Kasus Pria Tewas Usai Dugaan Curi Mangga di Bontang Makin Memanas

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    13 Mei 2026 12:13 WIB

    Rekaman kericuhan yang terjadi di lokasi meninggalnya pemuda yang diduga mencuri mangga di Bontang. (Foto: Istimewa)

    Bontang - Kasus kematian pria berinisial Ri usai dugaan pencurian mangga di Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, terus berkembang dan memicu ketegangan antarwarga. 

    Tidak hanya menyisakan duka, insiden tersebut kini menyeret dua laporan polisi sekaligus setelah keluarga korban mendatangi rumah pemilik pohon mangga dan terjadi kericuhan.

    Aksi keluarga korban yang berlangsung pada 8 Mei 2026 disebut dipicu dugaan adanya tindak kekerasan sebelum Ri meninggal dunia. Emosi keluarga memuncak usai mendengar cerita dari seseorang yang mengaku mengetahui kejadian sebenarnya.

    Rombongan keluarga korban kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan aksi penebangan pohon mangga yang diduga menjadi lokasi awal insiden. Situasi sempat memanas lantaran terjadi ketegangan dengan warga sekitar, hingga aparat kepolisian turun tangan untuk mencegah bentrokan lebih besar.

    Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kanit Pidum Satreskrim, Ipda Markus Sihotang mengatakan pihak kepolisian masih mendalami informasi yang beredar, termasuk dugaan penganiayaan terhadap korban sebelum meninggal dunia.

    “Awalnya keluarga korban mendapatkan cerita kalau korban bukan murni jatuh dari pohon. Informasi itu yang kemudian memicu kemarahan keluarga hingga mendatangi lokasi kejadian,” ujar Markus.

    Namun, polisi menemukan adanya perbedaan keterangan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa. Karena itu, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi sebenarnya.

    “Keterangan beberapa saksi yang kami periksa ternyata tidak seluruhnya sama dengan informasi awal yang beredar. Jadi semuanya masih kami dalami, termasuk hasil medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” lanjutnya.

    Dalam perkembangan penyelidikan, polisi kini menangani dua laporan berbeda. Laporan pertama berasal dari keluarga Ri terkait dugaan pengeroyokan, sedangkan laporan kedua dilayangkan pemilik rumah yang mengaku menjadi korban perusakan dan penganiayaan saat kericuhan terjadi.

    Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian sebagai bahan penyelidikan.

    “Semua laporan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Saat ini pemeriksaan saksi masih berjalan,” katanya.

    Polisi juga telah memeriksa tenaga medis dari RSUD Taman Husada dan RS Amalia untuk memastikan penyebab kematian korban. Hingga kini, sedikitnya empat orang telah dimintai keterangan, meski statusnya masih sebatas saksi.

    “Empat orang sudah kami periksa, namun semuanya masih saksi dan bukan rekan korban,” jelas Markus.

    Sebelumnya, Ri yang merupakan warga Berbas Pantai dilaporkan meninggal dunia 6 Mei setelah diduga terjatuh dari pohon mangga di kawasan Jalan KS Tubun Gang Bersama 7. Korban mengalami luka berat di bagian kepala usai disebut membentur pagar beton.

    Belakangan, muncul dugaan lain terkait penyebab kematian korban yang kemudian memicu kemarahan pihak keluarga, hingga berujung aksi penyerangan dan perusakan di lokasi kejadian.

    Polisi mengimbau seluruh pihak untuk tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum.

    “Kami harap semua pihak bisa menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif sampai proses penyelidikan selesai,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kasus Pria Tewas Usai Dugaan Curi Mangga di Bontang Makin Memanas

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    13 Mei 2026 12:13 WIB

    Rekaman kericuhan yang terjadi di lokasi meninggalnya pemuda yang diduga mencuri mangga di Bontang. (Foto: Istimewa)

    Bontang - Kasus kematian pria berinisial Ri usai dugaan pencurian mangga di Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, terus berkembang dan memicu ketegangan antarwarga. 

    Tidak hanya menyisakan duka, insiden tersebut kini menyeret dua laporan polisi sekaligus setelah keluarga korban mendatangi rumah pemilik pohon mangga dan terjadi kericuhan.

    Aksi keluarga korban yang berlangsung pada 8 Mei 2026 disebut dipicu dugaan adanya tindak kekerasan sebelum Ri meninggal dunia. Emosi keluarga memuncak usai mendengar cerita dari seseorang yang mengaku mengetahui kejadian sebenarnya.

    Rombongan keluarga korban kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan aksi penebangan pohon mangga yang diduga menjadi lokasi awal insiden. Situasi sempat memanas lantaran terjadi ketegangan dengan warga sekitar, hingga aparat kepolisian turun tangan untuk mencegah bentrokan lebih besar.

    Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kanit Pidum Satreskrim, Ipda Markus Sihotang mengatakan pihak kepolisian masih mendalami informasi yang beredar, termasuk dugaan penganiayaan terhadap korban sebelum meninggal dunia.

    “Awalnya keluarga korban mendapatkan cerita kalau korban bukan murni jatuh dari pohon. Informasi itu yang kemudian memicu kemarahan keluarga hingga mendatangi lokasi kejadian,” ujar Markus.

    Namun, polisi menemukan adanya perbedaan keterangan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa. Karena itu, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi sebenarnya.

    “Keterangan beberapa saksi yang kami periksa ternyata tidak seluruhnya sama dengan informasi awal yang beredar. Jadi semuanya masih kami dalami, termasuk hasil medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” lanjutnya.

    Dalam perkembangan penyelidikan, polisi kini menangani dua laporan berbeda. Laporan pertama berasal dari keluarga Ri terkait dugaan pengeroyokan, sedangkan laporan kedua dilayangkan pemilik rumah yang mengaku menjadi korban perusakan dan penganiayaan saat kericuhan terjadi.

    Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian sebagai bahan penyelidikan.

    “Semua laporan kami proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Saat ini pemeriksaan saksi masih berjalan,” katanya.

    Polisi juga telah memeriksa tenaga medis dari RSUD Taman Husada dan RS Amalia untuk memastikan penyebab kematian korban. Hingga kini, sedikitnya empat orang telah dimintai keterangan, meski statusnya masih sebatas saksi.

    “Empat orang sudah kami periksa, namun semuanya masih saksi dan bukan rekan korban,” jelas Markus.

    Sebelumnya, Ri yang merupakan warga Berbas Pantai dilaporkan meninggal dunia 6 Mei setelah diduga terjatuh dari pohon mangga di kawasan Jalan KS Tubun Gang Bersama 7. Korban mengalami luka berat di bagian kepala usai disebut membentur pagar beton.

    Belakangan, muncul dugaan lain terkait penyebab kematian korban yang kemudian memicu kemarahan pihak keluarga, hingga berujung aksi penyerangan dan perusakan di lokasi kejadian.

    Polisi mengimbau seluruh pihak untuk tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum.

    “Kami harap semua pihak bisa menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif sampai proses penyelidikan selesai,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)