Cari disini...
Seputar Kaltim
Petugas Disdamkar Matan Kukar saat melakukan proses pemadaman Karhutla (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Poros Muara Badak-Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak serta Kelurahan Dondang hingga Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) menghanguskan lahan seluas 153 Hektare (Ha), Sabtu (5/8/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani menyampaikan kebakaran itu meliputi lahan seluas sekitar 70 Ha di Desa Tanjung Limau, Muara Badak dan sekitar 83 Ha di Muara Jawa.
Dalam insiden itu, kebakaran yang terjadi di Muara Jawa diduga dipicu adanya aktivitas pembakaran sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Dugaan pembakaran tersebut mengakibatkan api tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya menjalar dan meluas ke area lain.
Kondisi ini diperparah dengan sebagian besar lahan di kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang mudah terbakar.
“Menurut laporan anggota, diindikasikan adanya pembakaran yang disengaja, entah itu berawal dari pembakaran sampah kecil atau pembersihan lahan pribadi yang apinya tidak dikontrol dengan baik, sehingga menjalar dan menjadi di luar kendali. Apalagi lahan terbesar di sana adalah gambut,” ujar Fida, Minggu (6/8/2026).
Mengetahui insiden itu, petugas langsung menuju ke lokasi kejadian sekitar pukul 15.41 WITA usai menerima laporan dari warga dan langsung melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.
Sementara di Muara Badak, Petugas Disdamkar Matan menerima laporan Karhutla yang berada di dekat permukiman warga sekitar pukul 12.26 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 13 personel bersama empat anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan warga setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Tim mulai melakukan penanganan sekitar pukul 13.10-20.06 WITA. Pemadaman dilakukan dengan metode penyekatan dan pemblokiran untuk mencegah api meluas.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas sempat menghadapi kendala, salah satunya adalah angin kencang yang membuat api terus menjalar.
“Saat ini kondisi anggota sangat kelelahan dan badan mulai terasa tidak fit, tapi tidak ada yang tumbang atau hingga masuk ke rumah sakit saat proses pemadaman berlangsung,” terangnya.
Beruntung berkat aksi cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar hingga ke permukiman warga.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas Disdamkar Matan Kukar saat melakukan proses pemadaman Karhutla (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Poros Muara Badak-Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak serta Kelurahan Dondang hingga Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) menghanguskan lahan seluas 153 Hektare (Ha), Sabtu (5/8/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani menyampaikan kebakaran itu meliputi lahan seluas sekitar 70 Ha di Desa Tanjung Limau, Muara Badak dan sekitar 83 Ha di Muara Jawa.
Dalam insiden itu, kebakaran yang terjadi di Muara Jawa diduga dipicu adanya aktivitas pembakaran sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Dugaan pembakaran tersebut mengakibatkan api tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya menjalar dan meluas ke area lain.
Kondisi ini diperparah dengan sebagian besar lahan di kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang mudah terbakar.
“Menurut laporan anggota, diindikasikan adanya pembakaran yang disengaja, entah itu berawal dari pembakaran sampah kecil atau pembersihan lahan pribadi yang apinya tidak dikontrol dengan baik, sehingga menjalar dan menjadi di luar kendali. Apalagi lahan terbesar di sana adalah gambut,” ujar Fida, Minggu (6/8/2026).
Mengetahui insiden itu, petugas langsung menuju ke lokasi kejadian sekitar pukul 15.41 WITA usai menerima laporan dari warga dan langsung melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.
Sementara di Muara Badak, Petugas Disdamkar Matan menerima laporan Karhutla yang berada di dekat permukiman warga sekitar pukul 12.26 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 13 personel bersama empat anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan warga setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Tim mulai melakukan penanganan sekitar pukul 13.10-20.06 WITA. Pemadaman dilakukan dengan metode penyekatan dan pemblokiran untuk mencegah api meluas.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas sempat menghadapi kendala, salah satunya adalah angin kencang yang membuat api terus menjalar.
“Saat ini kondisi anggota sangat kelelahan dan badan mulai terasa tidak fit, tapi tidak ada yang tumbang atau hingga masuk ke rumah sakit saat proses pemadaman berlangsung,” terangnya.
Beruntung berkat aksi cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar hingga ke permukiman warga.
(Sf/Lo)