Cari disini...
Seputar Kaltim
Jajaran Polres Kutai Timur saat patroli di Gua Tewet. (Polres Kutim)
Sangatta - Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, melakukan patroli jelajah di Gua Tewet, yang terletak di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim, pada Sabtu (4/4/2026). Gua Tewet, yang memiliki nilai sejarah tinggi, mendapat perhatian khusus dalam pelestarian warisan budaya di Kutim.
AKBP Fauzan mengatakan, Patroli ini bertujuan untuk memastikan keamanan wilayah Kutim tetap terjaga, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya.
"Patroli ini bentuk perhatian kami terhadap aset budaya yang dimiliki Kutim. Gua Tewet merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujar AKBP Fauzan
Ia menjelaskan, Gua Tewet, yang terletak di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, merupakan situs prasejarah penting. Di dalam gua ini ditemukan lukisan cap tangan berwarna merah yang diperkirakan berusia lebih dari 40.000 tahun. Lukisan tersebut dibuat dengan teknik meniupkan pigmen ke dinding gua.
Selain itu, terdapat pula lukisan figuratif hewan yang diyakini sebagai salah satu lukisan tertua di dunia. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia purba di Kalimantan sudah memiliki kemampuan seni dan simbolik yang tinggi sejak zaman prasejarah.
Meskipun terletak di lokasi terpencil, Gua Tewet tetap menjadi situs prasejarah yang penting. Keunikan dan kelestarian situs ini terjaga berkat akses yang menantang, melalui perjalanan darat, sungai, dan trekking.
Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian situs budaya dan menjaga keamanan wilayah.
"Ini adalah warisan luar biasa yang dimiliki Kutim. Gua Tewet bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga bukti sejarah peradaban manusia yang sangat bernilai. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya," tutupnya.
Patroli ini diharapkan bisa mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jajaran Polres Kutai Timur saat patroli di Gua Tewet. (Polres Kutim)
Sangatta - Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, melakukan patroli jelajah di Gua Tewet, yang terletak di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutim, pada Sabtu (4/4/2026). Gua Tewet, yang memiliki nilai sejarah tinggi, mendapat perhatian khusus dalam pelestarian warisan budaya di Kutim.
AKBP Fauzan mengatakan, Patroli ini bertujuan untuk memastikan keamanan wilayah Kutim tetap terjaga, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya.
"Patroli ini bentuk perhatian kami terhadap aset budaya yang dimiliki Kutim. Gua Tewet merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama,” ujar AKBP Fauzan
Ia menjelaskan, Gua Tewet, yang terletak di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, merupakan situs prasejarah penting. Di dalam gua ini ditemukan lukisan cap tangan berwarna merah yang diperkirakan berusia lebih dari 40.000 tahun. Lukisan tersebut dibuat dengan teknik meniupkan pigmen ke dinding gua.
Selain itu, terdapat pula lukisan figuratif hewan yang diyakini sebagai salah satu lukisan tertua di dunia. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia purba di Kalimantan sudah memiliki kemampuan seni dan simbolik yang tinggi sejak zaman prasejarah.
Meskipun terletak di lokasi terpencil, Gua Tewet tetap menjadi situs prasejarah yang penting. Keunikan dan kelestarian situs ini terjaga berkat akses yang menantang, melalui perjalanan darat, sungai, dan trekking.
Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga kelestarian situs budaya dan menjaga keamanan wilayah.
"Ini adalah warisan luar biasa yang dimiliki Kutim. Gua Tewet bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga bukti sejarah peradaban manusia yang sangat bernilai. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya," tutupnya.
Patroli ini diharapkan bisa mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah.
(Sf/Rs)