Cari disini...
Seputar Kaltim
Rekaman amatir warga yang memperlihatkan sejumlah masyarakat adat Dayak saat turun ke jalan (Dok: warga setempat)
Tenggarong - Puluhan Masyarakat Adat Dayak kompak turun ke jalan di Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meminta kejelasan hukum terkait insiden yang diduga sebabkan kematian seorang pria berusia sekitar 30 tahun yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) malam lalu.
Aksi tersebut digelar pada Sabtu (8/8/2026) siang dengan mendatangi Kantor Polsek Tabang untuk menuntut agar kasus tersebut dapat segera diproses secara hukum.
Camat Tabang, Riyandi Elvandar mengatakan kematian pria tersebut awalnya sempat diduga akibat kecelakaan saat berkendara.
Namun setelah polisi mengeluarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), muncul dugaan penyebab meninggal dunia akibat diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda di wilayah tersebut.
Munculnya dugaan itu mendorong masyarakat adat Dayak untuk meminta kejelasan dan kepastian hukum atas kasus tersebut.
“Jadi beberapa waktu lalu terjadi insiden yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Setelah ditelusuri, dalam insiden itu ada dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Riyandi.
Dari hasil olah TKP tersebut, mencuat sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.
Masyarakat adat Dayak lantas mendatangi sebuah warung makan yang diduga menjadi tempat nongkrong para terduga pelaku.
Namun saat didatangi, masyarakat adat Dayak tidak menemukan keberadaan terduga pelaku, sehingga mereka pun membakar tempat tersebut.
“Sempat terjadi pembakaran sebuah warung makan yang diduga menjadi tempat nongkrongnya sejumlah pemuda,” terangnya.
Kini massa telah membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi kepada Polsek Tabang untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
“Jadi apabila pihak Polsek Tabang tidak mengumumkan nama-nama pelaku dalam dua hari ke depan, maka massa akan kembali turun ke jalan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rekaman amatir warga yang memperlihatkan sejumlah masyarakat adat Dayak saat turun ke jalan (Dok: warga setempat)
Tenggarong - Puluhan Masyarakat Adat Dayak kompak turun ke jalan di Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meminta kejelasan hukum terkait insiden yang diduga sebabkan kematian seorang pria berusia sekitar 30 tahun yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) malam lalu.
Aksi tersebut digelar pada Sabtu (8/8/2026) siang dengan mendatangi Kantor Polsek Tabang untuk menuntut agar kasus tersebut dapat segera diproses secara hukum.
Camat Tabang, Riyandi Elvandar mengatakan kematian pria tersebut awalnya sempat diduga akibat kecelakaan saat berkendara.
Namun setelah polisi mengeluarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), muncul dugaan penyebab meninggal dunia akibat diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda di wilayah tersebut.
Munculnya dugaan itu mendorong masyarakat adat Dayak untuk meminta kejelasan dan kepastian hukum atas kasus tersebut.
“Jadi beberapa waktu lalu terjadi insiden yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Setelah ditelusuri, dalam insiden itu ada dugaan pengeroyokan oleh sejumlah orang hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Riyandi.
Dari hasil olah TKP tersebut, mencuat sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.
Masyarakat adat Dayak lantas mendatangi sebuah warung makan yang diduga menjadi tempat nongkrong para terduga pelaku.
Namun saat didatangi, masyarakat adat Dayak tidak menemukan keberadaan terduga pelaku, sehingga mereka pun membakar tempat tersebut.
“Sempat terjadi pembakaran sebuah warung makan yang diduga menjadi tempat nongkrongnya sejumlah pemuda,” terangnya.
Kini massa telah membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi kepada Polsek Tabang untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
“Jadi apabila pihak Polsek Tabang tidak mengumumkan nama-nama pelaku dalam dua hari ke depan, maka massa akan kembali turun ke jalan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)