Seputar Kaltim

    Karhutla Mengganas, Lahan Seluas 10,65 Hektare di Kelurahan Sepan, PPU Diamuk Api 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2026 pukul 20:23 WITA

    Pantauan perkembangan sebaran asap melalui foto udara karhutla di Sepan, Kecamatan Penajam, PPU. (Dok BPBD PPU)

    Penajam - Karhutla kembali membakar lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, sekitar 10,65 hektare lahan di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, terbakar pada Rabu (19/8/2026).

    Laporan kebakaran diterima Pusdalops BPBD PPU pukul 13.23 Wita. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan hingga pukul 19.00 Wita masih melakukan upaya pemadaman.

    BPBD juga memantau perkembangan sebaran asap melalui foto udara. Penyebab kebakaran belum diketahui.

    Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan karhutla di PPU memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Juli tercatat 16 kejadian, sedangkan hingga 19 Agustus jumlahnya mencapai 20 kejadian.

    "Peningkatan kejadian juga diikuti naiknya pantauan titik panas (hotspot) pada Juli-Agustus. Kemarau yang berlangsung panjang membuat ancaman kebakaran semakin tinggi," kata Nurlaila.

    Kebakaran di Sepan terjadi sehari setelah karhutla di RT 10 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Pada Selasa (18/8/2026), sekitar 400 meter persegi semak belukar terbakar.

    Petugas masih melakukan pemadaman karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 19.00 Wita. (Dok. BPBD PPU)Petugas masih melakukan pemadaman karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 19.00 Wita. (Dok. BPBD PPU)

    Laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan PPU menyebut kebakaran di Giripurwa dipicu pembakaran lahan. Api berhasil dipadamkan petugas sekitar 69 menit setelah laporan diterima dan tidak menimbulkan korban.

    Dengan tambahan kejadian di Sepan, catatan karhutla PPU sepanjang 2026 terus bertambah. Angkanya jauh di atas 2025 yang hanya mencatat enam kejadian dengan luas area terbakar 8,51 hektare.

    Penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi juga membuat BPBD PPU terus memperkuat pemantauan titik rawan dan penanganan setiap laporan kebakaran yang masuk.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Karhutla Mengganas, Lahan Seluas 10,65 Hektare di Kelurahan Sepan, PPU Diamuk Api 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2026 pukul 20:23 WITA

    Pantauan perkembangan sebaran asap melalui foto udara karhutla di Sepan, Kecamatan Penajam, PPU. (Dok BPBD PPU)

    Penajam - Karhutla kembali membakar lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kali ini, sekitar 10,65 hektare lahan di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, terbakar pada Rabu (19/8/2026).

    Laporan kebakaran diterima Pusdalops BPBD PPU pukul 13.23 Wita. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan hingga pukul 19.00 Wita masih melakukan upaya pemadaman.

    BPBD juga memantau perkembangan sebaran asap melalui foto udara. Penyebab kebakaran belum diketahui.

    Kepala BPBD PPU, Nurlaila mengatakan karhutla di PPU memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Juli tercatat 16 kejadian, sedangkan hingga 19 Agustus jumlahnya mencapai 20 kejadian.

    "Peningkatan kejadian juga diikuti naiknya pantauan titik panas (hotspot) pada Juli-Agustus. Kemarau yang berlangsung panjang membuat ancaman kebakaran semakin tinggi," kata Nurlaila.

    Kebakaran di Sepan terjadi sehari setelah karhutla di RT 10 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam. Pada Selasa (18/8/2026), sekitar 400 meter persegi semak belukar terbakar.

    Petugas masih melakukan pemadaman karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 19.00 Wita. (Dok. BPBD PPU)Petugas masih melakukan pemadaman karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 19.00 Wita. (Dok. BPBD PPU)

    Laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan PPU menyebut kebakaran di Giripurwa dipicu pembakaran lahan. Api berhasil dipadamkan petugas sekitar 69 menit setelah laporan diterima dan tidak menimbulkan korban.

    Dengan tambahan kejadian di Sepan, catatan karhutla PPU sepanjang 2026 terus bertambah. Angkanya jauh di atas 2025 yang hanya mencatat enam kejadian dengan luas area terbakar 8,51 hektare.

    Penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi juga membuat BPBD PPU terus memperkuat pemantauan titik rawan dan penanganan setiap laporan kebakaran yang masuk.

    (Sf/Rs)