Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) masih cukup marak terjadi di Berau. Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius bagi pihak Rumah Sakit.
Sampai Bulan Oktober tercatat 37 kasus HIV/AIDS, saat ini 28 orang menjalani pengobatan dan sembilan orang sudah pergi meninggalkan Kabupaten Berau. Pasien HIV dirawat di dua tempat yang berbeda yaitu 27 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rifai dan satu pasien dirawat di Rumah Sakit Pratama Talisayan. Dari catatan medis para pasien terjangkit tersebut berasal dari luar daerah.
Kasus tersebut menjadi penting karena untuk menanggulangi ancaman di sektor kesehatan di wilayah Kabupaten Berau. “Virus HIV adalah penyakit menular yang serius. Kita perlu tahu kenapa penyebarannya meningkat dan bagaimana cara menghentikannya. Mengacu pada kondisi yang ada, penting lakukan langkah-langkah antisipatif untuk menekan penyebaran virus tersebut melalui koordinasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak.
Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram mengatakan sebenarnya HIV itu lumayan banyak di Berau cuma baru beberapa tahun ini tereksposnya. Dirinya mengakui sebagai dokter yang menangani penyakit HIV juga telah banyak melakukan upaya seperti memberikan obat-obatan kepada pasien-pasien HIV meskipun memang harus kami menjaga kerahasiaan pasien tersebut.
"Saya sendiri sebagai dokter yang menangani HIV juga banyak memberikan obat-obatan kepada pasien-pasien HIV meskipun memang harus kami menjaga kerahasiaan beliau-beliau," ujar Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram.
Selain itu, dirinya tetap memberi perhatian dan himbauan kepada pasien agar mengurangi kontak dengan masyarakat umum. Ia juga menjelaskan bahwa faktor yang dapat menyebabkan tertular HIV adalah pertama dapat karna hubungan suami istri yang tidak aman, kedua dapat tertular melalui transfusi atau donor darah namun hal tersebut hanya kemungkinan kecil.
"Dan yang ketiga penggunaan obat-obatan terlarang itu bisa menularkan HIV, dan yang mungkin yang perlu kita hati-hati adalah penggunaan pisau cukur bergantian penderita yang sudah menggunakan pisau cukur kemudian kita pakai itu resikonya tinggi untuk tertular," tambahnya.
Jusram berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan menjaga kesehatan. Selain itu ia menghimbau agar masyarakat dapat menghindari hal-hal yang memungkinkan dapat menularkan penyakit dan virus.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) masih cukup marak terjadi di Berau. Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius bagi pihak Rumah Sakit.
Sampai Bulan Oktober tercatat 37 kasus HIV/AIDS, saat ini 28 orang menjalani pengobatan dan sembilan orang sudah pergi meninggalkan Kabupaten Berau. Pasien HIV dirawat di dua tempat yang berbeda yaitu 27 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rifai dan satu pasien dirawat di Rumah Sakit Pratama Talisayan. Dari catatan medis para pasien terjangkit tersebut berasal dari luar daerah.
Kasus tersebut menjadi penting karena untuk menanggulangi ancaman di sektor kesehatan di wilayah Kabupaten Berau. “Virus HIV adalah penyakit menular yang serius. Kita perlu tahu kenapa penyebarannya meningkat dan bagaimana cara menghentikannya. Mengacu pada kondisi yang ada, penting lakukan langkah-langkah antisipatif untuk menekan penyebaran virus tersebut melalui koordinasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak.
Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram mengatakan sebenarnya HIV itu lumayan banyak di Berau cuma baru beberapa tahun ini tereksposnya. Dirinya mengakui sebagai dokter yang menangani penyakit HIV juga telah banyak melakukan upaya seperti memberikan obat-obatan kepada pasien-pasien HIV meskipun memang harus kami menjaga kerahasiaan pasien tersebut.
"Saya sendiri sebagai dokter yang menangani HIV juga banyak memberikan obat-obatan kepada pasien-pasien HIV meskipun memang harus kami menjaga kerahasiaan beliau-beliau," ujar Direktur RSUD Abdul Rifai, Jusram.
Selain itu, dirinya tetap memberi perhatian dan himbauan kepada pasien agar mengurangi kontak dengan masyarakat umum. Ia juga menjelaskan bahwa faktor yang dapat menyebabkan tertular HIV adalah pertama dapat karna hubungan suami istri yang tidak aman, kedua dapat tertular melalui transfusi atau donor darah namun hal tersebut hanya kemungkinan kecil.
"Dan yang ketiga penggunaan obat-obatan terlarang itu bisa menularkan HIV, dan yang mungkin yang perlu kita hati-hati adalah penggunaan pisau cukur bergantian penderita yang sudah menggunakan pisau cukur kemudian kita pakai itu resikonya tinggi untuk tertular," tambahnya.
Jusram berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan menjaga kesehatan. Selain itu ia menghimbau agar masyarakat dapat menghindari hal-hal yang memungkinkan dapat menularkan penyakit dan virus.
(Sf/Rs)