Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin ketika menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kaltim, dan mengharapkan masyarakat melakukan vaksin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Laporan terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) terkait sebaran kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kaltim kian bertambah. Infografis yang terbaru, Minggu, 10 Desember 2023, menunjukkan ada empat kasus positif covid-19 di tiga Kabupaten/kota.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyebut, kasus peningkatan Covid-19 ini datangnya dari negara lain, yang mana negara lain juga sedang mengalami peningkatan. Terutama negara yang menjadi destinasi kunjungan masyarakat Kaltim, yakni Singapura.
"Apalagi dengan negera tetangga seperti Singapura, sudah seperti tidak ada lagi batas teritorialnya. Banyak yang bolak-balik ke Singapura, ke Jakarta terus ke Kaltim, sudah pasti jika di negara tersebut naik, tentu disini (Kaltim) juga naik," ungkap Jaya di Hotel Ibis, Samarinda, Senin (11/12/2023).
Menurut Jaya, masyarakat Kaltim masih rendah dalam melakukan vaksinasi Booster pertama maupun kedua. Padahal, kata dia, ketersediaan vaksin itu ada di setiap fasilitas kesehatan (Faskes). "Vaksin booster pertama maupun kedua itu masih sangat rendah, apalagi booster kedua masih didominasi oleh tenaga kesehatan," bebernya.
Dengan itu, Dinkes Kaltim akan mendatangkan vaksin yang akan didistribusikan ke Faskes Kabupaten/Kota se-Kaltim. Jaya mengakui sudah ada beberapa permintaan vaksin. "Dalam minggu-minggu ini sudah tersedia kembali vaksin, kami meminta itu dari minggu lalu, dan tetap vaksinnya gratis, tinggal masyarakat datang ketempat vaksin," imbuh Jaya.
Jaya juga mengungkit terhadap perusahaan yang mendatangkan orang asing di Kaltim sudah melewati berbagai prosedur kesehatan yang berlaku. "Orang asing tersebut sudah melakukan tahap skrining, kalau dinyatakan positif langsung dirawat dan dimasukan mes. Terlebih laboratorium selalu melaporkan perkembangan tersebut," jelasnya.
Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan vaksin, untuk informasi yang berkembang di media sosial terkait biaya vaksin ia mengakui bahwa itu tidak benar.
"Kami menganjurkan untuk seluruh masyarakat sudah dapat melakukan vaksin booster pertama dan kedua. setelah itu apabila dalam keadaan sakit, gunakan masker. Dan terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin ketika menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kaltim, dan mengharapkan masyarakat melakukan vaksin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Laporan terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) terkait sebaran kasus Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kaltim kian bertambah. Infografis yang terbaru, Minggu, 10 Desember 2023, menunjukkan ada empat kasus positif covid-19 di tiga Kabupaten/kota.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyebut, kasus peningkatan Covid-19 ini datangnya dari negara lain, yang mana negara lain juga sedang mengalami peningkatan. Terutama negara yang menjadi destinasi kunjungan masyarakat Kaltim, yakni Singapura.
"Apalagi dengan negera tetangga seperti Singapura, sudah seperti tidak ada lagi batas teritorialnya. Banyak yang bolak-balik ke Singapura, ke Jakarta terus ke Kaltim, sudah pasti jika di negara tersebut naik, tentu disini (Kaltim) juga naik," ungkap Jaya di Hotel Ibis, Samarinda, Senin (11/12/2023).
Menurut Jaya, masyarakat Kaltim masih rendah dalam melakukan vaksinasi Booster pertama maupun kedua. Padahal, kata dia, ketersediaan vaksin itu ada di setiap fasilitas kesehatan (Faskes). "Vaksin booster pertama maupun kedua itu masih sangat rendah, apalagi booster kedua masih didominasi oleh tenaga kesehatan," bebernya.
Dengan itu, Dinkes Kaltim akan mendatangkan vaksin yang akan didistribusikan ke Faskes Kabupaten/Kota se-Kaltim. Jaya mengakui sudah ada beberapa permintaan vaksin. "Dalam minggu-minggu ini sudah tersedia kembali vaksin, kami meminta itu dari minggu lalu, dan tetap vaksinnya gratis, tinggal masyarakat datang ketempat vaksin," imbuh Jaya.
Jaya juga mengungkit terhadap perusahaan yang mendatangkan orang asing di Kaltim sudah melewati berbagai prosedur kesehatan yang berlaku. "Orang asing tersebut sudah melakukan tahap skrining, kalau dinyatakan positif langsung dirawat dan dimasukan mes. Terlebih laboratorium selalu melaporkan perkembangan tersebut," jelasnya.
Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan vaksin, untuk informasi yang berkembang di media sosial terkait biaya vaksin ia mengakui bahwa itu tidak benar.
"Kami menganjurkan untuk seluruh masyarakat sudah dapat melakukan vaksin booster pertama dan kedua. setelah itu apabila dalam keadaan sakit, gunakan masker. Dan terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh," tutupnya.
(Sf/Rs)