Seputar Kaltim

    Karhutla di Pelita 8 Sambutan, Angin Kencang Picu Api Menjalar

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 01:23 WITA

    Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, saat ditemui di lokasi kebakaran lahan di Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) terjadi di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VIII, perbatasan Kelurahan Pulau Atas dan Kelurahan Sambutan, Minggu (4/10/2026) sore.

    Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan kebakaran pertama terjadi di pinggir jalan protokol dan meluas dengan cepat akibat angin kencang.

    "Hari ini sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Sultan Sulaiman perbatasan antara Kelurahan Pulau Atas dan Kelurahan Sambutan ini terjadi kebakaran lahan pas di pinggir jalan protokol dan cukup besar karena angin kencang api menjulur kemudian menyebrang ke wilayah Sambutan juga di pinggir jalan," ujar Suwarso.

    Setelah sempat dipadamkan, api kembali menjalar ke area lereng gunung akibat kabut tebal dan angin kencang. Namun, tim di lapangan berhasil melakukan pemadaman.

    "Setelah itu kabut tebal dan angin kencang kembali api nyebrang kembali ke lereng gunung tapi sudah bisa dipadamkan dan terakhir sekitar pukul 17.14 WITA tadi ternyata api nyebrang lagi ke sebelah kiri," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, setelah mendapat informasi tersebut, tim relawan bersama tim terpadu langsung melakukan pemadaman di beberapa titik.

    Menurutnya, proses pemadaman memiliki risiko tinggi karena terdapat kabel optik yang terbakar dan aliran listrik vital di sekitar lokasi. Pihak PLN pun berpesan agar tidak menyemprotkan air ke arah kabel.

    "Kini risikonya memang agak tinggi karena asap ya, karena ada beberapa kabel optik yang terbakar, pesan dari PLN karena aliran listrik ini vital ya jadi dihimbau untuk tidak menyemprotkan ke arah kabel atau ke atas," katanya.

    Sekitar pukul 17.30 WITA api berhasil dipadamkan, namun BPBD tetap melakukan pemantauan karena potensi api kecil terbawa angin dan kembali menyala masih ada.

    "Namun kemudian tetap dalam pantauan kami karena memang mungkin masih terjadi api yang kecil itu terbawa angin itu juga akan potensi api kembali nyala," pungkasnya.

    Ia pun mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan Pelita VIII untuk berhati-hati karena asap tebal masih menyelimuti jalan protokol.

    "Kami berpesan pada pengguna jalan khususnya di daerah Pelita VIII jalan protokol ini karena asapnya juga cukup tebal kabut agar berhati-hati selalu menyalakan lampu motor agar lebih aman," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Karhutla di Pelita 8 Sambutan, Angin Kencang Picu Api Menjalar

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 01:23 WITA

    Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, saat ditemui di lokasi kebakaran lahan di Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) terjadi di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VIII, perbatasan Kelurahan Pulau Atas dan Kelurahan Sambutan, Minggu (4/10/2026) sore.

    Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan kebakaran pertama terjadi di pinggir jalan protokol dan meluas dengan cepat akibat angin kencang.

    "Hari ini sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Sultan Sulaiman perbatasan antara Kelurahan Pulau Atas dan Kelurahan Sambutan ini terjadi kebakaran lahan pas di pinggir jalan protokol dan cukup besar karena angin kencang api menjulur kemudian menyebrang ke wilayah Sambutan juga di pinggir jalan," ujar Suwarso.

    Setelah sempat dipadamkan, api kembali menjalar ke area lereng gunung akibat kabut tebal dan angin kencang. Namun, tim di lapangan berhasil melakukan pemadaman.

    "Setelah itu kabut tebal dan angin kencang kembali api nyebrang kembali ke lereng gunung tapi sudah bisa dipadamkan dan terakhir sekitar pukul 17.14 WITA tadi ternyata api nyebrang lagi ke sebelah kiri," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, setelah mendapat informasi tersebut, tim relawan bersama tim terpadu langsung melakukan pemadaman di beberapa titik.

    Menurutnya, proses pemadaman memiliki risiko tinggi karena terdapat kabel optik yang terbakar dan aliran listrik vital di sekitar lokasi. Pihak PLN pun berpesan agar tidak menyemprotkan air ke arah kabel.

    "Kini risikonya memang agak tinggi karena asap ya, karena ada beberapa kabel optik yang terbakar, pesan dari PLN karena aliran listrik ini vital ya jadi dihimbau untuk tidak menyemprotkan ke arah kabel atau ke atas," katanya.

    Sekitar pukul 17.30 WITA api berhasil dipadamkan, namun BPBD tetap melakukan pemantauan karena potensi api kecil terbawa angin dan kembali menyala masih ada.

    "Namun kemudian tetap dalam pantauan kami karena memang mungkin masih terjadi api yang kecil itu terbawa angin itu juga akan potensi api kembali nyala," pungkasnya.

    Ia pun mengimbau kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan Pelita VIII untuk berhati-hati karena asap tebal masih menyelimuti jalan protokol.

    "Kami berpesan pada pengguna jalan khususnya di daerah Pelita VIII jalan protokol ini karena asapnya juga cukup tebal kabut agar berhati-hati selalu menyalakan lampu motor agar lebih aman," tutupnya.

    (Sf/Lo)