Seputar Kaltim

    Kasus HIV/AIDS di Balikpapan Tertinggi Kedua di Kaltim, DPRD Minta Penanganan Maksimal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2025 pukul 11:57 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali saat ditemui diruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan tercatat menempati posisi kedua tertinggi kasus HIV/AIDS di Kaltim, dengan total 167 kasus. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menyatakan keprihatinannya dan meminta semua pihak untuk bergerak cepat.

    Menurut Gasali, penyebaran HIV/AIDS merupakan masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak, terutama dinas terkait, untuk bekerja maksimal dalam mengatasi penyebaran penyakit tersebut.

    “Apa pun bentuknya, ini adalah wabah yang tidak bisa kita hindari. Harus ada solusi agar tidak semakin meluas,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan kepada media, Kamis (18/9/2025).

    Gasali juga meminta agar Dinas Kesehatan sebagai leading sector bisa lebih tanggap dalam menangani kasus ini, mulai dari pencegahan hingga pengobatan.

    “Kami berharap Dinas Kesehatan lebih memahami situasi teknis di lapangan. Sosialisasi harus ditingkatkan dan penanganan terhadap penderita harus lebih optimal,” jelasnya.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan semua stakeholder, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

    “Sudah seharusnya tokoh-tokoh masyarakat dilibatkan. Tapi ini kan wabah, jadi tetap harus ada pengobatan medis. Pemahaman tanpa pengobatan tidak akan cukup,” tegas Politisi Partai Golkar.

    Ia juga mengimbau masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS untuk tidak menyembunyikan kondisinya dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan. Ia memastikan bahwa privasi pasien akan dijaga.

    “Pemerintah wajib membantu menyelesaikan masalah ini. Jika disembunyikan, penularan bisa semakin meluas. Karena itu, keterbukaan sangat penting,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kasus HIV/AIDS di Balikpapan Tertinggi Kedua di Kaltim, DPRD Minta Penanganan Maksimal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2025 pukul 11:57 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali saat ditemui diruang komisi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kota Balikpapan tercatat menempati posisi kedua tertinggi kasus HIV/AIDS di Kaltim, dengan total 167 kasus. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali menyatakan keprihatinannya dan meminta semua pihak untuk bergerak cepat.

    Menurut Gasali, penyebaran HIV/AIDS merupakan masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak, terutama dinas terkait, untuk bekerja maksimal dalam mengatasi penyebaran penyakit tersebut.

    “Apa pun bentuknya, ini adalah wabah yang tidak bisa kita hindari. Harus ada solusi agar tidak semakin meluas,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan kepada media, Kamis (18/9/2025).

    Gasali juga meminta agar Dinas Kesehatan sebagai leading sector bisa lebih tanggap dalam menangani kasus ini, mulai dari pencegahan hingga pengobatan.

    “Kami berharap Dinas Kesehatan lebih memahami situasi teknis di lapangan. Sosialisasi harus ditingkatkan dan penanganan terhadap penderita harus lebih optimal,” jelasnya.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan semua stakeholder, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

    “Sudah seharusnya tokoh-tokoh masyarakat dilibatkan. Tapi ini kan wabah, jadi tetap harus ada pengobatan medis. Pemahaman tanpa pengobatan tidak akan cukup,” tegas Politisi Partai Golkar.

    Ia juga mengimbau masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS untuk tidak menyembunyikan kondisinya dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan. Ia memastikan bahwa privasi pasien akan dijaga.

    “Pemerintah wajib membantu menyelesaikan masalah ini. Jika disembunyikan, penularan bisa semakin meluas. Karena itu, keterbukaan sangat penting,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)