Seputar Kaltim

    Karhutla di Samboja Hanguskan 15 Ha Lahan dan 1 Bangunan Sarang Walet

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Agustus 2026 pukul 20:21 WITA

    Bangunan sarang burung walet milik warga di Samboja yang terbakar (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda kawasan RT 01, 02 dan 03, Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (9/8/2026).

    Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.55 WITA itu menghanguskan sekitar 15 Hektare (Ha) lahan gambut dan satu bangunan sarang walet milik warga.

    Api yang diketahui muncul akibat cuaca panas dengan cepat membesar dan merambat ke area lahan gambut di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang kering membuat api semakin mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

    “Setelah menerima laporan dari Pak RT, petugas langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian dengan mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan proses pemadaman api,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Ia menyampaikan proses pemadaman dilakukan dengan menyasar titik-titik api yang masih membakar lahan gambut. 

    “Saya tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.16 WITA,” terangnya.

    Ia menyatakan petugas telah melakukan penyekatan di sekitar bangunan sarang burung walet guna memastikan api tidak merambat ke bangunan maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

    Namun, saat petugas telah mengemas peralatan dan hendak meninggalkan lokasi, api tiba-tiba muncul di bangunan sarang burung walet. 

    Kemunculan api tersebut diduga berasal dari bara yang terbawa angin dan mengenai material bangunan yang mudah terbakar.

    “Sepertinya ada bara api terbawa angin, lalu mengenai jaring paranet di bangunan sarang walet karena sebelum petugas hendak pergi, sekeliling bangunan itu telah dibasahi agar api tidak merambat,” tandasnya.

    Kini petugas belum mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Karhutla di Samboja Hanguskan 15 Ha Lahan dan 1 Bangunan Sarang Walet

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Agustus 2026 pukul 20:21 WITA

    Bangunan sarang burung walet milik warga di Samboja yang terbakar (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda kawasan RT 01, 02 dan 03, Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (9/8/2026).

    Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.55 WITA itu menghanguskan sekitar 15 Hektare (Ha) lahan gambut dan satu bangunan sarang walet milik warga.

    Api yang diketahui muncul akibat cuaca panas dengan cepat membesar dan merambat ke area lahan gambut di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang kering membuat api semakin mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

    “Setelah menerima laporan dari Pak RT, petugas langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian dengan mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan proses pemadaman api,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Ia menyampaikan proses pemadaman dilakukan dengan menyasar titik-titik api yang masih membakar lahan gambut. 

    “Saya tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.16 WITA,” terangnya.

    Ia menyatakan petugas telah melakukan penyekatan di sekitar bangunan sarang burung walet guna memastikan api tidak merambat ke bangunan maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

    Namun, saat petugas telah mengemas peralatan dan hendak meninggalkan lokasi, api tiba-tiba muncul di bangunan sarang burung walet. 

    Kemunculan api tersebut diduga berasal dari bara yang terbawa angin dan mengenai material bangunan yang mudah terbakar.

    “Sepertinya ada bara api terbawa angin, lalu mengenai jaring paranet di bangunan sarang walet karena sebelum petugas hendak pergi, sekeliling bangunan itu telah dibasahi agar api tidak merambat,” tandasnya.

    Kini petugas belum mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.

    (Sf/Lo)