Seputar Kaltim

    Kasus DBD di Balikpapan Meningkat, Dinkes Minta Semua Pihak Berperan Aktif

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 12:53 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2024 menjadi sorotan serius.

    Hingga pertengahan Desember, tercatat 1.465 kasus DBD, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.019 kasus.

    Peningkatan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi pada bulan Desember, yang mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus.

    “Upaya pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada fogging atau penyemprotan insektisida, melainkan juga pada gerakan bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati kepada media, Rabu (25/12/2024).

    Menurutnya, pencegahan yang efektif harus dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan warga, sekolah, dan berbagai pihak terkait.

    Pencegahan utama adalah melalui gerakan massal untuk membersihkan lingkungan dan edukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat. 

    “Fogging saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kebersihan lingkungan yang optimal,” ujar Alwiati.

    Untuk mendukung upaya ini, Dinkes Balikpapan telah menggencarkan program kerja bakti massal di seluruh kecamatan untuk membersihkan potensi sarang nyamuk.

    Warga juga dianjurkan untuk rutin menggunakan abate pada tempat penampungan air, serta menghilangkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 

    “Selain itu, masyarakat diminta untuk memelihara ikan pemakan jentik dan berpartisipasi dalam program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk memantau dan mengurangi keberadaan jentik nyamuk,” imbuhnya.

    Balikpapan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak, dan mayoritas penderita adalah anak-anak. Hal ini mendorong keterlibatan sekolah-sekolah dalam kampanye kebersihan lingkungan untuk melindungi kelompok rentan tersebut.

    “DBD di Balikpapan menjadi yang tertinggi di Kaltim. Ini adalah panggilan untuk kami semua bergerak bersama demi menurunkan angka kasus," tambahnya.

    Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk terus waspada, terutama di musim penghujan, dan bekerja sama dalam mengurangi penyebaran DBD.

    Dengan edukasi yang intens, pembersihan lingkungan yang rutin, dan pengawasan jentik yang berkelanjutan, diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan, dan dampak buruknya dapat diminimalisir.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kasus DBD di Balikpapan Meningkat, Dinkes Minta Semua Pihak Berperan Aktif

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 12:53 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2024 menjadi sorotan serius.

    Hingga pertengahan Desember, tercatat 1.465 kasus DBD, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.019 kasus.

    Peningkatan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi pada bulan Desember, yang mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus.

    “Upaya pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada fogging atau penyemprotan insektisida, melainkan juga pada gerakan bersama masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati kepada media, Rabu (25/12/2024).

    Menurutnya, pencegahan yang efektif harus dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan warga, sekolah, dan berbagai pihak terkait.

    Pencegahan utama adalah melalui gerakan massal untuk membersihkan lingkungan dan edukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat. 

    “Fogging saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kebersihan lingkungan yang optimal,” ujar Alwiati.

    Untuk mendukung upaya ini, Dinkes Balikpapan telah menggencarkan program kerja bakti massal di seluruh kecamatan untuk membersihkan potensi sarang nyamuk.

    Warga juga dianjurkan untuk rutin menggunakan abate pada tempat penampungan air, serta menghilangkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 

    “Selain itu, masyarakat diminta untuk memelihara ikan pemakan jentik dan berpartisipasi dalam program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk memantau dan mengurangi keberadaan jentik nyamuk,” imbuhnya.

    Balikpapan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak, dan mayoritas penderita adalah anak-anak. Hal ini mendorong keterlibatan sekolah-sekolah dalam kampanye kebersihan lingkungan untuk melindungi kelompok rentan tersebut.

    “DBD di Balikpapan menjadi yang tertinggi di Kaltim. Ini adalah panggilan untuk kami semua bergerak bersama demi menurunkan angka kasus," tambahnya.

    Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk terus waspada, terutama di musim penghujan, dan bekerja sama dalam mengurangi penyebaran DBD.

    Dengan edukasi yang intens, pembersihan lingkungan yang rutin, dan pengawasan jentik yang berkelanjutan, diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan, dan dampak buruknya dapat diminimalisir.

    (Sf/Rs)