Seputar Kaltim

    Karhutla Hanguskan Kebun Warga dan Memicu ISPA, Sekda PPU Sebut Kerugian Sangat Nyata

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 19:06 WITA

    Sekretaris Daerah PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menegaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di PPU telah menimbulkan kerugian nyata, mulai dari ekonomi hingga kesehatan masyarakat.

    Dampak nyata yang paling terasa adalah kebakaran lahan perkebunan produktif milik warga, serta kabut asap yang menyelimuti wilayah PPU.

    "Paling terasa sampai saat ini nyata kerugian ekonomi. Lahan yang punya komoditas perkebunan banyak terbakar. Di samping itu kita terdampak udara kabut asap, itu sangat merugikan," ujar Tohar, belum lama ini.

    Akibat kabut asap tersebut, Pemkab PPU kini melakukan pengukuran kualitas udara secara intensif pagi dan sore. Hasilnya akan menjadi rujukan bagi Dinas Pendidikan untuk menentukan kebijakan pembelajaran.

    "Saya minta Disdikpora menjadikan hasil pengukuran udara itu sebagai referensi, apakah perlu pembelajaran jarak jauh atau tetap tatap muka dengan cara bermasker," kata dia.

    Tohar menyebut, dampak kesehatan juga sudah terpantau. Dinas Kesehatan melaporkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang datanya juga dilaporkan secara berjenjang ke Kementerian Kesehatan untuk pemantauan dampak.

    Pemkab PPU sendiri telah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. Baik personel maupun dukungan anggaran melalui penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah tiga kali dicairkan.

    Tohar menegaskan hampir semua kejadian karhutla diduga sengaja. Modus tersebut bisa ditelusuri jika setelah kebakaran muncul pemasangan patok di lahan bekas terbakar.

    "Hampir semua kejadian itu sengaja. Fenomenanya kelihatan, apakah habis kebakaran ada yang memasang patok, tinggal ditelusuri saja," tegasnya.

    Ia pun meminta masyarakat berhenti membuka lahan dengan cara membakar.

    "Berhentilah menggunakan cara pembakaran baik untuk pekarangan maupun pembukaan kebun," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Karhutla Hanguskan Kebun Warga dan Memicu ISPA, Sekda PPU Sebut Kerugian Sangat Nyata

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2026 pukul 19:06 WITA

    Sekretaris Daerah PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menegaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di PPU telah menimbulkan kerugian nyata, mulai dari ekonomi hingga kesehatan masyarakat.

    Dampak nyata yang paling terasa adalah kebakaran lahan perkebunan produktif milik warga, serta kabut asap yang menyelimuti wilayah PPU.

    "Paling terasa sampai saat ini nyata kerugian ekonomi. Lahan yang punya komoditas perkebunan banyak terbakar. Di samping itu kita terdampak udara kabut asap, itu sangat merugikan," ujar Tohar, belum lama ini.

    Akibat kabut asap tersebut, Pemkab PPU kini melakukan pengukuran kualitas udara secara intensif pagi dan sore. Hasilnya akan menjadi rujukan bagi Dinas Pendidikan untuk menentukan kebijakan pembelajaran.

    "Saya minta Disdikpora menjadikan hasil pengukuran udara itu sebagai referensi, apakah perlu pembelajaran jarak jauh atau tetap tatap muka dengan cara bermasker," kata dia.

    Tohar menyebut, dampak kesehatan juga sudah terpantau. Dinas Kesehatan melaporkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang datanya juga dilaporkan secara berjenjang ke Kementerian Kesehatan untuk pemantauan dampak.

    Pemkab PPU sendiri telah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. Baik personel maupun dukungan anggaran melalui penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah tiga kali dicairkan.

    Tohar menegaskan hampir semua kejadian karhutla diduga sengaja. Modus tersebut bisa ditelusuri jika setelah kebakaran muncul pemasangan patok di lahan bekas terbakar.

    "Hampir semua kejadian itu sengaja. Fenomenanya kelihatan, apakah habis kebakaran ada yang memasang patok, tinggal ditelusuri saja," tegasnya.

    Ia pun meminta masyarakat berhenti membuka lahan dengan cara membakar.

    "Berhentilah menggunakan cara pembakaran baik untuk pekarangan maupun pembukaan kebun," pungkasnya.

    (Sf/Lo)