Cari disini...
Seputar Kaltim
Sejumlah warga Desa Muai saat membantu evakuasi mobil pengangkut sawit yang ikut terendam akibat kapal klotok tenggelam (Dok: Camat Kembang Janggut)
Tenggarong - Sebuah kapal feri tenggelam di Sungai Belayan, tepatnya di Feri Penyebrangan, Desa Muai, RT 09, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Dalam insiden tersebut, mobil pengangkut barang yang berada di atas kapal ikut tenggelam ke dalam Sungai Belayan.
Camat Kembang Janggut, Suhartono mengungkapkan tenggelamnya kapal feri tersebut diduga akibat mobil pengangkut sawit yang hendak turun ke landasan ramdor feri berada dalam posisi agak miring dari lintasan.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal feri miring ke salah satu sisi dan kemasukan air hingga akhirnya tenggelam.
“Jadi awal mulanya itu pemilik mobil turun ke landasan ramdor feri dan bermuatan buah sawit yang posisinya agak miring dari lintasan, sehingga menyebabkan feri miring sebelah dan kemasukan air yang kemudian berakhir tenggelam,” ujar Suhartono, Rabu (19/8/2026) malam.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun satu unit mobil pengangkut sawit turut tenggelam sehingga menimbulkan kerugian materiil.
Kini kapal feri telah diamankan dan sedang dilakukan proses pemompaan untuk mengeluarkan air dari dalam kapal.
“Kondisi terkini feri sudah diamankan dan sedang dipompa, identifikasi selanjutnya dilakukan besok,” terangnya.
Pihak terkait diketahui masih melakukan penanganan dan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi kapal serta kendaraan yang ikut tenggelam dalam insiden tersebut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sejumlah warga Desa Muai saat membantu evakuasi mobil pengangkut sawit yang ikut terendam akibat kapal klotok tenggelam (Dok: Camat Kembang Janggut)
Tenggarong - Sebuah kapal feri tenggelam di Sungai Belayan, tepatnya di Feri Penyebrangan, Desa Muai, RT 09, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Dalam insiden tersebut, mobil pengangkut barang yang berada di atas kapal ikut tenggelam ke dalam Sungai Belayan.
Camat Kembang Janggut, Suhartono mengungkapkan tenggelamnya kapal feri tersebut diduga akibat mobil pengangkut sawit yang hendak turun ke landasan ramdor feri berada dalam posisi agak miring dari lintasan.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal feri miring ke salah satu sisi dan kemasukan air hingga akhirnya tenggelam.
“Jadi awal mulanya itu pemilik mobil turun ke landasan ramdor feri dan bermuatan buah sawit yang posisinya agak miring dari lintasan, sehingga menyebabkan feri miring sebelah dan kemasukan air yang kemudian berakhir tenggelam,” ujar Suhartono, Rabu (19/8/2026) malam.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun satu unit mobil pengangkut sawit turut tenggelam sehingga menimbulkan kerugian materiil.
Kini kapal feri telah diamankan dan sedang dilakukan proses pemompaan untuk mengeluarkan air dari dalam kapal.
“Kondisi terkini feri sudah diamankan dan sedang dipompa, identifikasi selanjutnya dilakukan besok,” terangnya.
Pihak terkait diketahui masih melakukan penanganan dan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi kapal serta kendaraan yang ikut tenggelam dalam insiden tersebut.
(Sf/Lo)