Cari disini...
Seputar Kaltim
Karhutla yang terjadi di Jalur 2 Tenggarong-Samarinda (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Jalur Dua Tenggarong-Samarinda, tepatnya di Kilometer (Km) 9, Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan menghanguskan lahan sekitar 3,5 Hektare (Ha), Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, karhutla menghanguskan sekitar 1,5 Ha lahan yang berada di sisi kiri jalan dari arah Tenggarong menuju Samarinda dan sekitar dua Ha di sisi kanan jalan.
Petugas mendapati ada tiga titik api di kawasan tersebut. Satu titik berada di sisi kiri jalan, sementara dua titik lainnya berada di sisi kanan dan berdekatan.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan personel langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 12.24 WITA.
“Jadi setelah menerima laporan itu, petugas kita langsung ke sana dengan membawa sejumlah armada,” ujar Fida.
Setibanya di lokasi, petugas bersama sejumlah relawan dan unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas sempat menghadapi kendala, yakni terkait minimnya akses terhadap sumber air.
Untungnya petugas berhasil menemukan sumber air dengan memanfaatkan air dari area persawahan yang berada di sekitar Km 7-8.
Dalam insiden ini, sempat muncul dugaan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan.
“Untuk dugaan insiden itu sengaja dibakar atau tidak, kita belum bisa pastikan dan kini masih diselidiki oleh pihak berwenang,” ungkapnya.
Api juga sempat terlihat masih menyala hingga sekitar pukul 19.00 WITA. Kondisi tersebut terjadi karena terdapat material batu bara sitaan di lokasi yang masih mengeluarkan api.
Karena kondisi tersebut, petugas terpaksa meninggalkan lokasi dan kembali ke posko untuk bersiaga meski api masih menyala dengan skala kecil.
“Mengapa api masih menyala sekitar jam 7-an itu? Karena di tempat itu ada batu bara sitaan, sehingga api yang nyala tidak bisa dipadamkan. Kita terpaksa kembali ke posko meski api masih menyala, tapi hanya kecil,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Karhutla yang terjadi di Jalur 2 Tenggarong-Samarinda (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Jalur Dua Tenggarong-Samarinda, tepatnya di Kilometer (Km) 9, Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan menghanguskan lahan sekitar 3,5 Hektare (Ha), Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, karhutla menghanguskan sekitar 1,5 Ha lahan yang berada di sisi kiri jalan dari arah Tenggarong menuju Samarinda dan sekitar dua Ha di sisi kanan jalan.
Petugas mendapati ada tiga titik api di kawasan tersebut. Satu titik berada di sisi kiri jalan, sementara dua titik lainnya berada di sisi kanan dan berdekatan.
Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani mengatakan personel langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 12.24 WITA.
“Jadi setelah menerima laporan itu, petugas kita langsung ke sana dengan membawa sejumlah armada,” ujar Fida.
Setibanya di lokasi, petugas bersama sejumlah relawan dan unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman.
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas sempat menghadapi kendala, yakni terkait minimnya akses terhadap sumber air.
Untungnya petugas berhasil menemukan sumber air dengan memanfaatkan air dari area persawahan yang berada di sekitar Km 7-8.
Dalam insiden ini, sempat muncul dugaan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan.
“Untuk dugaan insiden itu sengaja dibakar atau tidak, kita belum bisa pastikan dan kini masih diselidiki oleh pihak berwenang,” ungkapnya.
Api juga sempat terlihat masih menyala hingga sekitar pukul 19.00 WITA. Kondisi tersebut terjadi karena terdapat material batu bara sitaan di lokasi yang masih mengeluarkan api.
Karena kondisi tersebut, petugas terpaksa meninggalkan lokasi dan kembali ke posko untuk bersiaga meski api masih menyala dengan skala kecil.
“Mengapa api masih menyala sekitar jam 7-an itu? Karena di tempat itu ada batu bara sitaan, sehingga api yang nyala tidak bisa dipadamkan. Kita terpaksa kembali ke posko meski api masih menyala, tapi hanya kecil,” tandasnya.
(Sf/Lo)