Seputar Kaltim

    Karhutla Paser Tembus 310 Kasus, 961 Hektare Lahan Terbakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 09:41 WITA

    Penanganan karhulta di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Lonjakan drastis kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Akumulasi anggka kejadian karhutla di Paser melonjak tajam dan mencapai 310 kejadian dengan total luasan lahan terbakar mencapai 961 hektare.

    Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menjelaskan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, Paser sebenarnya sudah mencatatkan frekuensi karhutla tertinggi di Kaltim. Pada rentang waktu terse but, tercatat 205 kejadian dengan total luas area terbakar mencapai 588,05 hektare.

    "Periode Januari hingga Agustus Kabupaten Paser sudah mencatatkan kejadian karhutla yang cukup tinggi," kata Ikhwan Antasari, Senin (14/9/2026).

    Memasuki awal bulan September 2026, kondisi di lapangan berubah secara drastis. Intensitas titik api dan luasan lahan yang hangus terbakar mengalami peningkatan sampai menyentuh angka 961 hektare dari 310 kejadian.

    Guna merespons lonjakan kasus tersebut, Pemkab Paser langsung memperkuat barisan penanganan di lapangan dengan mengoptimalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana. Sebanyak 120 personel gabungan dari berbagai unsur lintas sektor diterjunkan guna merespons kejadian karhulta.

    Tim gabungan tersebut melibatkan sinergi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Polres Paser, Kodim 0904/Paser, Manggala Agni, KPHP Kendilo, PMI, pihak perusahaan, hingga ORARI. Operasi itu turut diperkuat oleh keterlibatan aktif para relawan serta elemen masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

    Meskipun seluruh titik api hingga saat ini berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, proses pemadaman di lapangan tetap menghadapi hambatan. Akses lokasi kebakaran yang berada di medan sulit, seperti jalan sempit dan kawasan rawa, menyulitkan petugas menjangkau titik api secara cepat.

    Faktor cuaca ekstrem, termasuk hembusan angin kencang, vegetasi semak belukar yang mengering, kondisi lahan gambut, serta menyusutnya sumber air di sekitar lokasi, membuat api dengan cepat meluas.

    "Hujan lokal yang sempat mengguyur beberapa desa pada 8 September lalu juga belum memberikan dampak signifikan untuk membasahi keseluruhan area rawan di Kabupaten Paser," tambahnya.

    Ikhwan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan melaporkan jika menemukan adanya titik api di sekitar wilayah mereka agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum merambat ke wilayah yang lebih luas.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Karhutla Paser Tembus 310 Kasus, 961 Hektare Lahan Terbakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 09:41 WITA

    Penanganan karhulta di Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)

    Tana Paser - Lonjakan drastis kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Akumulasi anggka kejadian karhutla di Paser melonjak tajam dan mencapai 310 kejadian dengan total luasan lahan terbakar mencapai 961 hektare.

    Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menjelaskan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, Paser sebenarnya sudah mencatatkan frekuensi karhutla tertinggi di Kaltim. Pada rentang waktu terse but, tercatat 205 kejadian dengan total luas area terbakar mencapai 588,05 hektare.

    "Periode Januari hingga Agustus Kabupaten Paser sudah mencatatkan kejadian karhutla yang cukup tinggi," kata Ikhwan Antasari, Senin (14/9/2026).

    Memasuki awal bulan September 2026, kondisi di lapangan berubah secara drastis. Intensitas titik api dan luasan lahan yang hangus terbakar mengalami peningkatan sampai menyentuh angka 961 hektare dari 310 kejadian.

    Guna merespons lonjakan kasus tersebut, Pemkab Paser langsung memperkuat barisan penanganan di lapangan dengan mengoptimalkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana. Sebanyak 120 personel gabungan dari berbagai unsur lintas sektor diterjunkan guna merespons kejadian karhulta.

    Tim gabungan tersebut melibatkan sinergi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Polres Paser, Kodim 0904/Paser, Manggala Agni, KPHP Kendilo, PMI, pihak perusahaan, hingga ORARI. Operasi itu turut diperkuat oleh keterlibatan aktif para relawan serta elemen masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

    Meskipun seluruh titik api hingga saat ini berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, proses pemadaman di lapangan tetap menghadapi hambatan. Akses lokasi kebakaran yang berada di medan sulit, seperti jalan sempit dan kawasan rawa, menyulitkan petugas menjangkau titik api secara cepat.

    Faktor cuaca ekstrem, termasuk hembusan angin kencang, vegetasi semak belukar yang mengering, kondisi lahan gambut, serta menyusutnya sumber air di sekitar lokasi, membuat api dengan cepat meluas.

    "Hujan lokal yang sempat mengguyur beberapa desa pada 8 September lalu juga belum memberikan dampak signifikan untuk membasahi keseluruhan area rawan di Kabupaten Paser," tambahnya.

    Ikhwan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan melaporkan jika menemukan adanya titik api di sekitar wilayah mereka agar dapat segera dilakukan penanganan sebelum merambat ke wilayah yang lebih luas.

    (Sf/Rs)