Kebakaran 3 Rumah di Bengalon Kutim, Diduga Korsleting Listrik, Kerugian Rp200 Juta

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    19 April 2026 02:02 WIB

    Kondisi tiga rumah warga yang hangus terbakar di Jalan M. Yusuf, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com

    Sangatta - Tiga rumah di Jalan M. Yusuf RT 004, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), terbakar pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 14.15 Wita. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

    Api pertama kali diketahui muncul dari bagian lantai dua salah satu rumah warga dan dengan cepat membesar. Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sambil menghubungi pemilik rumah dan petugas pemadam kebakaran.

    Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengatakan api cepat merambat karena sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

    “Warga bersama petugas sempat melakukan upaya pemadaman awal sebelum tim pemadam tiba di lokasi,” ujar AKP Asriadi.

    Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Bengalon mengerahkan empat unit armada ke lokasi kejadian. Mereka juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam dari pihak perusahaan setempat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita.

    Tiga rumah yang terbakar diketahui milik Muhayyang (59), Mukransyah (55), dan Fitriani (33), yang merupakan warga Desa Sepaso.

    Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari lantai dua salah satu rumah. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.

    "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelasnya.

    Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.

    “Kami mengingatkan agar warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kejadian serupa,” tutupnya.

    (Sf/RS)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kebakaran 3 Rumah di Bengalon Kutim, Diduga Korsleting Listrik, Kerugian Rp200 Juta

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    19 April 2026 02:02 WIB

    Kondisi tiga rumah warga yang hangus terbakar di Jalan M. Yusuf, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com

    Sangatta - Tiga rumah di Jalan M. Yusuf RT 004, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), terbakar pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 14.15 Wita. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

    Api pertama kali diketahui muncul dari bagian lantai dua salah satu rumah warga dan dengan cepat membesar. Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sambil menghubungi pemilik rumah dan petugas pemadam kebakaran.

    Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengatakan api cepat merambat karena sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu. Kondisi tersebut membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

    “Warga bersama petugas sempat melakukan upaya pemadaman awal sebelum tim pemadam tiba di lokasi,” ujar AKP Asriadi.

    Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Bengalon mengerahkan empat unit armada ke lokasi kejadian. Mereka juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam dari pihak perusahaan setempat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita.

    Tiga rumah yang terbakar diketahui milik Muhayyang (59), Mukransyah (55), dan Fitriani (33), yang merupakan warga Desa Sepaso.

    Polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari lantai dua salah satu rumah. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.

    "Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelasnya.

    Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.

    “Kami mengingatkan agar warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kejadian serupa,” tutupnya.

    (Sf/RS)