Seputar Kaltim

    Kantor PPRD Samarinda Terbakar Usai Listrik Padam, Penyebab Masih Diselidiki

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    20 Oktober 2026 pukul 23:21 WITA

    Petugas Disdamkarmat kota Samarinda melakukan penyisiran di dalam ruang pelayanan Kantor Samsat Induk (PPRD) Samarinda di Jalan Wahid Hasyim I yang diselimuti asap pekat usai kebakaran berhasil dipadamkan. (Dok: Istimewa)

    Samarinda – Kebakaran melanda ruang public complaint di Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Kota Samarinda, Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 18.55 WITA. 

    Peristiwa itu terjadi setelah kawasan kantor mengalami gangguan listrik sejak siang. Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit, penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian.

    Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu ST, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.55 WITA. Personel dari Posko 2 bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi.

    “Jadi kita mengerahkan satu unit fire truck untuk penanganan di TKP. Ruang yang terbakar itu bagian public complaint,” ujar Wisnu, Selasa (20/10/2026).

    Ia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala berarti. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab munculnya api karena masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

    “Untuk saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.

    Saksi mata, Sudirman, mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu, api sudah membakar bagian bangunan sehingga ia tidak mengetahui secara langsung awal mula kejadian.

    “Saya baru datang, naro motor, sudah terbakar,” ujarnya.

    Sudirman menduga kebakaran berkaitan dengan gangguan kelistrikan yang terjadi sejak siang. Ia mengatakan tegangan listrik di kawasan tersebut sempat naik turun sebelum akhirnya padam.

    “Kemungkinan konslet, soalnya dari siang sempat naik turun voltase dan habis itu mati lampu,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda, Indun Salbiah Ningsih, belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun dampaknya terhadap operasional kantor. 

    Menurutnya, pelayanan sudah terganggu sejak siang akibat masalah pada sistem server dan kelistrikan.“Belum bisa memberikan pernyataan karena kita belum tahu situasinya seperti apa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

    Indun mengatakan pelayanan telah dihentikan sebelum kebakaran terjadi karena gangguan server. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah masalah kelistrikan tersebut berkaitan dengan munculnya api.

    Jika kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, pelayanan kemungkinan dialihkan ke bus pelayanan yang berada di depan kantor.

    “Kalau malam ini kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, kita mungkin tetap melakukan pelayanan menggunakan bus di depan,” tuturnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kantor PPRD Samarinda Terbakar Usai Listrik Padam, Penyebab Masih Diselidiki

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    20 Oktober 2026 pukul 23:21 WITA

    Petugas Disdamkarmat kota Samarinda melakukan penyisiran di dalam ruang pelayanan Kantor Samsat Induk (PPRD) Samarinda di Jalan Wahid Hasyim I yang diselimuti asap pekat usai kebakaran berhasil dipadamkan. (Dok: Istimewa)

    Samarinda – Kebakaran melanda ruang public complaint di Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Kota Samarinda, Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 18.55 WITA. 

    Peristiwa itu terjadi setelah kawasan kantor mengalami gangguan listrik sejak siang. Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit, penyebab kebakaran masih diselidiki kepolisian.

    Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu ST, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.55 WITA. Personel dari Posko 2 bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi.

    “Jadi kita mengerahkan satu unit fire truck untuk penanganan di TKP. Ruang yang terbakar itu bagian public complaint,” ujar Wisnu, Selasa (20/10/2026).

    Ia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala berarti. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab munculnya api karena masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

    “Untuk saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.

    Saksi mata, Sudirman, mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu, api sudah membakar bagian bangunan sehingga ia tidak mengetahui secara langsung awal mula kejadian.

    “Saya baru datang, naro motor, sudah terbakar,” ujarnya.

    Sudirman menduga kebakaran berkaitan dengan gangguan kelistrikan yang terjadi sejak siang. Ia mengatakan tegangan listrik di kawasan tersebut sempat naik turun sebelum akhirnya padam.

    “Kemungkinan konslet, soalnya dari siang sempat naik turun voltase dan habis itu mati lampu,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda, Indun Salbiah Ningsih, belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun dampaknya terhadap operasional kantor. 

    Menurutnya, pelayanan sudah terganggu sejak siang akibat masalah pada sistem server dan kelistrikan.“Belum bisa memberikan pernyataan karena kita belum tahu situasinya seperti apa,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

    Indun mengatakan pelayanan telah dihentikan sebelum kebakaran terjadi karena gangguan server. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah masalah kelistrikan tersebut berkaitan dengan munculnya api.

    Jika kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, pelayanan kemungkinan dialihkan ke bus pelayanan yang berada di depan kantor.

    “Kalau malam ini kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, kita mungkin tetap melakukan pelayanan menggunakan bus di depan,” tuturnya.

    (Sf/Lo)