Seputar Kaltim

    Kasus HIV/AIDS Meningkat, Wawali Balikpapan Minta Perketat Pengawasan dan Edukasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyatakan komitmennya dalam menangani tingginya kasus HIV/AIDS di kota tersebut. Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit menular, termasuk HIV/AIDS.

    Menurut Bagus, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan secara rutin melakukan pendataan dan pelaporan terhadap berbagai jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular, termasuk stunting.

    Data ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah mitigasi atau pencegahan yang tepat.

    “Jika ditemukan adanya indikasi pasien HIV/AIDS, maka akan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan. Langkah yang dilakukan bisa berupa pelokalisiran hingga perawatan medis,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Jumat (5/9/2025).

    Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah kota akan terus menjaga kondusivitas daerah, terutama dalam hal penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

    “Beberapa waktu lalu kami juga hadapi kasus tuberkulosis dan demam berdarah. Semua ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang harus ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

    Dalam upaya pencegahan, pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Sosialisasi dan edukasi juga membutuhkan dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Peran serta masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap penyakit menular.

    Terkait faktor penyebab penyebaran HIV/AIDS, Bagus menyebut bahwa selain perilaku menyimpang seperti LGBT, masih ada banyak faktor lain. Salah satunya adalah posisi geografis Balikpapan sebagai kota pelabuhan yang menjadi tempat keluar masuknya kapal dari berbagai daerah dan negara.

    "Faktor mobilitas tinggi ini juga perlu diwaspadai. Karena itu, dinas terkait harus bekerja sama dengan instansi lainnya, termasuk dinas terkait dan aparat penegak hukum, untuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang dianggap rawan penyebaran penyakit menular,” tegasnya.

    Pemkot Balikpapan memastikan akan terus meningkatkan layanan kesehatan, sosialisasi, serta pengawasan sebagai langkah konkret dalam menekan angka kasus HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kasus HIV/AIDS Meningkat, Wawali Balikpapan Minta Perketat Pengawasan dan Edukasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyatakan komitmennya dalam menangani tingginya kasus HIV/AIDS di kota tersebut. Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit menular, termasuk HIV/AIDS.

    Menurut Bagus, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan secara rutin melakukan pendataan dan pelaporan terhadap berbagai jenis penyakit, baik menular maupun tidak menular, termasuk stunting.

    Data ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah mitigasi atau pencegahan yang tepat.

    “Jika ditemukan adanya indikasi pasien HIV/AIDS, maka akan langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan. Langkah yang dilakukan bisa berupa pelokalisiran hingga perawatan medis,” ucap Bagus saat dihubungi awak media, Jumat (5/9/2025).

    Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah kota akan terus menjaga kondusivitas daerah, terutama dalam hal penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

    “Beberapa waktu lalu kami juga hadapi kasus tuberkulosis dan demam berdarah. Semua ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang harus ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

    Dalam upaya pencegahan, pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Sosialisasi dan edukasi juga membutuhkan dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Peran serta masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif terhadap penyakit menular.

    Terkait faktor penyebab penyebaran HIV/AIDS, Bagus menyebut bahwa selain perilaku menyimpang seperti LGBT, masih ada banyak faktor lain. Salah satunya adalah posisi geografis Balikpapan sebagai kota pelabuhan yang menjadi tempat keluar masuknya kapal dari berbagai daerah dan negara.

    "Faktor mobilitas tinggi ini juga perlu diwaspadai. Karena itu, dinas terkait harus bekerja sama dengan instansi lainnya, termasuk dinas terkait dan aparat penegak hukum, untuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang dianggap rawan penyebaran penyakit menular,” tegasnya.

    Pemkot Balikpapan memastikan akan terus meningkatkan layanan kesehatan, sosialisasi, serta pengawasan sebagai langkah konkret dalam menekan angka kasus HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.

    (Sf/Rs)