Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Karhutla di Sangatta Selatan Hanguskan 10 Hektare Lahan, Api Padam Setelah Lima Jam

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 10:42 WITA

    Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kecamatan Sangatta Selatan yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda pada Selasa (3/11/2026) itu baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama beberapa jam.

    Dua lokasi terdampak berada di Jalan Poros Bontang–Sangatta Kilometer 22, RT 23, Dusun Mekar Baru, Desa Sangkima, serta kawasan Gang Damai dekat Patung Burung, Desa Pinang Raya.

    Kapolsek Sangatta Utara, AKP Bambang Eko menjelaskan, laporan kebakaran di Kilometer 22 diterima sekitar pukul 13.18 Wita. Lima menit kemudian, laporan titik api lainnya masuk dari kawasan Gang Damai.

    Setelah menerima informasi tersebut, personel gabungan langsung dikerahkan menuju kedua lokasi. Tim mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 14.40 Wita dan berhasil mengendalikan api sepenuhnya pada pukul 19.30 Wita.

    “Begitu menerima laporan adanya titik api, personel gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar AKP Bambang, Rabu (4/11/2026). 

    Penanganan karhutla melibatkan puluhan personel dari sejumlah unsur. Di antaranya 32 personel Polisi Kehutanan, empat personel BPBD Kutim, empat personel TNI dan Polri, serta dukungan Brimob, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan organisasi masyarakat.

    Untuk menunjang pemadaman, tim mengerahkan sejumlah kendaraan pengangkut air dan armada pemadam. Peralatan tersebut meliputi mobil tangki Kecamatan Sangatta Selatan berkapasitas 1.200 liter, kendaraan BPBD 4.000 liter, dua mobil suplai air Taman Nasional Kutai (TNK) masing-masing berkapasitas 5.000 liter, serta satu unit mobil pemadam kebakaran.

    Berdasarkan perkiraan sementara, kebakaran di masing-masing lokasi menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Dengan demikian, total luasan yang terbakar mencapai kurang lebih 10 hektare.

    Bambang mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran, api yang tidak terkendali dapat menjalar ke area lain hingga mengancam permukiman.

    “Kami sudah sering menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena api bisa merambat dan mengancam permukiman warga,” tegasnya.

    Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil. Kepolisian bersama unsur terkait juga terus melakukan patroli dan mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum kebakaran meluas.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Karhutla di Sangatta Selatan Hanguskan 10 Hektare Lahan, Api Padam Setelah Lima Jam

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 10:42 WITA

    Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kecamatan Sangatta Selatan yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. (Foto: Polres Kutim)

    Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda pada Selasa (3/11/2026) itu baru berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan selama beberapa jam.

    Dua lokasi terdampak berada di Jalan Poros Bontang–Sangatta Kilometer 22, RT 23, Dusun Mekar Baru, Desa Sangkima, serta kawasan Gang Damai dekat Patung Burung, Desa Pinang Raya.

    Kapolsek Sangatta Utara, AKP Bambang Eko menjelaskan, laporan kebakaran di Kilometer 22 diterima sekitar pukul 13.18 Wita. Lima menit kemudian, laporan titik api lainnya masuk dari kawasan Gang Damai.

    Setelah menerima informasi tersebut, personel gabungan langsung dikerahkan menuju kedua lokasi. Tim mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 14.40 Wita dan berhasil mengendalikan api sepenuhnya pada pukul 19.30 Wita.

    “Begitu menerima laporan adanya titik api, personel gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar AKP Bambang, Rabu (4/11/2026). 

    Penanganan karhutla melibatkan puluhan personel dari sejumlah unsur. Di antaranya 32 personel Polisi Kehutanan, empat personel BPBD Kutim, empat personel TNI dan Polri, serta dukungan Brimob, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan organisasi masyarakat.

    Untuk menunjang pemadaman, tim mengerahkan sejumlah kendaraan pengangkut air dan armada pemadam. Peralatan tersebut meliputi mobil tangki Kecamatan Sangatta Selatan berkapasitas 1.200 liter, kendaraan BPBD 4.000 liter, dua mobil suplai air Taman Nasional Kutai (TNK) masing-masing berkapasitas 5.000 liter, serta satu unit mobil pemadam kebakaran.

    Berdasarkan perkiraan sementara, kebakaran di masing-masing lokasi menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Dengan demikian, total luasan yang terbakar mencapai kurang lebih 10 hektare.

    Bambang mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran, api yang tidak terkendali dapat menjalar ke area lain hingga mengancam permukiman.

    “Kami sudah sering menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena api bisa merambat dan mengancam permukiman warga,” tegasnya.

    Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil. Kepolisian bersama unsur terkait juga terus melakukan patroli dan mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum kebakaran meluas.

    (Sf/Rs)