Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi rumah duka kawasan Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengunjungi rumah duka mantan Wakapolri dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Almarhum Komjen (Purn) Syafruddin Kambo, di Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Almarhum Syafruddin meninggal dunia pada usia 62 tahun, meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga besar Polri dan masyarakat Indonesia.
“Kami, yang hadir bersama sejumlah pejabat tinggi Polri, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas berpulangnya almarhum,” ucap Kapolri dalam siaran persnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat besar dari keluarga besar Polri atas wafatnya senior mereka.
“Kami keluarga besar Polri merasa sangat kehilangan sosok beliau, yang telah banyak memberikan kontribusi bagi institusi dan negara," jelasnya.
Kapolri juga menambahkan, beliau adalah seorang pemimpin yang penuh dedikasi, baik selama bertugas di kepolisian maupun di pemerintahan. Beliau meninggalkan jejak yang dalam di hati semua.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ajaknya.
Almarhum meninggal dunia Pukul 18.14 WIB di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dirawat karena kondisi kesehatannya.
Sebagai sosok yang dikenal dengan integritas dan pengabdiannya, ia juga dikenal luas di kalangan rekan-rekannya di Polri maupun di pemerintahan.
Semasa hidupnya, ia menjabat sebagai Wakapolri dan kemudian dipercaya sebagai Menpan-RB, di mana ia berperan dalam berbagai reformasi birokrasi yang berdampak luas pada sistem pemerintahan Indonesia.
“Masyarakat dan keluarga besar Polri merasa kehilangan besar atas meninggalnya Syafruddin, yang selama hidupnya selalu memberikan contoh teladan dalam pelayanan kepada masyarakat dan negara,” akunya.
Saat ini, keluarga almarhum sedang mempersiapkan pemakaman, dan rencananya akan diadakan upacara penghormatan terakhir untuk mengenang jasa-jasa almarhum yang luar biasa.
Kehilangan ini juga dirasakan oleh banyak pihak yang pernah bekerja sama dengan almarhum, baik di lingkungan Polri maupun pemerintah.
“Keluarga besar Polri pun berkomitmen untuk terus melanjutkan cita-cita dan harapan almarhum, serta berdoa agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” terangnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi rumah duka kawasan Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengunjungi rumah duka mantan Wakapolri dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Almarhum Komjen (Purn) Syafruddin Kambo, di Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Almarhum Syafruddin meninggal dunia pada usia 62 tahun, meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga besar Polri dan masyarakat Indonesia.
“Kami, yang hadir bersama sejumlah pejabat tinggi Polri, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas berpulangnya almarhum,” ucap Kapolri dalam siaran persnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengungkapkan rasa kehilangan yang sangat besar dari keluarga besar Polri atas wafatnya senior mereka.
“Kami keluarga besar Polri merasa sangat kehilangan sosok beliau, yang telah banyak memberikan kontribusi bagi institusi dan negara," jelasnya.
Kapolri juga menambahkan, beliau adalah seorang pemimpin yang penuh dedikasi, baik selama bertugas di kepolisian maupun di pemerintahan. Beliau meninggalkan jejak yang dalam di hati semua.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ajaknya.
Almarhum meninggal dunia Pukul 18.14 WIB di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dirawat karena kondisi kesehatannya.
Sebagai sosok yang dikenal dengan integritas dan pengabdiannya, ia juga dikenal luas di kalangan rekan-rekannya di Polri maupun di pemerintahan.
Semasa hidupnya, ia menjabat sebagai Wakapolri dan kemudian dipercaya sebagai Menpan-RB, di mana ia berperan dalam berbagai reformasi birokrasi yang berdampak luas pada sistem pemerintahan Indonesia.
“Masyarakat dan keluarga besar Polri merasa kehilangan besar atas meninggalnya Syafruddin, yang selama hidupnya selalu memberikan contoh teladan dalam pelayanan kepada masyarakat dan negara,” akunya.
Saat ini, keluarga almarhum sedang mempersiapkan pemakaman, dan rencananya akan diadakan upacara penghormatan terakhir untuk mengenang jasa-jasa almarhum yang luar biasa.
Kehilangan ini juga dirasakan oleh banyak pihak yang pernah bekerja sama dengan almarhum, baik di lingkungan Polri maupun pemerintah.
“Keluarga besar Polri pun berkomitmen untuk terus melanjutkan cita-cita dan harapan almarhum, serta berdoa agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” terangnya.
(Sf/Rs)