Seputar Kaltim

    Kartu Pembelian LPG 3 Kg Berlaku Awal September, Kadisdag Samarinda: Yang tidak punya kartu masih bisa beli

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Agustus 2024 pukul 20:34 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Plt Asisten II Setdakot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa kartu pengambilan LPG (elpiji) 3 kilogram akan diluncurkan pada awal September mendatang. 

    Pengadaan kartu ini merupakan langkah preventif untuk mengatasi potensi kelangkaan gas elpiji bersubsidi, yang sering disebut "gas melon" yang sering terjadi secara berulang di waktu-waktu tertentu. 

    Kelurahan Bukit Pinang akan menjadi wilayah pertama yang menerapkan program ini, dengan 500 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima kartu. 

    "Elpiji 3 kg ini ditujukan untuk masyarakat miskin dan UMKM. Untuk tahap awal, kita fokus dulu pada masyarakat yang sudah terdata, yaitu 500 penerima," ujar Marnabas, Jumat (9/8/2024). 

    Ia menjelaskan bahwa jatah elpiji 3 kilogram di Kelurahan Bukit Pinang tiap bulannya mencapai 4.040 tabung. Sementara itu, untuk melayani 500 KK tersebut, hanya dibutuhkan sekitar 1500 tabung, sehingga masih ada sisa yang bisa dijual kepada UMKM dan masyarakat sekitar.

    Namun, Marnabas mengungkapkan bahwa di beberapa pangkalan yang ada di wilayah itu kuota tabung tidak sesuai dengan kebutuhan yang harus dilayaninya. 

    Di mana warga yang dilayani di pangkalan harus mengeluarkan 636 tabung per bulan, sedangkan jatah dari Pertamina hanya 400 tabung. 

    "Kami sudah meminta Pertamina untuk menambah kuota 400 tabung lagi, sehingga kuota pangkalan itu akan bertambah menjadi 800 tabung per bulan," tambahnya.

    Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Samarinda ini juga menegaskan bahwa persiapan peluncuran kartu ini hampir selesai, dengan dukungan penuh dari agen dan pangkalan elpiji. 

    Uji coba akan dilakukan selama satu bulan di Kelurahan Bukit Pinang, dan jika berjalan lancar, program ini akan diperluas ke seluruh kelurahan di Samarinda.

    "Pemerintah ingin melindungi masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi ini. Kami hanya memberikan waktu dua hari untuk pengambilan, agar tidak menghambat proses distribusi selanjutnya," jelasnya. 

    Untuk memastikan transparansi daftar nama penerima akan ditempel di pangkalan, sehingga saat pengambilan, penerima dapat mengecek kesesuaian nama mereka dengan kartu yang dimiliki.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kartu Pembelian LPG 3 Kg Berlaku Awal September, Kadisdag Samarinda: Yang tidak punya kartu masih bisa beli

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    09 Agustus 2024 pukul 20:34 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Plt Asisten II Setdakot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa kartu pengambilan LPG (elpiji) 3 kilogram akan diluncurkan pada awal September mendatang. 

    Pengadaan kartu ini merupakan langkah preventif untuk mengatasi potensi kelangkaan gas elpiji bersubsidi, yang sering disebut "gas melon" yang sering terjadi secara berulang di waktu-waktu tertentu. 

    Kelurahan Bukit Pinang akan menjadi wilayah pertama yang menerapkan program ini, dengan 500 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima kartu. 

    "Elpiji 3 kg ini ditujukan untuk masyarakat miskin dan UMKM. Untuk tahap awal, kita fokus dulu pada masyarakat yang sudah terdata, yaitu 500 penerima," ujar Marnabas, Jumat (9/8/2024). 

    Ia menjelaskan bahwa jatah elpiji 3 kilogram di Kelurahan Bukit Pinang tiap bulannya mencapai 4.040 tabung. Sementara itu, untuk melayani 500 KK tersebut, hanya dibutuhkan sekitar 1500 tabung, sehingga masih ada sisa yang bisa dijual kepada UMKM dan masyarakat sekitar.

    Namun, Marnabas mengungkapkan bahwa di beberapa pangkalan yang ada di wilayah itu kuota tabung tidak sesuai dengan kebutuhan yang harus dilayaninya. 

    Di mana warga yang dilayani di pangkalan harus mengeluarkan 636 tabung per bulan, sedangkan jatah dari Pertamina hanya 400 tabung. 

    "Kami sudah meminta Pertamina untuk menambah kuota 400 tabung lagi, sehingga kuota pangkalan itu akan bertambah menjadi 800 tabung per bulan," tambahnya.

    Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Samarinda ini juga menegaskan bahwa persiapan peluncuran kartu ini hampir selesai, dengan dukungan penuh dari agen dan pangkalan elpiji. 

    Uji coba akan dilakukan selama satu bulan di Kelurahan Bukit Pinang, dan jika berjalan lancar, program ini akan diperluas ke seluruh kelurahan di Samarinda.

    "Pemerintah ingin melindungi masyarakat yang benar-benar berhak menerima subsidi ini. Kami hanya memberikan waktu dua hari untuk pengambilan, agar tidak menghambat proses distribusi selanjutnya," jelasnya. 

    Untuk memastikan transparansi daftar nama penerima akan ditempel di pangkalan, sehingga saat pengambilan, penerima dapat mengecek kesesuaian nama mereka dengan kartu yang dimiliki.

    (Sf/Rs)