Seputar Kaltim

    Karhutla Beruntun di PPU, Sepan Terbakar 10,65 Hektare dan Babulu 1 Hektare

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    20 Agustus 2026 pukul 11:46 WITA

    Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan 1 hektare di Babulu. (Dok. DPKP PPU)

    Penajam - Karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, yang membakar sekitar 10,65 hektare lahan baru selesai ditangani hingga tengah malam. Pada malam yang sama, petugas kembali bergerak ke RT 10 Desa Babulu Darat untuk memadamkan karhutla sekitar 1 hektare.

    Kebakaran di Sepan dilaporkan Pusdalops BPBD PPU pada Rabu (19/8/2026) pukul 13.23 WITA. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

    Penanganan berlangsung sekitar 10 jam 37 menit hingga selesai pukul 00.00 WITA. Lahan yang terbakar berupa area mineral dengan semak belukar, pepohonan dan tumpukan kayu berukuran besar.

    "Secara visual di lokasi karhutla api sudah padam namun masih terdapat banyak bara-bara api dan titik asap yang belum dapat dilakukan pemadaman malam hari," demikian laporan Pusdalops BPBD PPU.

    Tim gabungan yang turun terdiri dari BPBD PPU, DPKP Pos Sotek, KPHP Bongan dan Telake, Dinas Pertanian, PT Balikpapan Wana Lestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga.

    Penyebab kebakaran di Sepan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tim masih melakukan pengecekan dan pendinginan. 

    Belum selesai penanganan di Sepan, laporan karhutla kembali masuk dari RT 10 Desa Babulu Darat. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.10 WITA dan laporan diterima Pusdalops pada pukul 23.04 WITA.

    Petugas DPKP Pos Babulu tiba pukul 22.11 WITA dan melakukan pemadaman hingga pukul 00.23 WITA. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare.

    Dalam laporan DPKP, kebakaran disebut kembali menyala di lokasi yang sebelumnya terbakar. Pelaku pembakaran sampah di area tersebut juga telah diamankan pihak berwajib.

    Dua titik karhutla tersebut sama-sama ditangani pada malam yang sama, dengan penanganan di Sepan berlangsung lebih dulu sejak siang hingga tengah malam.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Karhutla Beruntun di PPU, Sepan Terbakar 10,65 Hektare dan Babulu 1 Hektare

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    20 Agustus 2026 pukul 11:46 WITA

    Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan 1 hektare di Babulu. (Dok. DPKP PPU)

    Penajam - Karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, yang membakar sekitar 10,65 hektare lahan baru selesai ditangani hingga tengah malam. Pada malam yang sama, petugas kembali bergerak ke RT 10 Desa Babulu Darat untuk memadamkan karhutla sekitar 1 hektare.

    Kebakaran di Sepan dilaporkan Pusdalops BPBD PPU pada Rabu (19/8/2026) pukul 13.23 WITA. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

    Penanganan berlangsung sekitar 10 jam 37 menit hingga selesai pukul 00.00 WITA. Lahan yang terbakar berupa area mineral dengan semak belukar, pepohonan dan tumpukan kayu berukuran besar.

    "Secara visual di lokasi karhutla api sudah padam namun masih terdapat banyak bara-bara api dan titik asap yang belum dapat dilakukan pemadaman malam hari," demikian laporan Pusdalops BPBD PPU.

    Tim gabungan yang turun terdiri dari BPBD PPU, DPKP Pos Sotek, KPHP Bongan dan Telake, Dinas Pertanian, PT Balikpapan Wana Lestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga.

    Penyebab kebakaran di Sepan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tim masih melakukan pengecekan dan pendinginan. 

    Belum selesai penanganan di Sepan, laporan karhutla kembali masuk dari RT 10 Desa Babulu Darat. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.10 WITA dan laporan diterima Pusdalops pada pukul 23.04 WITA.

    Petugas DPKP Pos Babulu tiba pukul 22.11 WITA dan melakukan pemadaman hingga pukul 00.23 WITA. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 1 hektare.

    Dalam laporan DPKP, kebakaran disebut kembali menyala di lokasi yang sebelumnya terbakar. Pelaku pembakaran sampah di area tersebut juga telah diamankan pihak berwajib.

    Dua titik karhutla tersebut sama-sama ditangani pada malam yang sama, dengan penanganan di Sepan berlangsung lebih dulu sejak siang hingga tengah malam.

    (Sf/Lo)