Seputar Kaltim

    Kasus Hipertensi Didominasi Usia Produktif

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    28 Juni 2024 pukul 13:00 WITA

    Pemeriksaan tekanan darah. (Foto:Pinterest)

    Tenggarong - Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi telah diidentifikasi sebagai salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia.

    Meski sering dikaitkan dengan usia lanjut, tapi kasus hipertensi pada remaja atau usia produktif telah meningkat.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencatat ada 58.849 kasus hipertensi yang terjadi pada 2023 lalu. 

    Sementara pada Mei 2024, penderita hipertensi mencapai 26.956 kasus yang didominasi oleh pemuda di usia umur 15 tahun ke atas.

    “Penyakit ini disebabkan pola makan dan kurang olahraga. Kalau berdasarkan data, usia produktif 15 tahun ada yang terpapar hipertensi,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kukar Supriyadi Jumat (28/6/2024).

    Supriyadi menjelaskan, anak muda sering kali terserang hipertensi karena pola makan yang tidak sehat dan sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat berlebihan.

    "Anak muda sekarang tu sering menhabiskan waktunya di cafe ditambah lagi dengan mengkonsumsi kafein dan makanan yang mengandung gula," jelasnya.

    Ia menyebut Dinkes tengah berupaya untuk menurunkan angka tersebut melalui screnning tes seperti cek tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah. 

    “Seorang yang terkena hipertensi, wajib dikontrol tekanan darahnya setiap bulan, minum obat juga harus rutin” sebut supriyadi.

    Ia mengimbau agar anak muda bisa mengimbangi dengan pola hidup sehat dan mengkonsumsi buah dan sayur. Sebab jika tidak diobati hipertensi akan berkembang menjadi diabetes. 

    “Hidup sehat itu wajib, screning tes kesehatan juga perlu dilakukan agar mereka mengetahuinya,” tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Kasus Hipertensi Didominasi Usia Produktif

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    28 Juni 2024 pukul 13:00 WITA

    Pemeriksaan tekanan darah. (Foto:Pinterest)

    Tenggarong - Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi telah diidentifikasi sebagai salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia.

    Meski sering dikaitkan dengan usia lanjut, tapi kasus hipertensi pada remaja atau usia produktif telah meningkat.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencatat ada 58.849 kasus hipertensi yang terjadi pada 2023 lalu. 

    Sementara pada Mei 2024, penderita hipertensi mencapai 26.956 kasus yang didominasi oleh pemuda di usia umur 15 tahun ke atas.

    “Penyakit ini disebabkan pola makan dan kurang olahraga. Kalau berdasarkan data, usia produktif 15 tahun ada yang terpapar hipertensi,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kukar Supriyadi Jumat (28/6/2024).

    Supriyadi menjelaskan, anak muda sering kali terserang hipertensi karena pola makan yang tidak sehat dan sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat berlebihan.

    "Anak muda sekarang tu sering menhabiskan waktunya di cafe ditambah lagi dengan mengkonsumsi kafein dan makanan yang mengandung gula," jelasnya.

    Ia menyebut Dinkes tengah berupaya untuk menurunkan angka tersebut melalui screnning tes seperti cek tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah. 

    “Seorang yang terkena hipertensi, wajib dikontrol tekanan darahnya setiap bulan, minum obat juga harus rutin” sebut supriyadi.

    Ia mengimbau agar anak muda bisa mengimbangi dengan pola hidup sehat dan mengkonsumsi buah dan sayur. Sebab jika tidak diobati hipertensi akan berkembang menjadi diabetes. 

    “Hidup sehat itu wajib, screning tes kesehatan juga perlu dilakukan agar mereka mengetahuinya,” tutupnya.

    (Sf/By)