Kapolres Kutim Soroti Ancaman Perambahan Hutan, Ajak Masyarakat Lindungi Taman Nasional Kutai

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    28 Maret 2026 04:13 WIB

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto saat meninjau kawasan Taman Nasional Kutai. (Foto : Polres Kutim)

    Sangatta - Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto menyoroti pentingnya perlindungan kawasan hutan konservasi saat melakukan peninjauan ke Taman Nasional Kutai (TNK), Jumat (27/3/2026).

    Kegiatan tersebut dilakukan dengan menelusuri sejumlah titik kawasan hutan guna melihat langsung kondisi habitat satwa liar dilindungi, termasuk orang utan dan satwa endemik Kalimantan lainnya.

    AKBP Fauzan menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi dari berbagai ancaman.

    “Kelestarian TNK adalah tanggung jawab bersama. Kami dari Polres Kutim siap mendukung upaya perlindungan hutan dan satwa liar dari berbagai ancaman, termasuk perambahan dan aktivitas ilegal lainnya,” ujar AKBP Fauzan.

    Selain melakukan pemantauan, pihaknya bersama instansi terkait akan meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan konservasi. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem hutan.

    Menurutnya pengawasan kawasan hutan konservasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan.

    Selain itu pihaknya juga akan mengantisipasi potensi pelanggaran seperti aktivitas ilegal yang dapat merusak lingkungan.

    Taman Nasional Kutai dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi habitat berbagai satwa langka, sehingga berperan penting sebagai kawasan konservasi di Kalimantan Timur.

    Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam.

    "Tanpa dukungan bersama, upaya pelestarian tidak akan optimal. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kapolres Kutim Soroti Ancaman Perambahan Hutan, Ajak Masyarakat Lindungi Taman Nasional Kutai

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    28 Maret 2026 04:13 WIB

    Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto saat meninjau kawasan Taman Nasional Kutai. (Foto : Polres Kutim)

    Sangatta - Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto menyoroti pentingnya perlindungan kawasan hutan konservasi saat melakukan peninjauan ke Taman Nasional Kutai (TNK), Jumat (27/3/2026).

    Kegiatan tersebut dilakukan dengan menelusuri sejumlah titik kawasan hutan guna melihat langsung kondisi habitat satwa liar dilindungi, termasuk orang utan dan satwa endemik Kalimantan lainnya.

    AKBP Fauzan menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan konservasi dari berbagai ancaman.

    “Kelestarian TNK adalah tanggung jawab bersama. Kami dari Polres Kutim siap mendukung upaya perlindungan hutan dan satwa liar dari berbagai ancaman, termasuk perambahan dan aktivitas ilegal lainnya,” ujar AKBP Fauzan.

    Selain melakukan pemantauan, pihaknya bersama instansi terkait akan meningkatkan pengawasan serta penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan konservasi. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem hutan.

    Menurutnya pengawasan kawasan hutan konservasi memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan.

    Selain itu pihaknya juga akan mengantisipasi potensi pelanggaran seperti aktivitas ilegal yang dapat merusak lingkungan.

    Taman Nasional Kutai dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi habitat berbagai satwa langka, sehingga berperan penting sebagai kawasan konservasi di Kalimantan Timur.

    Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam.

    "Tanpa dukungan bersama, upaya pelestarian tidak akan optimal. Karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan," tutupnya.

    (Sf/Lo)