Seputar Kaltim

    Kaya Lahan, Miskin Peternak? Bupati Kutim Soroti Minimnya Pelaku Pertanian dan Peternakan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 22:25 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan pada talkshow di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menilai tantangan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerah bukan terletak pada ketersediaan lahan, melainkan masih minimnya pelaku yang terjun langsung mengelola sektor tersebut. 

    Menurutnya, Kutim memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

    “Kutim ini enggak bisa kita hitung lahannya yang tersedia. Persoalannya sekarang pelakunya mana,” ujar Ardiansyah saat menghadiri Talkshow Peternakan: Kaya Lahan, Miskin Peternak? yang digagas mahasiswa Program Studi Peternakan STIPER Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (2/6/2026).

    Ia menyebut peluang pengembangan sektor tersebut sebenarnya sudah terlihat. Sejumlah petani hortikultura di Kutim bahkan telah mampu memasarkan hasil produksinya ke daerah lain.

    “Meskipun sampai saat ini banyak petani kita yang sudah hortikultura mengirim beberapa produknya ke Berau dan Samarinda. Artinya kita punya kesempatan dan memang betul kesempatan itu ada,” katanya.

    Karena itu, Ardiansyah mendorong generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

    Ia menilai berbagai konsep dan gagasan yang dimiliki harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Jangan banyak konsep, memang banyak konsep itu bagus. Tetapi apa yang harus kita lakukan. Kalau kita mengelola ini dengan usaha sendiri juga untuk ekonomi keluarga, ekonomi kerakyatan dan sebagainya,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang dimiliki, termasuk di lingkungan rumah. Ardiansyah mencontohkan pengalamannya memanfaatkan pekarangan untuk kolam terpal, menanam sayuran dan cabai, serta memelihara unggas.

    Ia berharap STIPER Kutim dapat menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan daerah melalui pendampingan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pertanian dan peternakan.

    Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat mendorong lahirnya lebih banyak petani dan peternak di Kutim.

    “Saya yakin nanti akan muncul petani-petani kita di lapangan, peternak kita di lapangan yang akan berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kutim,” pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Kaya Lahan, Miskin Peternak? Bupati Kutim Soroti Minimnya Pelaku Pertanian dan Peternakan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 22:25 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan pada talkshow di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menilai tantangan pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerah bukan terletak pada ketersediaan lahan, melainkan masih minimnya pelaku yang terjun langsung mengelola sektor tersebut. 

    Menurutnya, Kutim memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

    “Kutim ini enggak bisa kita hitung lahannya yang tersedia. Persoalannya sekarang pelakunya mana,” ujar Ardiansyah saat menghadiri Talkshow Peternakan: Kaya Lahan, Miskin Peternak? yang digagas mahasiswa Program Studi Peternakan STIPER Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (2/6/2026).

    Ia menyebut peluang pengembangan sektor tersebut sebenarnya sudah terlihat. Sejumlah petani hortikultura di Kutim bahkan telah mampu memasarkan hasil produksinya ke daerah lain.

    “Meskipun sampai saat ini banyak petani kita yang sudah hortikultura mengirim beberapa produknya ke Berau dan Samarinda. Artinya kita punya kesempatan dan memang betul kesempatan itu ada,” katanya.

    Karena itu, Ardiansyah mendorong generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk terlibat langsung dalam sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

    Ia menilai berbagai konsep dan gagasan yang dimiliki harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Jangan banyak konsep, memang banyak konsep itu bagus. Tetapi apa yang harus kita lakukan. Kalau kita mengelola ini dengan usaha sendiri juga untuk ekonomi keluarga, ekonomi kerakyatan dan sebagainya,” tegasnya.

    Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang dimiliki, termasuk di lingkungan rumah. Ardiansyah mencontohkan pengalamannya memanfaatkan pekarangan untuk kolam terpal, menanam sayuran dan cabai, serta memelihara unggas.

    Ia berharap STIPER Kutim dapat menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan daerah melalui pendampingan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pertanian dan peternakan.

    Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat mendorong lahirnya lebih banyak petani dan peternak di Kutim.

    “Saya yakin nanti akan muncul petani-petani kita di lapangan, peternak kita di lapangan yang akan berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kutim,” pungkasnya.

    (Sf/RS)