Seputar Kaltim

    Kata Wawali Balikpapan, Warga Adalah Garda Terdepan Jaga Pesisir dari Ancaman Sampah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya menjaga laut dan pesisir Balikpapan agar tetap bersih kini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mengendalikan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan lingkungan sekitar.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, bahwa sebagian besar sampah yang mencemari pesisir berasal dari daratan. Sampah-sampah itu terbawa aliran air menuju pantai hingga menumpuk di sekitar kawasan mangrove.

    “Kalau ingin pesisir bersih, pengelolaannya harus dimulai dari rumah, RT, dan kelurahan,” ujar Bagus kepada awak media, Kamis (6/11/2025).

    Bagus menilai, Balikpapan sebenarnya sudah memiliki dasar hukum yang kuat dalam pengelolaan sampah, mulai dari Peraturan Daerah (Perda) hingga Peraturan Wali Kota (Perwali). Tantangannya kini adalah penerapan dan kesadaran masyarakat untuk benar-benar disiplin mengelola sampah.

    “Menjaga lingkungan itu tidak bisa dilakukan sesaat. Harus terus diawasi, disosialisasikan, dan dibiasakan agar menjadi budaya hidup bersih,” ujarnya.

    Ia pun mengajak warga untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Selain membantu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), langkah ini juga bisa memberikan nilai ekonomi.

    “Sampah plastik bisa dijual atau didaur ulang, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos,” jelasnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan saat ini terus mendorong kolaborasi lintas sektor melibatkan sekolah, komunitas lingkungan, dan pelaku usaha untuk memperkuat gerakan kota hijau yang berkelanjutan.

    “Kalau semua pihak bergerak bersama, kami tidak hanya membersihkan kota, tetapi juga menjaga ekosistem mangrove dan pesisir yang menjadi kebanggaan Balikpapan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kata Wawali Balikpapan, Warga Adalah Garda Terdepan Jaga Pesisir dari Ancaman Sampah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya menjaga laut dan pesisir Balikpapan agar tetap bersih kini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mengendalikan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan lingkungan sekitar.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, bahwa sebagian besar sampah yang mencemari pesisir berasal dari daratan. Sampah-sampah itu terbawa aliran air menuju pantai hingga menumpuk di sekitar kawasan mangrove.

    “Kalau ingin pesisir bersih, pengelolaannya harus dimulai dari rumah, RT, dan kelurahan,” ujar Bagus kepada awak media, Kamis (6/11/2025).

    Bagus menilai, Balikpapan sebenarnya sudah memiliki dasar hukum yang kuat dalam pengelolaan sampah, mulai dari Peraturan Daerah (Perda) hingga Peraturan Wali Kota (Perwali). Tantangannya kini adalah penerapan dan kesadaran masyarakat untuk benar-benar disiplin mengelola sampah.

    “Menjaga lingkungan itu tidak bisa dilakukan sesaat. Harus terus diawasi, disosialisasikan, dan dibiasakan agar menjadi budaya hidup bersih,” ujarnya.

    Ia pun mengajak warga untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Selain membantu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), langkah ini juga bisa memberikan nilai ekonomi.

    “Sampah plastik bisa dijual atau didaur ulang, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos,” jelasnya.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan saat ini terus mendorong kolaborasi lintas sektor melibatkan sekolah, komunitas lingkungan, dan pelaku usaha untuk memperkuat gerakan kota hijau yang berkelanjutan.

    “Kalau semua pihak bergerak bersama, kami tidak hanya membersihkan kota, tetapi juga menjaga ekosistem mangrove dan pesisir yang menjadi kebanggaan Balikpapan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)