Cari disini...
Seputar Kaltim
Stand Dinsos PPU yang memamerkan karya milik eks ODGJ di Stadion Panglima Sentik.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Sebanyak 14 karya dari eks penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berupa lampu hias pipa paralon dipamerkan di Tenda A pada stand Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitas Dinsos PPU, Sarnah mengatakan pembuat dari lampu hias dari pipa paralon yang bermotif lafaz Al-Qur'an, burung garuda dan beberapa tokoh pejabat di PPU itu bernama Ridwan seorang penyandang disabilitas binaan Dinsos PPU.
“Kami menjual karya miliknya dengan dipasang harga Rp200 ribu dan saat ini sudah terjual setengah dari jumlah karya yang dipamerkan,” ucap Sarnah, Minggu (18/8/2024).
Dengan terjualnya karya itu, tentunya Dinsos PPU tidak mengambil untung sepeserpun karena itu merupakan hasil jerih payah Ridwan dalam membuat karya tersebut.
Meski memiliki keterbatasan dan tak memiliki anggota tubuh yang lengkap, tak membuat Ridwan menyerah dalam menyalurkan bakat dan kreatifitas yang ia punya.
Bahkan dari hasil kerja kerasnya menekuni bidang itu, karya milikinya sering kali ditampilkan pada pameran yang digelar di Samarinda dan luar daerah.
Kata Sarnah, untuk proses pembuatannya Ridwan perlu membuat desain terlebih dahulu melalui komputer, setelah itu mulai mengukir motif di pipa paralon kemudian diwarnai sesuai dengan keinginan dirinya maupun pesanan orang lain.
“Kami terkadang heran, dia ini kan maaf seorang (ODGJ) tetapi dia memiliki kecerdasan dalam menggunakan komputer dan mengekspresikan imajinasinya melalui sebuah karya yang ia buat,” sebutnya.
Dengan pelayanan dan pembinaan yang diberikan oleh Dinsos PPU, terbukti seorang eks ODGJ ini mulai pulih secara mental bahkan tumbuh seperti orang pada umumnya.
“Kami secara rutin memberikan obat kepada penyandang disabilitas mental dengan dosis yang semakin sedikit, akan tetapi jauh berbeda denhan dosis yang kami diberikan ketika dia masih awal menjadi ODGJ,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Stand Dinsos PPU yang memamerkan karya milik eks ODGJ di Stadion Panglima Sentik.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Sebanyak 14 karya dari eks penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berupa lampu hias pipa paralon dipamerkan di Tenda A pada stand Dinas Sosial (Dinsos) Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitas Dinsos PPU, Sarnah mengatakan pembuat dari lampu hias dari pipa paralon yang bermotif lafaz Al-Qur'an, burung garuda dan beberapa tokoh pejabat di PPU itu bernama Ridwan seorang penyandang disabilitas binaan Dinsos PPU.
“Kami menjual karya miliknya dengan dipasang harga Rp200 ribu dan saat ini sudah terjual setengah dari jumlah karya yang dipamerkan,” ucap Sarnah, Minggu (18/8/2024).
Dengan terjualnya karya itu, tentunya Dinsos PPU tidak mengambil untung sepeserpun karena itu merupakan hasil jerih payah Ridwan dalam membuat karya tersebut.
Meski memiliki keterbatasan dan tak memiliki anggota tubuh yang lengkap, tak membuat Ridwan menyerah dalam menyalurkan bakat dan kreatifitas yang ia punya.
Bahkan dari hasil kerja kerasnya menekuni bidang itu, karya milikinya sering kali ditampilkan pada pameran yang digelar di Samarinda dan luar daerah.
Kata Sarnah, untuk proses pembuatannya Ridwan perlu membuat desain terlebih dahulu melalui komputer, setelah itu mulai mengukir motif di pipa paralon kemudian diwarnai sesuai dengan keinginan dirinya maupun pesanan orang lain.
“Kami terkadang heran, dia ini kan maaf seorang (ODGJ) tetapi dia memiliki kecerdasan dalam menggunakan komputer dan mengekspresikan imajinasinya melalui sebuah karya yang ia buat,” sebutnya.
Dengan pelayanan dan pembinaan yang diberikan oleh Dinsos PPU, terbukti seorang eks ODGJ ini mulai pulih secara mental bahkan tumbuh seperti orang pada umumnya.
“Kami secara rutin memberikan obat kepada penyandang disabilitas mental dengan dosis yang semakin sedikit, akan tetapi jauh berbeda denhan dosis yang kami diberikan ketika dia masih awal menjadi ODGJ,” pungkasnya.
(Sf/Rs)