Cari disini...
Seputar Kaltim
Keramahtamahan warga saat penyambutan di festival Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Selain dikenal memiliki destinasi wisata alam dan kekayaan budaya yang beragam, Kabupaten Berau juga dinilai memiliki modal sosial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, yakni keramahan masyarakatnya. Nilai tersebut diharapkan terus dipertahankan sebagai identitas daerah seiring upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan Berau memiliki potensi besar melalui berbagai festival budaya seperti Bekudung Betiung, Abutta Banua, hingga tradisi adat lainnya yang rutin digelar. Menurutnya, agenda budaya tersebut perlu dijaga konsistensinya agar mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat peluang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
"Kita sangat berharap kegiatan dalam rangka merayakan, memperkenalkan, sekaligus melestarikan kekayaan adat istiadat di Kabupaten Berau ini dapat terus dijaga dan dipelihara," kata Gamalis.
Dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan Kesultanan Sambaliung menjadi warisan sejarah yang harus terus dijaga. Ia mengatakan tidak banyak daerah di Kalimantan Timur yang masih memiliki jejak kerajaan dan kesultanan yang tetap hidup hingga saat ini. Karena itu, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Berau.
Keramahtamahan warga saat penyambutan di festival Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
"Saya kira sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab seluruh warga masyarakat Kabupaten Berau untuk dapat menjaga, merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya tidak hanya di Kabupaten Berau, di Provinsi Kalimantan Timur bahkan di mancanegara," ujarnya.
Menurutnya, kekayaan budaya tersebut didukung oleh potensi pariwisata yang lengkap. Kabupaten Berau memiliki tiga kluster wisata, yakni kawasan hulu, kawasan tengah, serta laut dan kepulauan. Namun, pengembangan sektor ini tetap harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keramahan masyarakat Berau menjadi nilai yang selama ini selalu dikenang oleh para pendatang. Bahkan, banyak pekerja dari luar daerah yang merasa berat meninggalkan Berau karena telah merasakan kehangatan masyarakat selama tinggal dan bekerja di Bumi Batiwakkal.
"Terkait dengan keramahtamahan dan kepedulian, saya kira Kabupaten Berau jangan lagi dipertanyakan. Sejak dulu kita memiliki satu hal yang hampir tidak banyak orang miliki, yaitu keramahtamahannya," ungkapnya.
Gamalis menyebut, kesan mendalam tersebut terlihat dari berbagai unggahan di media sosial ketika para pekerja luar daerah harus kembali ke kampung halaman akibat pengurangan tenaga kerja.
"Bagaimana mereka merasa sedih, saya lihat di media sosial mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Kabupaten Berau dan masyarakatnya yang selama ini telah menjaga mereka. Ini adalah satu bagian yang tidak bisa hilang dari masyarakat Berau, dan mudah-mudahan nilai keramahan ini tetap dapat terus kita jaga," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Keramahtamahan warga saat penyambutan di festival Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Selain dikenal memiliki destinasi wisata alam dan kekayaan budaya yang beragam, Kabupaten Berau juga dinilai memiliki modal sosial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, yakni keramahan masyarakatnya. Nilai tersebut diharapkan terus dipertahankan sebagai identitas daerah seiring upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan Berau memiliki potensi besar melalui berbagai festival budaya seperti Bekudung Betiung, Abutta Banua, hingga tradisi adat lainnya yang rutin digelar. Menurutnya, agenda budaya tersebut perlu dijaga konsistensinya agar mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat peluang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
"Kita sangat berharap kegiatan dalam rangka merayakan, memperkenalkan, sekaligus melestarikan kekayaan adat istiadat di Kabupaten Berau ini dapat terus dijaga dan dipelihara," kata Gamalis.
Dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan Kesultanan Sambaliung menjadi warisan sejarah yang harus terus dijaga. Ia mengatakan tidak banyak daerah di Kalimantan Timur yang masih memiliki jejak kerajaan dan kesultanan yang tetap hidup hingga saat ini. Karena itu, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Berau.
Keramahtamahan warga saat penyambutan di festival Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
"Saya kira sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab seluruh warga masyarakat Kabupaten Berau untuk dapat menjaga, merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya tidak hanya di Kabupaten Berau, di Provinsi Kalimantan Timur bahkan di mancanegara," ujarnya.
Menurutnya, kekayaan budaya tersebut didukung oleh potensi pariwisata yang lengkap. Kabupaten Berau memiliki tiga kluster wisata, yakni kawasan hulu, kawasan tengah, serta laut dan kepulauan. Namun, pengembangan sektor ini tetap harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keramahan masyarakat Berau menjadi nilai yang selama ini selalu dikenang oleh para pendatang. Bahkan, banyak pekerja dari luar daerah yang merasa berat meninggalkan Berau karena telah merasakan kehangatan masyarakat selama tinggal dan bekerja di Bumi Batiwakkal.
"Terkait dengan keramahtamahan dan kepedulian, saya kira Kabupaten Berau jangan lagi dipertanyakan. Sejak dulu kita memiliki satu hal yang hampir tidak banyak orang miliki, yaitu keramahtamahannya," ungkapnya.
Gamalis menyebut, kesan mendalam tersebut terlihat dari berbagai unggahan di media sosial ketika para pekerja luar daerah harus kembali ke kampung halaman akibat pengurangan tenaga kerja.
"Bagaimana mereka merasa sedih, saya lihat di media sosial mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Kabupaten Berau dan masyarakatnya yang selama ini telah menjaga mereka. Ini adalah satu bagian yang tidak bisa hilang dari masyarakat Berau, dan mudah-mudahan nilai keramahan ini tetap dapat terus kita jaga," pungkasnya.
(Sf/Rs)