Seputar Kaltim

    Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Hampir 30 Persen, Dinkes Pastikan Faskes Siap

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 00:45 WITA

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Samarinda meningkat hampir 30 persen sepanjang 1-17 September 2026 di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) siap menghadapi peningkatan kasus dengan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, oksigen dan bahan medis habis pakai (BMHP).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan peningkatan kasus ISPA terus dipantau dari hari ke hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan kasus pada Agustus yang mencapai sekitar 22 persen dibandingkan Juni dan Juli.

    “Yang jelas meningkat itu hampir kurang lebih kalau kemarin ya, Agustus terhadap Juli dan Juni itu sekitar 22 persen, ini meningkatnya terus meningkat di atas hampir 30 persen,” ujar Ismed, Kamis (17/9/2026).

    Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan telah dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus. Dinkes juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait kebutuhan penanganan, termasuk masker.

    “Tapi kalau melihat dari kesiapan peralatan, pengobatan, dan peralatan alat kesehatan untuk mengantisipasi ini insya Allah siap,” katanya.

    Dinkes juga telah menyiapkan obat-obatan dan BMHP dengan dukungan anggaran kesiapsiagaan bencana dari Satgas Pemerintah Kota Samarinda.

    “Tapi di luar pada itu, sebenarnya kami juga sudah mempersiapkan ya antisipasi, terutama kebutuhan-kebutuhan obat-obatan dan BMHP. Karena dari Satgas Pemerintah Kota kan juga ada anggaran untuk kesiapsiagaan terhadap bencana ini,” jelas Ismed.

    Untuk data jumlah kasus secara keseluruhan, Dinkes masih menghimpun laporan dari 26 Puskesmas dan sejumlah fasilitas kesehatan swasta.

    Di tengah kondisi udara yang memburuk, Ismed mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. 

    Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, anak sekolah, ibu hamil, penderita penyakit paru kronis, penyakit jantung serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.

    “Karena bagaimanapun, kalau mengenai penyakit ISPA ini tidak bisa hanya dilakukan oleh insan kesehatan mengobati, tapi yang penting kesadaran,” ungkapnya.

    Dinkes juga menganjurkan penggunaan masker sebagai perlindungan dari paparan udara buruk, termasuk masker N95 maupun masker bedah yang dapat dilapisi masker kain.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Hampir 30 Persen, Dinkes Pastikan Faskes Siap

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 00:45 WITA

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Samarinda meningkat hampir 30 persen sepanjang 1-17 September 2026 di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) siap menghadapi peningkatan kasus dengan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, oksigen dan bahan medis habis pakai (BMHP).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan peningkatan kasus ISPA terus dipantau dari hari ke hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan kasus pada Agustus yang mencapai sekitar 22 persen dibandingkan Juni dan Juli.

    “Yang jelas meningkat itu hampir kurang lebih kalau kemarin ya, Agustus terhadap Juli dan Juni itu sekitar 22 persen, ini meningkatnya terus meningkat di atas hampir 30 persen,” ujar Ismed, Kamis (17/9/2026).

    Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan telah dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus. Dinkes juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait kebutuhan penanganan, termasuk masker.

    “Tapi kalau melihat dari kesiapan peralatan, pengobatan, dan peralatan alat kesehatan untuk mengantisipasi ini insya Allah siap,” katanya.

    Dinkes juga telah menyiapkan obat-obatan dan BMHP dengan dukungan anggaran kesiapsiagaan bencana dari Satgas Pemerintah Kota Samarinda.

    “Tapi di luar pada itu, sebenarnya kami juga sudah mempersiapkan ya antisipasi, terutama kebutuhan-kebutuhan obat-obatan dan BMHP. Karena dari Satgas Pemerintah Kota kan juga ada anggaran untuk kesiapsiagaan terhadap bencana ini,” jelas Ismed.

    Untuk data jumlah kasus secara keseluruhan, Dinkes masih menghimpun laporan dari 26 Puskesmas dan sejumlah fasilitas kesehatan swasta.

    Di tengah kondisi udara yang memburuk, Ismed mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. 

    Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, anak sekolah, ibu hamil, penderita penyakit paru kronis, penyakit jantung serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.

    “Karena bagaimanapun, kalau mengenai penyakit ISPA ini tidak bisa hanya dilakukan oleh insan kesehatan mengobati, tapi yang penting kesadaran,” ungkapnya.

    Dinkes juga menganjurkan penggunaan masker sebagai perlindungan dari paparan udara buruk, termasuk masker N95 maupun masker bedah yang dapat dilapisi masker kain.

    (Sf/Rs)