Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji saat ditemui di Balikpapan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus melakukan penanganan terhadap kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sempat mencapai sekitar 13 ribu kasus di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji mengatakan, penanganan kasus ISPA dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, hingga puskesmas di masing-masing wilayah.
Menurut Seno, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim selaku Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kesehatan, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas dalam mempercepat penanganan kasus ISPA.
“Sekda sebagai TAPD sudah memerintahkan kepada OPD terkait dari Dinas Kesehatan untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas-puskesmas terdekat untuk menyelesaikan permasalahan kasus ISPA di provinsi,” ucap Seno kepqda media, Jumat (9/10/2026).
Ia menyebut, dari total sekitar 13 ribu kasus yang tercatat, jumlah kasus yang masih dalam penanganan kini telah menurun. Penanganan terus dilakukan oleh puskesmas bersama dinas kesehatan di masing-masing daerah.
“Alhamdulillah dari 13 ribu ini, sekarang sudah tinggal sedikit yang masih ada dan segera terus diselesaikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan setempat,” katanya.
Seno menjelaskan, peningkatan kasus ISPA paling tinggi terjadi sekitar Agustus hingga September. Kondisi tersebut bertepatan dengan periode puncak kebakaran yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim.
“Namun kondisi tersebut saat ini telah berangsur membaik seiring berakhirnya periode kebakaran dan dilakukannya penanganan kesehatan oleh pemerintah,” terangnya.
Wagub menyampaikan, program pemeriksaan kesehatan gratis turut mendukung upaya pemerintah dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk ISPA.
Selain pemeriksaan, pemerintah juga menjalankan program pemulihan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Program kesehatan gratis dan program pemulihan kesehatan kami lakukan. Maka itu dengan cepat, alhamdulillah dengan kerja sama yang baik dan komunikasi yang lancar, pemerintah provinsi, kabupaten, kota sampai ke puskesmas, ini juga membuat masyarakat jadi cepat sembuh dari ISPA,” paparnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas pemerintahan hingga tingkat puskesmas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kasus ISPA di Kaltim.
“Dengan penanganan yang dilakukan secara berjenjang dan terintegrasi, Pemprov Kaltim berharap kasus ISPA yang masih tersisa dapat segera dituntaskan dan kondisi kesehatan masyarakat kembali membaik,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji saat ditemui di Balikpapan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus melakukan penanganan terhadap kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sempat mencapai sekitar 13 ribu kasus di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji mengatakan, penanganan kasus ISPA dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, hingga puskesmas di masing-masing wilayah.
Menurut Seno, Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim selaku Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Kesehatan, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas dalam mempercepat penanganan kasus ISPA.
“Sekda sebagai TAPD sudah memerintahkan kepada OPD terkait dari Dinas Kesehatan untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas-puskesmas terdekat untuk menyelesaikan permasalahan kasus ISPA di provinsi,” ucap Seno kepqda media, Jumat (9/10/2026).
Ia menyebut, dari total sekitar 13 ribu kasus yang tercatat, jumlah kasus yang masih dalam penanganan kini telah menurun. Penanganan terus dilakukan oleh puskesmas bersama dinas kesehatan di masing-masing daerah.
“Alhamdulillah dari 13 ribu ini, sekarang sudah tinggal sedikit yang masih ada dan segera terus diselesaikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan setempat,” katanya.
Seno menjelaskan, peningkatan kasus ISPA paling tinggi terjadi sekitar Agustus hingga September. Kondisi tersebut bertepatan dengan periode puncak kebakaran yang berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim.
“Namun kondisi tersebut saat ini telah berangsur membaik seiring berakhirnya periode kebakaran dan dilakukannya penanganan kesehatan oleh pemerintah,” terangnya.
Wagub menyampaikan, program pemeriksaan kesehatan gratis turut mendukung upaya pemerintah dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk ISPA.
Selain pemeriksaan, pemerintah juga menjalankan program pemulihan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Program kesehatan gratis dan program pemulihan kesehatan kami lakukan. Maka itu dengan cepat, alhamdulillah dengan kerja sama yang baik dan komunikasi yang lancar, pemerintah provinsi, kabupaten, kota sampai ke puskesmas, ini juga membuat masyarakat jadi cepat sembuh dari ISPA,” paparnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas pemerintahan hingga tingkat puskesmas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kasus ISPA di Kaltim.
“Dengan penanganan yang dilakukan secara berjenjang dan terintegrasi, Pemprov Kaltim berharap kasus ISPA yang masih tersisa dapat segera dituntaskan dan kondisi kesehatan masyarakat kembali membaik,” tutupnya.
(Sf/Rs)