Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati kepada media. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat.
Kondisi cuaca panas dan musim kering yang meningkatkan paparan debu disebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, berdasarkan data 10 penyakit dengan angka kesakitan tertinggi, terdapat kecenderungan peningkatan kasus ISPA di masyarakat.
“Kalau kami lihat dari angka kesakitan 10 penyakit terbesar, memang ada kecenderungan ISPA meningkat di masyarakat. Ini terkait dengan cuaca yang kurang bagus, panas, suhunya mungkin lebih dari 30 derajat, sehingga angka kesakitan ISPA cukup tinggi di Puskesmas,” ucap Alwiati kepada media, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data DKK Balikpapan, jumlah kasus ISPA pada Juli 2026 mencapai 1.136 kasus. Sementara itu, hingga 20 Agustus 2026, tercatat sebanyak 832 kasus ISPA.
Selain ISPA, kasus common cold atau pilek juga masih cukup tinggi. Pada Juli 2026, DKK Balikpapan mencatat 5.861 kasus common cold. “Sedangkan hingga 20 Agustus 2026, jumlahnya mencapai 3.945 kasus,” lanjutnya.
Alwiati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca panas dan lingkungan yang berdebu.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mencegah hal ini. Jika di rumah ada yang mengalami ISPA, segera berobat ke puskesmas terdekat atau FKTP yang terdaftar di mana dia terdaftar sebagai peserta BPJS,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika suhu udara sedang tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan panas dan debu yang dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan.
Khusus bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama pengguna sepeda motor, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua, sebaiknya menggunakan masker. Karena dengan musim kering ini debu juga meningkat, kemudian suhu di luar ruangan juga tinggi sekali,” terangnya.
Selain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.
Kata dia, data kasus tersebut berasal dari seluruh puskesmas di Balikpapan, sehingga dapat menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Di sisi lain, DKK Balikpapan memastikan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut hingga saat ini masih berada dalam rentang aman.
“Kualitas udara untuk saat ini masih dalam rentang yang aman. Jika terjadi peningkatan, dinas terkait pasti akan melakukan rilis untuk menyampaikan kewaspadaan terkait kualitas udara. Namun hingga saat ini kualitas udara masih aman,” akunya.
DKK Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas dan musim kering berlangsung, terutama dengan mengurangi paparan debu, menggunakan masker saat diperlukan, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati kepada media. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat.
Kondisi cuaca panas dan musim kering yang meningkatkan paparan debu disebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, berdasarkan data 10 penyakit dengan angka kesakitan tertinggi, terdapat kecenderungan peningkatan kasus ISPA di masyarakat.
“Kalau kami lihat dari angka kesakitan 10 penyakit terbesar, memang ada kecenderungan ISPA meningkat di masyarakat. Ini terkait dengan cuaca yang kurang bagus, panas, suhunya mungkin lebih dari 30 derajat, sehingga angka kesakitan ISPA cukup tinggi di Puskesmas,” ucap Alwiati kepada media, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data DKK Balikpapan, jumlah kasus ISPA pada Juli 2026 mencapai 1.136 kasus. Sementara itu, hingga 20 Agustus 2026, tercatat sebanyak 832 kasus ISPA.
Selain ISPA, kasus common cold atau pilek juga masih cukup tinggi. Pada Juli 2026, DKK Balikpapan mencatat 5.861 kasus common cold. “Sedangkan hingga 20 Agustus 2026, jumlahnya mencapai 3.945 kasus,” lanjutnya.
Alwiati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca panas dan lingkungan yang berdebu.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mencegah hal ini. Jika di rumah ada yang mengalami ISPA, segera berobat ke puskesmas terdekat atau FKTP yang terdaftar di mana dia terdaftar sebagai peserta BPJS,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika suhu udara sedang tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan panas dan debu yang dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan.
Khusus bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama pengguna sepeda motor, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua, sebaiknya menggunakan masker. Karena dengan musim kering ini debu juga meningkat, kemudian suhu di luar ruangan juga tinggi sekali,” terangnya.
Selain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.
Kata dia, data kasus tersebut berasal dari seluruh puskesmas di Balikpapan, sehingga dapat menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Di sisi lain, DKK Balikpapan memastikan kondisi kualitas udara di wilayah tersebut hingga saat ini masih berada dalam rentang aman.
“Kualitas udara untuk saat ini masih dalam rentang yang aman. Jika terjadi peningkatan, dinas terkait pasti akan melakukan rilis untuk menyampaikan kewaspadaan terkait kualitas udara. Namun hingga saat ini kualitas udara masih aman,” akunya.
DKK Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas dan musim kering berlangsung, terutama dengan mengurangi paparan debu, menggunakan masker saat diperlukan, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
(Sf/Lo)