Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPBD PPU, Nurlaila. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) masih terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pun mendapat tambahan dukungan operasional sebesar Rp180 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kebutuhan penanganan di lapangan.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan tambahan anggaran tersebut sudah direalisasikan. Dana digunakan untuk menunjang kebutuhan petugas dan unsur gabungan yang masih melakukan pengendalian karhutla.
"Intensitas kejadian cukup tinggi pada Agustus dan September. Kalau melihat data luasan lahan yang terbakar, sudah hampir 300 hektare," kata Nurlaila, Jumat (18/9/2026).
Sebelumnya, BPBD PPU telah menerima BTT sebesar Rp107 juta. Dana tersebut sudah digunakan untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla, dengan sisa sekitar Rp10 juta yang belum dibelanjakan untuk kebutuhan air bersih.
Nurlaila mengatakan tambahan Rp180 juta diajukan karena kebutuhan di lapangan terus berjalan seiring kejadian karhutla yang masih ditemukan hampir setiap hari.
"Pencairan pertama sudah digunakan. Sekarang tahap kedua Rp180 juta sudah dicairkan," ujarnya.
Tambahan BTT tersebut akan menopang kebutuhan operasional selama penanganan, termasuk BBM, vitamin serta makan dan minum petugas yang terlibat dalam pengendalian karhutla.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPBD PPU, Nurlaila. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) masih terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pun mendapat tambahan dukungan operasional sebesar Rp180 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kebutuhan penanganan di lapangan.
Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan tambahan anggaran tersebut sudah direalisasikan. Dana digunakan untuk menunjang kebutuhan petugas dan unsur gabungan yang masih melakukan pengendalian karhutla.
"Intensitas kejadian cukup tinggi pada Agustus dan September. Kalau melihat data luasan lahan yang terbakar, sudah hampir 300 hektare," kata Nurlaila, Jumat (18/9/2026).
Sebelumnya, BPBD PPU telah menerima BTT sebesar Rp107 juta. Dana tersebut sudah digunakan untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla, dengan sisa sekitar Rp10 juta yang belum dibelanjakan untuk kebutuhan air bersih.
Nurlaila mengatakan tambahan Rp180 juta diajukan karena kebutuhan di lapangan terus berjalan seiring kejadian karhutla yang masih ditemukan hampir setiap hari.
"Pencairan pertama sudah digunakan. Sekarang tahap kedua Rp180 juta sudah dicairkan," ujarnya.
Tambahan BTT tersebut akan menopang kebutuhan operasional selama penanganan, termasuk BBM, vitamin serta makan dan minum petugas yang terlibat dalam pengendalian karhutla.
(Sf/Lo)