Cari disini...
Seputar Kaltim
Setelah proses pemadaman yang dilakukan oleh Disdamkar dan beberapa relawan fire resque di Jalan Anggur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebuah insiden kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Delima Dalam, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (20/8/2025) malam.
Musibah ini menghanguskan satu rumah dua pintu dan menyebabkan seorang warga mengalami sesak napas.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.10 WITA ini berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam, tepatnya pukul 23.10 WITA, berkat kerja keras tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) serta relawan Kota Samarinda.
Menurut data dari Disdamkar, api pertama kali terlihat di bagian plafon rumah.
“Penyebabnya diduga kuat adalah korsleting listrik, namun pihak kepolisian dari Polresta Samarinda masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti,” tutur Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH.
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Tim pemadam menghadapi sejumlah kendala serius, termasuk akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan mobil pemadam.
“Selain itu, sumber air yang minim di lokasi kejadian juga menjadi hambatan utama,” ujarnya.
Kendala lain yang tak kalah serius adalah kerumunan warga yang memadati lokasi. Kerumunan ini tidak hanya menghambat proses pemadaman, tetapi juga menimbulkan insiden yang merugikan.
“Saat relawan sedang berupaya memadamkan api, tiga di antaranya menjadi korban pemukulan oleh oknum warga. Insiden ini disayangkan karena menghambat tugas para relawan yang sedang berjibaku memadamkan api,” terangnya.
Akibat kebakaran ini, satu bangunan dua pintu ludes terbakar. Rumah tersebut dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total empat jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya saja, seorang warga dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Untuk memadamkan api, setidaknya 14 unit truk pemadam dari Disdamkar dan PMK Swasta diterjunkan ke lokasi, dibantu oleh 28 unit mesin portable. Berbagai unsur lain juga turut andil, termasuk PMI, PLN, Polsekta Samarinda Ulu, hingga Satpol PP.
Polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik.
Pihak kepolisian juga meminta kerja sama masyarakat agar tidak menghalangi petugas di lapangan saat ada kejadian darurat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Setelah proses pemadaman yang dilakukan oleh Disdamkar dan beberapa relawan fire resque di Jalan Anggur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebuah insiden kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Delima Dalam, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (20/8/2025) malam.
Musibah ini menghanguskan satu rumah dua pintu dan menyebabkan seorang warga mengalami sesak napas.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.10 WITA ini berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam, tepatnya pukul 23.10 WITA, berkat kerja keras tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) serta relawan Kota Samarinda.
Menurut data dari Disdamkar, api pertama kali terlihat di bagian plafon rumah.
“Penyebabnya diduga kuat adalah korsleting listrik, namun pihak kepolisian dari Polresta Samarinda masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti,” tutur Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH.
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Tim pemadam menghadapi sejumlah kendala serius, termasuk akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan mobil pemadam.
“Selain itu, sumber air yang minim di lokasi kejadian juga menjadi hambatan utama,” ujarnya.
Kendala lain yang tak kalah serius adalah kerumunan warga yang memadati lokasi. Kerumunan ini tidak hanya menghambat proses pemadaman, tetapi juga menimbulkan insiden yang merugikan.
“Saat relawan sedang berupaya memadamkan api, tiga di antaranya menjadi korban pemukulan oleh oknum warga. Insiden ini disayangkan karena menghambat tugas para relawan yang sedang berjibaku memadamkan api,” terangnya.
Akibat kebakaran ini, satu bangunan dua pintu ludes terbakar. Rumah tersebut dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total empat jiwa yang kini kehilangan tempat tinggal.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya saja, seorang warga dilaporkan mengalami sesak napas dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Untuk memadamkan api, setidaknya 14 unit truk pemadam dari Disdamkar dan PMK Swasta diterjunkan ke lokasi, dibantu oleh 28 unit mesin portable. Berbagai unsur lain juga turut andil, termasuk PMI, PLN, Polsekta Samarinda Ulu, hingga Satpol PP.
Polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik.
Pihak kepolisian juga meminta kerja sama masyarakat agar tidak menghalangi petugas di lapangan saat ada kejadian darurat.
(Sf/Rs)