Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Kebakaran di Gang 7 Wolter Monginsidi Samarinda, 12 Rumah Terdampak dan Satu Warga Luka Bakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2026 pukul 20:53 WITA

    Kobaran api disertai asap hitam membumbung tinggi dipermukiman warga di Jalan Wolter Monginsidi, Gang 7, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Kebakaran yang terjadi di Jalan Wolter Monginsidi, Gang 7, Kota Samarinda, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 15.10 WITA, berdampak pada sekitar 12 rumah dan menyebabkan satu orang mengalami luka bakar. 

    Petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan setelah berjibaku memadamkan api di kawasan permukiman padat yang berada di perbukitan dengan akses jalan sempit dan pasokan air terbatas.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan, sementara akses jalan menuju titik api sangat sempit dan ketersediaan air terbatas.

    “Di Jalan Wolter Monginsidi Gang 7 itu membakar untuk sementara sekitar 12-an rumah. Ini masih berlangsung proses pendinginan. Jadi ada korban terbakar satu orang,” ujar Hendra saat berada di lokasi kejadian.

    Menurutnya, berdasarkan informasi sementara, api diduga bermula dari rumah yang sedang ditinggal pemiliknya keluar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.

    Petugas mengerahkan empat posko pemadam kebakaran dengan masing-masing dua unit untuk menangani kejadian tersebut. 

    Upaya pemadaman juga terbantu pasokan air dari intake PDAM yang berada di bagian atas kawasan permukiman.

    “Alhamdulillah ada intake PDAM di atas, kita mendapat suplai air,” katanya.

    Ia memperkirakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit. 

    Meski demikian, petugas masih melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

    Salah seorang warga, Nari, mengatakan api awalnya terlihat dari bagian bawah permukiman, tepatnya di rumah kontrakan dua lantai. 

    Saat itu, ia berada di rumahnya yang terletak di bagian atas kawasan tersebut.

    Awalnya, Nari hanya melihat asap. Namun, ketika turun untuk memastikan kondisi di bawah, api sudah membesar dan sulit dikendalikan hingga merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

    “Tadinya lihat asap sih, cuma asap saja. Saya turun, ngelihatin, ternyata di bawah sudah penuh api, sudah enggak mampu saya,” tuturnya.

    Ia mengaku sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. 

    Dalam upaya tersebut, ia bahkan memecahkan kaca hingga mengalami luka bakar di bagian kepala.

    “Sudah berupaya saya, ini sampai saya memecahkan kaca, saya terbakar ini, kepala,” ungkapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kebakaran di Gang 7 Wolter Monginsidi Samarinda, 12 Rumah Terdampak dan Satu Warga Luka Bakar

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2026 pukul 20:53 WITA

    Kobaran api disertai asap hitam membumbung tinggi dipermukiman warga di Jalan Wolter Monginsidi, Gang 7, Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Kebakaran yang terjadi di Jalan Wolter Monginsidi, Gang 7, Kota Samarinda, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 15.10 WITA, berdampak pada sekitar 12 rumah dan menyebabkan satu orang mengalami luka bakar. 

    Petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan setelah berjibaku memadamkan api di kawasan permukiman padat yang berada di perbukitan dengan akses jalan sempit dan pasokan air terbatas.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan, sementara akses jalan menuju titik api sangat sempit dan ketersediaan air terbatas.

    “Di Jalan Wolter Monginsidi Gang 7 itu membakar untuk sementara sekitar 12-an rumah. Ini masih berlangsung proses pendinginan. Jadi ada korban terbakar satu orang,” ujar Hendra saat berada di lokasi kejadian.

    Menurutnya, berdasarkan informasi sementara, api diduga bermula dari rumah yang sedang ditinggal pemiliknya keluar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.

    Petugas mengerahkan empat posko pemadam kebakaran dengan masing-masing dua unit untuk menangani kejadian tersebut. 

    Upaya pemadaman juga terbantu pasokan air dari intake PDAM yang berada di bagian atas kawasan permukiman.

    “Alhamdulillah ada intake PDAM di atas, kita mendapat suplai air,” katanya.

    Ia memperkirakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit. 

    Meski demikian, petugas masih melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

    Salah seorang warga, Nari, mengatakan api awalnya terlihat dari bagian bawah permukiman, tepatnya di rumah kontrakan dua lantai. 

    Saat itu, ia berada di rumahnya yang terletak di bagian atas kawasan tersebut.

    Awalnya, Nari hanya melihat asap. Namun, ketika turun untuk memastikan kondisi di bawah, api sudah membesar dan sulit dikendalikan hingga merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

    “Tadinya lihat asap sih, cuma asap saja. Saya turun, ngelihatin, ternyata di bawah sudah penuh api, sudah enggak mampu saya,” tuturnya.

    Ia mengaku sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. 

    Dalam upaya tersebut, ia bahkan memecahkan kaca hingga mengalami luka bakar di bagian kepala.

    “Sudah berupaya saya, ini sampai saya memecahkan kaca, saya terbakar ini, kepala,” ungkapnya.

    (Sf/Rs)