melanda salah satu bangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Miftahul Ulum, yang berlokasi di Jalan Poros Samarinda Anggana, RT.22, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (14/10/2025) malam.
Si jago merah menghanguskan sebuah gudang dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di gedung tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan.
Koordinator Lapangan sekaligus Komandan Regu dari tim pemadam, Meiry Sulindra S, menjelaskan bahwa laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 20.30 WITA dari seorang warga bernama Kifli.
Menurut Meiry, api diduga berasal dari lantai dasar gedung sekolah yang pada saat kejadian dalam kondisi kosong.
"Asap pertama kali terlihat dari sebuah ruangan semi permanen yang difungsikan sebagai gudang sekitar pukul 20.28 WITA. Tak lama kemudian, api mulai terlihat membesar," jelas Meiry saat dikonfirmasi melalui seluler.
Menerima laporan tersebut, tim gabungan pemadam kebakaran dari berbagai instansi langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Tim tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.37 WITA dan segera melakukan tindakan pemadaman untuk melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan lain.
"Proses pemadaman berjalan lancar berkat koordinasi cepat antar instansi. Api berhasil kami kuasai dan padamkan sepenuhnya pada pukul 21.00 WITA," ujar Meiry.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran hingga pukul 22.00 WITA untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, Meiry menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwenang.
"Untuk penyebabnya belum dapat kami pastikan, masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.
Meskipun demikian, dugaan mengenai korsleting listrik sempat mencuat di antara warga yang berada di lokasi. Salah seorang warga menuturkan adanya tumpukan kabel di dalam gudang yang menjadi sumber api.
"Sudah pasti korsleting listrik, karena ada beberapa tumpukan kabel dalam gudang itu," celetuknya.
Akibat kebakaran ini, satu ruang gudang di lantai dasar mengalami kerusakan berat, sementara satu ruang UKS dan satu ruang kelas di lantai dua terdampak dengan kerusakan ringan. Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 4x8 meter persegi.
(Sf/Rs)