Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kasus AIDS yang terdata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencapai 168 orang. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyebut kondisi tersebut mengkhawatirkan dan meminta pencegahan dilakukan sejak dini.
Mahyunadi mengatakan angka tersebut merupakan kasus yang sudah masuk dalam data. Ia menyebut masih ada kemungkinan terdapat kasus lain yang belum tercatat.
“Itu yang terdata. Belum masuk yang kemarin didatangi THM di pinggir jalan. Ada dua orang lagi,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pencegahan tidak seharusnya dilakukan setelah persoalan muncul. Upaya untuk mengurangi risiko perlu dimulai sejak dini melalui pembinaan dan perhatian terhadap lingkungan sosial masyarakat.
“Ini mengkhawatirkan. Kita yang punya kesempatan untuk memperbaiki, punya kesempatan dan punya wewenang serta punya kekuasaan untuk memperbaiki, itu kita perbaiki,” katanya.
Mahyunadi mengatakan upaya pencegahan juga perlu menyentuh perilaku dan lingkungan sosial. Ia menilai pembinaan sejak awal dapat menjadi salah satu bagian dalam mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
“Kalau kita bisa mencegah hari ini, kita cegah,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kasus AIDS yang terdata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencapai 168 orang. Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyebut kondisi tersebut mengkhawatirkan dan meminta pencegahan dilakukan sejak dini.
Mahyunadi mengatakan angka tersebut merupakan kasus yang sudah masuk dalam data. Ia menyebut masih ada kemungkinan terdapat kasus lain yang belum tercatat.
“Itu yang terdata. Belum masuk yang kemarin didatangi THM di pinggir jalan. Ada dua orang lagi,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena pencegahan tidak seharusnya dilakukan setelah persoalan muncul. Upaya untuk mengurangi risiko perlu dimulai sejak dini melalui pembinaan dan perhatian terhadap lingkungan sosial masyarakat.
“Ini mengkhawatirkan. Kita yang punya kesempatan untuk memperbaiki, punya kesempatan dan punya wewenang serta punya kekuasaan untuk memperbaiki, itu kita perbaiki,” katanya.
Mahyunadi mengatakan upaya pencegahan juga perlu menyentuh perilaku dan lingkungan sosial. Ia menilai pembinaan sejak awal dapat menjadi salah satu bagian dalam mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
“Kalau kita bisa mencegah hari ini, kita cegah,” pungkasnya.
(Sf/Lo)