Kapal Ces Hantam Buritan Tongkang di Sangasanga, 1 Karyawan Masih Hilang 

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    06 Januari 2026 12:32 WIB

    Penyusuran oleh Tim SAR di Perairan Sungai Mahakam di sekitar Kelurahan Pendinginan, Sanga-Sanga. (Foto: Pos SAR Samarinda)

    Samarinda - Nasib nahas menimpa empat orang karyawan PT Astiku Sakti yang hendak pulang kerja pada 5 Januari 2026 malam. 

    Berniat kembali ke rumah untuk beristirahat, kapal ces (perahu ketinting) yang mereka tumpangi justru mengalami kecelakaan di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Insiden ini mengakibatkan satu orang karyawan atas nama Rizky Tri Handoko (39) hilang tenggelam dan hingga kini masih dalam pencarian. Sementara tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi menjelaskan kronologi kejadian bermula saat kapal yang ditumpangi para korban melaju dari area perusahaan menuju pelabuhan rakyat sekitar pukul 19.30 WITA.

    Di tengah perjalanan, kapal tersebut diduga mengalami kendala teknis. Derasnya arus Sungai Mahakam saat itu membuat kapal tak terkendali.

    "Kapal mengalami kecelakaan karena terdorong oleh arus yang kuat, sehingga menghantam buritan kapal tongkang yang sedang tambat di daerah PT Astiku," ujar Mardi Sianturi kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

    Benturan keras tersebut membuat perahu oleng dan akhirnya tenggelam. Laporan resmi baru diterima oleh Pos SAR Samarinda dari Damkar Kota Samarinda pada Selasa pagi pukul 06.50 WITA.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Samarinda langsung bergerak ke lokasi kejadian. Operasi pencarian digelar dengan metode penyisiran permukaan (V-search) sejauh 1 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara. 

    Namun upaya pencarian di hari pertama ini menghadapi tantangan berat. Selain arus sungai yang deras, tim SAR gabungan juga harus ekstra waspada terhadap keberadaan predator sungai.

    "Operasi SAR menghadapi sejumlah kendala, antara lain arus sungai yang cukup kuat serta keberadaan binatang buas atau buaya di sekitar area pencarian," ungkapnya.

    Hingga Selasa sore, korban Rizky Tri Handoko belum berhasil ditemukan. Mardi Sianturi menegaskan pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan esok hari dengan strategi yang disesuaikan kondisi lapangan.

    "Kami telah melakukan penyapuan dan penyisiran, namun korban belum diketemukan. Upaya pencarian akan terus dimaksimalkan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel SAR," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kapal Ces Hantam Buritan Tongkang di Sangasanga, 1 Karyawan Masih Hilang 

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    06 Januari 2026 12:32 WIB

    Penyusuran oleh Tim SAR di Perairan Sungai Mahakam di sekitar Kelurahan Pendinginan, Sanga-Sanga. (Foto: Pos SAR Samarinda)

    Samarinda - Nasib nahas menimpa empat orang karyawan PT Astiku Sakti yang hendak pulang kerja pada 5 Januari 2026 malam. 

    Berniat kembali ke rumah untuk beristirahat, kapal ces (perahu ketinting) yang mereka tumpangi justru mengalami kecelakaan di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Insiden ini mengakibatkan satu orang karyawan atas nama Rizky Tri Handoko (39) hilang tenggelam dan hingga kini masih dalam pencarian. Sementara tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi menjelaskan kronologi kejadian bermula saat kapal yang ditumpangi para korban melaju dari area perusahaan menuju pelabuhan rakyat sekitar pukul 19.30 WITA.

    Di tengah perjalanan, kapal tersebut diduga mengalami kendala teknis. Derasnya arus Sungai Mahakam saat itu membuat kapal tak terkendali.

    "Kapal mengalami kecelakaan karena terdorong oleh arus yang kuat, sehingga menghantam buritan kapal tongkang yang sedang tambat di daerah PT Astiku," ujar Mardi Sianturi kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

    Benturan keras tersebut membuat perahu oleng dan akhirnya tenggelam. Laporan resmi baru diterima oleh Pos SAR Samarinda dari Damkar Kota Samarinda pada Selasa pagi pukul 06.50 WITA.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Samarinda langsung bergerak ke lokasi kejadian. Operasi pencarian digelar dengan metode penyisiran permukaan (V-search) sejauh 1 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara. 

    Namun upaya pencarian di hari pertama ini menghadapi tantangan berat. Selain arus sungai yang deras, tim SAR gabungan juga harus ekstra waspada terhadap keberadaan predator sungai.

    "Operasi SAR menghadapi sejumlah kendala, antara lain arus sungai yang cukup kuat serta keberadaan binatang buas atau buaya di sekitar area pencarian," ungkapnya.

    Hingga Selasa sore, korban Rizky Tri Handoko belum berhasil ditemukan. Mardi Sianturi menegaskan pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan esok hari dengan strategi yang disesuaikan kondisi lapangan.

    "Kami telah melakukan penyapuan dan penyisiran, namun korban belum diketemukan. Upaya pencarian akan terus dimaksimalkan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel SAR," pungkasnya.

    (Sf/Lo)