Seputar Kaltim

    Kebakaran Hanguskan Bangsalan 20 Pintu di Hasan Basri, 1 Mobil dan 4 Motor Ikut Terbakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    15 Agustus 2026 pukul 10:14 WITA

    Petugas Disdamkarmat dan relawan berjibaku memadamkan kebakaran di Jalan Hasan Basri Gang 2, Temindung Permai, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Kebakaran terjadi di Jalan Hasan Basri Gang 2, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Sabtu (15/8/2026) pagi.

    Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sebuah bangunan bangsalan yang memiliki sekitar 20 pintu serta satu rumah tunggal dua lantai. Dalam peristiwa tersebut, satu mobil dan empat sepeda motor turut terbakar. Namun Disdamkarmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

    Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran atau sandi 65 di lokasi tersebut pada pagi hari.

    “Yang terbakar bangunan ada dua, yang satu bangunan rumah kos-kosan banyak 20 pintu, satunya rumah tunggal lantai dua,” ujar Akhmad, Sabtu (15/8/2026).

    Menurutnya, saat petugas tiba, kondisi api sudah cukup besar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan berpotensi menjalar ke bangunan di sekitarnya.

    Penanganan kebakaran berlangsung sekitar satu jam. Disdamkarmat mengerahkan tujuh unit armada dari tiga posko untuk melakukan pemadaman. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan pemadam kebakaran di lokasi.

    Akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Gang yang sempit membuat pergerakan armada pemadam kesulitan, ditambah banyaknya warga yang datang menyaksikan kejadian.

    “Ya kendala mungkin karena gang kecil, gang sempit dan juga banyak penonton luar biasa. Tapi alhamdulillah rekan-rekan relawan juga bergabung sama damkar, bisa kita atasi,” ungkapnya.

    Akhmad menyebut dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal dan perlu dipastikan melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara itu, saksi mata bernama Tomi mengaku melihat api tiba-tiba membesar disertai kepulan asap hitam.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berlarian untuk menyelamatkan diri dan membantu mengantisipasi api agar tidak meluas.

    “Tiba-tiba api itu gede membesar. Asapnya ngepul hitam. Ya habis itu kita larian semua,” tutur Tomi.

    Menurut Tomi, sumber api diduga berasal dari bangunan bangsalan yang berada di bagian tengah kawasan tersebut. Bangunan itu terdiri dari sekitar 20 pintu dan dihuni warga yang mayoritas bekerja.

    Saat kebakaran berlangsung, warga turut berupaya melakukan pemadaman menggunakan mesin pemadam masing-masing sambil menunggu penanganan dari petugas.

    Tomi juga menyebut sempat terdengar suara ledakan saat kebakaran berlangsung. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kebakaran Hanguskan Bangsalan 20 Pintu di Hasan Basri, 1 Mobil dan 4 Motor Ikut Terbakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    15 Agustus 2026 pukul 10:14 WITA

    Petugas Disdamkarmat dan relawan berjibaku memadamkan kebakaran di Jalan Hasan Basri Gang 2, Temindung Permai, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Kebakaran terjadi di Jalan Hasan Basri Gang 2, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Sabtu (15/8/2026) pagi.

    Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap sebuah bangunan bangsalan yang memiliki sekitar 20 pintu serta satu rumah tunggal dua lantai. Dalam peristiwa tersebut, satu mobil dan empat sepeda motor turut terbakar. Namun Disdamkarmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

    Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran atau sandi 65 di lokasi tersebut pada pagi hari.

    “Yang terbakar bangunan ada dua, yang satu bangunan rumah kos-kosan banyak 20 pintu, satunya rumah tunggal lantai dua,” ujar Akhmad, Sabtu (15/8/2026).

    Menurutnya, saat petugas tiba, kondisi api sudah cukup besar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan berpotensi menjalar ke bangunan di sekitarnya.

    Penanganan kebakaran berlangsung sekitar satu jam. Disdamkarmat mengerahkan tujuh unit armada dari tiga posko untuk melakukan pemadaman. Petugas juga mendapat bantuan dari relawan pemadam kebakaran di lokasi.

    Akses menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Gang yang sempit membuat pergerakan armada pemadam kesulitan, ditambah banyaknya warga yang datang menyaksikan kejadian.

    “Ya kendala mungkin karena gang kecil, gang sempit dan juga banyak penonton luar biasa. Tapi alhamdulillah rekan-rekan relawan juga bergabung sama damkar, bisa kita atasi,” ungkapnya.

    Akhmad menyebut dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal dan perlu dipastikan melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara itu, saksi mata bernama Tomi mengaku melihat api tiba-tiba membesar disertai kepulan asap hitam.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berlarian untuk menyelamatkan diri dan membantu mengantisipasi api agar tidak meluas.

    “Tiba-tiba api itu gede membesar. Asapnya ngepul hitam. Ya habis itu kita larian semua,” tutur Tomi.

    Menurut Tomi, sumber api diduga berasal dari bangunan bangsalan yang berada di bagian tengah kawasan tersebut. Bangunan itu terdiri dari sekitar 20 pintu dan dihuni warga yang mayoritas bekerja.

    Saat kebakaran berlangsung, warga turut berupaya melakukan pemadaman menggunakan mesin pemadam masing-masing sambil menunggu penanganan dari petugas.

    Tomi juga menyebut sempat terdengar suara ledakan saat kebakaran berlangsung. Ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas.

    (Sf/Lo)