Seputar Kaltim

    Kebakaran Hebat di Samarinda Ulu, 40 Bangunan Ludes Terbakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Desember 2023 pukul 22:17 WITA

    Musibah Kebakaran di Kelurahan Sidodadi menghanguskan 40 Bangunan . (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Dr. Sutomo Gang 2 dan Gang 4 Blok B dan C RT 31, 32, 33, dan 40, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, pada Kamis sore. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 40 bangunan, termasuk rumah tunggal dan bangsalan, yang mayoritas terbuat dari kayu.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. 

    "Durasi kebakaran sekitar tiga jam. Kami mengerahkan seluruh unit pemadam yang ada di Kota Samarinda, baik dari Disdamkar, Satuan REDKAR, Satuan PMK Swasta, maupun OPD terkait," ujarnya.

    Hendra menambahkan bahwa luas area yang terbakar mencapai 70 x 90 meter. Akibat kebakaran tersebut, sekitar 40 kepala keluarga atau 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Selain itu, ada lima orang yang mengalami luka-luka dan pingsan akibat kebakaran. 

    "Satu orang luka ringan dan empat orang pingsan dan sesak nafas. Mereka sudah ditangani oleh tim medis yang terdiri dari PMI, Samarinda Siaga 112, Emergency Medical Team, dan Indonesian Escorting Ambulance," katanya.

    Hendra mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara adalah adanya korsleting listrik di salah satu bangunan. 

    "Kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Namun, dari keterangan saksi-saksi, ada yang mendengar suara ledakan sebelum api berkobar," tuturnya.

    Hendra mengakui bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas pemadam dalam menangani kebakaran tersebut. Salah satunya adalah akses ke lokasi kejadian yang sempit. 

    "Jalan masuk ke lokasi kebakaran sangat sempit, hanya cukup untuk satu mobil. Kami harus berhati-hati agar tidak menabrak bangunan atau kendaraan yang ada di sekitar," ungkapnya.

    Kendala lainnya adalah minimnya titik air di lokasi kebakaran. Hendra mengatakan bahwa petugas pemadam harus mencari sumber air dari jarak yang cukup jauh. 

    "Kami harus menggunakan mobil tangki air untuk mengisi ulang mobil pemadam. Kami juga memanfaatkan sumber air dari sumur-sumur warga yang ada di sekitar," jelasnya.

    Hendra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan kebakaran tersebut, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ia juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik. 

    "Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman," pungkasnya.

    (SF/RS)

     

    Seputar Kaltim

    Kebakaran Hebat di Samarinda Ulu, 40 Bangunan Ludes Terbakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Desember 2023 pukul 22:17 WITA

    Musibah Kebakaran di Kelurahan Sidodadi menghanguskan 40 Bangunan . (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Dr. Sutomo Gang 2 dan Gang 4 Blok B dan C RT 31, 32, 33, dan 40, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, pada Kamis sore. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 40 bangunan, termasuk rumah tunggal dan bangsalan, yang mayoritas terbuat dari kayu.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. 

    "Durasi kebakaran sekitar tiga jam. Kami mengerahkan seluruh unit pemadam yang ada di Kota Samarinda, baik dari Disdamkar, Satuan REDKAR, Satuan PMK Swasta, maupun OPD terkait," ujarnya.

    Hendra menambahkan bahwa luas area yang terbakar mencapai 70 x 90 meter. Akibat kebakaran tersebut, sekitar 40 kepala keluarga atau 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Selain itu, ada lima orang yang mengalami luka-luka dan pingsan akibat kebakaran. 

    "Satu orang luka ringan dan empat orang pingsan dan sesak nafas. Mereka sudah ditangani oleh tim medis yang terdiri dari PMI, Samarinda Siaga 112, Emergency Medical Team, dan Indonesian Escorting Ambulance," katanya.

    Hendra mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara adalah adanya korsleting listrik di salah satu bangunan. 

    "Kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. Namun, dari keterangan saksi-saksi, ada yang mendengar suara ledakan sebelum api berkobar," tuturnya.

    Hendra mengakui bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas pemadam dalam menangani kebakaran tersebut. Salah satunya adalah akses ke lokasi kejadian yang sempit. 

    "Jalan masuk ke lokasi kebakaran sangat sempit, hanya cukup untuk satu mobil. Kami harus berhati-hati agar tidak menabrak bangunan atau kendaraan yang ada di sekitar," ungkapnya.

    Kendala lainnya adalah minimnya titik air di lokasi kebakaran. Hendra mengatakan bahwa petugas pemadam harus mencari sumber air dari jarak yang cukup jauh. 

    "Kami harus menggunakan mobil tangki air untuk mengisi ulang mobil pemadam. Kami juga memanfaatkan sumber air dari sumur-sumur warga yang ada di sekitar," jelasnya.

    Hendra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan kebakaran tersebut, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ia juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik. 

    "Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman," pungkasnya.

    (SF/RS)