Seputar Kaltim

    Kapal Nelayan Multifungsi Tenggelam di Perairan Maratua Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    02 Januari 2026 pukul 17:23 WITA

    Suasana kapal nelayan multifungsi milik warga Maratua saat tenggelam di perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (2/1/2025). (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Sebuah kapal nelayan multifungsi milik warga Maratua dilaporkan tenggelam di perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (2/1/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh penumpang berhasil selamat.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengatakan kapal tersebut diketahui milik Jupri, warga Maratua Bohe Silian. Saat kejadian, kapal sedang membawa sejumlah penumpang, termasuk anggota keluarga pemilik kapal, yang hendak menuju Pulau Bakungan.

    "Kapal Pak Jufri, orang Maratua Bohe Silian. Informasinya tidak ada korban, semua penumpangnya selamat dan sekarang sudah berada di rumah masing-masing," ujar Nofian.

    Ia menjelaskan, kapal yang tenggelam tersebut merupakan kapal nelayan multifungsi yang sehari-hari digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari melaut hingga mengangkut barang dan material.

    "Ini kapal nelayan, kadang dipakai melaut, kadang angkut barang, kadang bongkar muat material, bahkan kadang dipakai belanja ke Tanjung. Kapal ini memang multifungsi," jelasnya.

    Menurut informasi yang diterima BPBD Berau, kapal tersebut terbalik di tengah perjalanan sekitar pukul 08.00 WITA. Proses evakuasi terhadap seluruh penumpang telah dilakukan, sehingga tidak menimbulkan korban.

    "Kebetulan saat kejadian dia membawa banyak orang, ada keluarganya juga. Kejadiannya sekitar jam satu, lalu kapalnya terbalik," katanya.

    Terkait penyebab tenggelamnya kapal, dirinya menyebutkan hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Berdasarkan pantauan dari video yang beredar, kondisi perairan Maratua saat kejadian terlihat relatif tenang.

    "Kalau dilihat dari videonya, lautnya teduh, gelombang tidak besar. Kemungkinan kapalnya menabrak karang atau pasir, tapi itu masih dugaan," ujarnya.

    Nofian menyampaikan, untuk data resmi dan kepastian penyebab kejadian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian, termasuk Polsek Maratua dan Satuan Polairud.

    "Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Yang jelas, seluruh penumpang selamat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kapal Nelayan Multifungsi Tenggelam di Perairan Maratua Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    02 Januari 2026 pukul 17:23 WITA

    Suasana kapal nelayan multifungsi milik warga Maratua saat tenggelam di perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (2/1/2025). (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Sebuah kapal nelayan multifungsi milik warga Maratua dilaporkan tenggelam di perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (2/1/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh penumpang berhasil selamat.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat mengatakan kapal tersebut diketahui milik Jupri, warga Maratua Bohe Silian. Saat kejadian, kapal sedang membawa sejumlah penumpang, termasuk anggota keluarga pemilik kapal, yang hendak menuju Pulau Bakungan.

    "Kapal Pak Jufri, orang Maratua Bohe Silian. Informasinya tidak ada korban, semua penumpangnya selamat dan sekarang sudah berada di rumah masing-masing," ujar Nofian.

    Ia menjelaskan, kapal yang tenggelam tersebut merupakan kapal nelayan multifungsi yang sehari-hari digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari melaut hingga mengangkut barang dan material.

    "Ini kapal nelayan, kadang dipakai melaut, kadang angkut barang, kadang bongkar muat material, bahkan kadang dipakai belanja ke Tanjung. Kapal ini memang multifungsi," jelasnya.

    Menurut informasi yang diterima BPBD Berau, kapal tersebut terbalik di tengah perjalanan sekitar pukul 08.00 WITA. Proses evakuasi terhadap seluruh penumpang telah dilakukan, sehingga tidak menimbulkan korban.

    "Kebetulan saat kejadian dia membawa banyak orang, ada keluarganya juga. Kejadiannya sekitar jam satu, lalu kapalnya terbalik," katanya.

    Terkait penyebab tenggelamnya kapal, dirinya menyebutkan hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Berdasarkan pantauan dari video yang beredar, kondisi perairan Maratua saat kejadian terlihat relatif tenang.

    "Kalau dilihat dari videonya, lautnya teduh, gelombang tidak besar. Kemungkinan kapalnya menabrak karang atau pasir, tapi itu masih dugaan," ujarnya.

    Nofian menyampaikan, untuk data resmi dan kepastian penyebab kejadian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian, termasuk Polsek Maratua dan Satuan Polairud.

    "Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Yang jelas, seluruh penumpang selamat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)