Cari disini...
Seputar Kaltim
Insiden karhutla yang terjadi di Desa Muara Badak Ilir (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong- Sekitar 23 Hektare (Ha) lahan di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (24/8/2026) malam.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.20 WITA. Kala itu, kobaran api yang muncul perlahan membakar lahan kering hingga api dengan cepat meluas dan menghanguskan vegetasi di sekitar lokasi.
“Petugas langsung menuju ke lokasi kejadian usai menerima laporan terkait adanya karhutla di dekat permukiman warga sekitar pukul 20.27 WITA,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, Selasa (25/8/2026).
Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas dan mendekati permukiman warga.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu hampir tiga jam.
Setelah berhasil memadamkan api, petugas langsung melakukan pendinginan di sejumlah titik guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Metode pemadaman yang dilakukan petugas yaitu menggunakan cara penyekatan dan pemblokiran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.32 WITA,” tandasnya.
Kini belum diketahui pasti penyebab terjadinya insiden karhutla tersebut.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Insiden karhutla yang terjadi di Desa Muara Badak Ilir (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong- Sekitar 23 Hektare (Ha) lahan di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (24/8/2026) malam.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.20 WITA. Kala itu, kobaran api yang muncul perlahan membakar lahan kering hingga api dengan cepat meluas dan menghanguskan vegetasi di sekitar lokasi.
“Petugas langsung menuju ke lokasi kejadian usai menerima laporan terkait adanya karhutla di dekat permukiman warga sekitar pukul 20.27 WITA,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, Selasa (25/8/2026).
Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas dan mendekati permukiman warga.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu hampir tiga jam.
Setelah berhasil memadamkan api, petugas langsung melakukan pendinginan di sejumlah titik guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Metode pemadaman yang dilakukan petugas yaitu menggunakan cara penyekatan dan pemblokiran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.32 WITA,” tandasnya.
Kini belum diketahui pasti penyebab terjadinya insiden karhutla tersebut.
(Sf/Rs)