Seputar Kaltim

    Kasus Suspek Campak di Bontang Capai 169, Didominasi Anak Tanpa Imunisasi Lengkap

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 14:36 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Kasus suspek campak atau morbili di Kota Bontang menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat, hingga saat ini terdapat 169 kasus suspek, meski belum ditemukan kasus positif terkonfirmasi.

    Dari jumlah tersebut, mayoritas penderita merupakan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Berdasarkan data Dinkes, sebanyak 88,17 persen kasus suspek terjadi pada kelompok tersebut.

    Wali Kota Bontang, Neni Moernieni, mengatakan tingginya angka suspek campak menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, kondisi ini menandakan masih banyak anak yang berada dalam risiko tinggi terserang penyakit menular berbahaya.

    “Ini menunjukkan masih ada anak-anak yang rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Campak dapat mengancam kesehatan bahkan keselamatan jiwa jika tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit, termasuk campak.

    Sebagai upaya pengendalian, Pemerintah Kota Bontang menggelar program imunisasi campak secara serentak yang dijadwalkan berlangsung selama April hingga Mei 2026.

    Neni pun mengimbau seluruh orang tua untuk membawa anak-anak mereka mengikuti program tersebut guna menekan risiko penyebaran campak di wilayah Bontang.

    “Partisipasi orang tua sangat penting agar anak-anak kita terlindungi dan kasus ini tidak terus meningkat,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kasus Suspek Campak di Bontang Capai 169, Didominasi Anak Tanpa Imunisasi Lengkap

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2026 pukul 14:36 WITA

    Ilustrasi. (Freepik)

    Bontang - Kasus suspek campak atau morbili di Kota Bontang menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat, hingga saat ini terdapat 169 kasus suspek, meski belum ditemukan kasus positif terkonfirmasi.

    Dari jumlah tersebut, mayoritas penderita merupakan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Berdasarkan data Dinkes, sebanyak 88,17 persen kasus suspek terjadi pada kelompok tersebut.

    Wali Kota Bontang, Neni Moernieni, mengatakan tingginya angka suspek campak menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, kondisi ini menandakan masih banyak anak yang berada dalam risiko tinggi terserang penyakit menular berbahaya.

    “Ini menunjukkan masih ada anak-anak yang rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Campak dapat mengancam kesehatan bahkan keselamatan jiwa jika tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit, termasuk campak.

    Sebagai upaya pengendalian, Pemerintah Kota Bontang menggelar program imunisasi campak secara serentak yang dijadwalkan berlangsung selama April hingga Mei 2026.

    Neni pun mengimbau seluruh orang tua untuk membawa anak-anak mereka mengikuti program tersebut guna menekan risiko penyebaran campak di wilayah Bontang.

    “Partisipasi orang tua sangat penting agar anak-anak kita terlindungi dan kasus ini tidak terus meningkat,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)