Cari disini...
Seputar Kaltim
Potret gedung Disdikpora PPU yang masih dalam tahap pembangunan.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pembangunan kantor baru Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) belum rampung.
Progres pembangunan yang telah dimulai sejak 2024 lalu dan menelan anggaran senilai Rp15 miliar itu baru mencapai 70 persen.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah mengatakan pihaknya tengah mengajukan lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melanjutkan pembangunan ke tahap dua di 2025 dengan total anggaran yang tersedia Rp8 miliar.
“Anggaran tahap pertama (Rp15 miliar) habis dan sudah mencapai 100 persen dari nilai kontraknya. Tapi pembangunannya ini baru 70 persen, jadi masih ada sisa 30 persen lagi pembangunan yang harus diselesaikan dan saat ini sedang dalam proses pengusulan lelang,” bebernya, Senin (2/6/2025).
Komponen bangunan yang belum diselesaikan pada tahap pertama adalah pemasangan keramik, plafon dan pilar tiang di lantai satu.
Akses keluar-masuk kendaraan, drainase dan bangunan pendukung seperti tempat untuk meletakkan genset juga belum dibangun, sehingga bangunan dinilai belum bisa ditempati.
Ricci berharap dokumen yang diajukan ke ULP segera diumumkan agar pembangunan kantor Disdikpora dapat dilanjutkan. Mengingat Disdikpora selama ini menggunakan bangunan Perpustakaan dan Gelanggang Olahraga (GOR) Dome Anden Oko sebagai tempat pelayanan.
“Dengan difungsikannya bangunan baru nanti, tentunya pelayanan publik akan berjalan lebih maksimal,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Potret gedung Disdikpora PPU yang masih dalam tahap pembangunan.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Pembangunan kantor baru Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) belum rampung.
Progres pembangunan yang telah dimulai sejak 2024 lalu dan menelan anggaran senilai Rp15 miliar itu baru mencapai 70 persen.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah mengatakan pihaknya tengah mengajukan lelang ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melanjutkan pembangunan ke tahap dua di 2025 dengan total anggaran yang tersedia Rp8 miliar.
“Anggaran tahap pertama (Rp15 miliar) habis dan sudah mencapai 100 persen dari nilai kontraknya. Tapi pembangunannya ini baru 70 persen, jadi masih ada sisa 30 persen lagi pembangunan yang harus diselesaikan dan saat ini sedang dalam proses pengusulan lelang,” bebernya, Senin (2/6/2025).
Komponen bangunan yang belum diselesaikan pada tahap pertama adalah pemasangan keramik, plafon dan pilar tiang di lantai satu.
Akses keluar-masuk kendaraan, drainase dan bangunan pendukung seperti tempat untuk meletakkan genset juga belum dibangun, sehingga bangunan dinilai belum bisa ditempati.
Ricci berharap dokumen yang diajukan ke ULP segera diumumkan agar pembangunan kantor Disdikpora dapat dilanjutkan. Mengingat Disdikpora selama ini menggunakan bangunan Perpustakaan dan Gelanggang Olahraga (GOR) Dome Anden Oko sebagai tempat pelayanan.
“Dengan difungsikannya bangunan baru nanti, tentunya pelayanan publik akan berjalan lebih maksimal,” tandasnya.
(Sf/Lo)