Cari disini...
Seputar Kaltim
Serangan lalat yang hinggap di rumah warga. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti maraknya serangan lalat di lingkungan permukiman warga.
Instansi tersebut memastikan bahwa akar permasalahan serangan lalat yang menimbulkan keresahan ini bersumber dari buruknya sanitasi dan manajemen kebersihan di sejumlah lokasi peternakan.
Ketua Tim Perlindungan Hewan DPKH Kaltim, Maulana Firmansyah, menjelaskan peningkatan populasi lalat yang menyerang perkarangan warga adalah akibat langsung dari kelalaian peternak.
"Penyebab utamanya sangat spesifik, yaitu karena kondisi kandang kurang bersih, dan adanya penumpukan kotoran di sekitar area kandang yang tidak pernah dibersihkan secara berkala," jelas Maulana dihubungi di Samarinda, Selasa (11/11/2025).
Kotoran ternak, kata dia, yang dibiarkan menumpuk dan lembap adalah media ideal bagi lalat untuk berkembang biak dengan cepat
Maulana menambahkan, serangan lalat yang berasal dari lingkungan ternak ini tidak bisa dianggap remeh, sebab dampaknya langsung mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Lalat berperan sebagai pembawa kuman atau penyakit secara fisik yang membawa berbagai mikroorganisme patogen dari kotoran hewan ke area tempat tinggal warga, termasuk makanan dan minuman.
Risiko kesehatan yang paling dominan muncul adalah gangguan pencernaan.
"Bahaya yang paling nyata itu gangguan pencernaan, diare, dan infeksi usus lainnya. Lalat membawa bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella dari kotoran," tegasnya.
Jika lalat ini hinggap pada makanan yang dikonsumsi warga, risiko kontaminasi dan penyebaran penyakit akan meningkat.
Untuk mengendalikan masalah ini dan menjamin kesehatan lingkungan, DPKH Kaltim meminta partisipasi aktif dari masyarakat.
Maulana mengimbau agar warga yang mengalami serangan lalat dari peternakan terdekat segera menyampaikan aduan resmi.
"Kami sangat menerima aduan terkait serangan lalat yang disebabkan oleh kelalaian kebersihan peternak. Warga bisa segera sampaikan ke DPKH," katanya.
Apabila aduan tersebut terbukti benar dan telah melalui verifikasi lapangan, DPKH tidak akan segan untuk bertindak.
"Apabila ada laporan demikian, DPKH akan segera memberikan peringatan keras terhadap peternak yang tidak melaksanakan standar kebersihan kandang," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Serangan lalat yang hinggap di rumah warga. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti maraknya serangan lalat di lingkungan permukiman warga.
Instansi tersebut memastikan bahwa akar permasalahan serangan lalat yang menimbulkan keresahan ini bersumber dari buruknya sanitasi dan manajemen kebersihan di sejumlah lokasi peternakan.
Ketua Tim Perlindungan Hewan DPKH Kaltim, Maulana Firmansyah, menjelaskan peningkatan populasi lalat yang menyerang perkarangan warga adalah akibat langsung dari kelalaian peternak.
"Penyebab utamanya sangat spesifik, yaitu karena kondisi kandang kurang bersih, dan adanya penumpukan kotoran di sekitar area kandang yang tidak pernah dibersihkan secara berkala," jelas Maulana dihubungi di Samarinda, Selasa (11/11/2025).
Kotoran ternak, kata dia, yang dibiarkan menumpuk dan lembap adalah media ideal bagi lalat untuk berkembang biak dengan cepat
Maulana menambahkan, serangan lalat yang berasal dari lingkungan ternak ini tidak bisa dianggap remeh, sebab dampaknya langsung mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Lalat berperan sebagai pembawa kuman atau penyakit secara fisik yang membawa berbagai mikroorganisme patogen dari kotoran hewan ke area tempat tinggal warga, termasuk makanan dan minuman.
Risiko kesehatan yang paling dominan muncul adalah gangguan pencernaan.
"Bahaya yang paling nyata itu gangguan pencernaan, diare, dan infeksi usus lainnya. Lalat membawa bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella dari kotoran," tegasnya.
Jika lalat ini hinggap pada makanan yang dikonsumsi warga, risiko kontaminasi dan penyebaran penyakit akan meningkat.
Untuk mengendalikan masalah ini dan menjamin kesehatan lingkungan, DPKH Kaltim meminta partisipasi aktif dari masyarakat.
Maulana mengimbau agar warga yang mengalami serangan lalat dari peternakan terdekat segera menyampaikan aduan resmi.
"Kami sangat menerima aduan terkait serangan lalat yang disebabkan oleh kelalaian kebersihan peternak. Warga bisa segera sampaikan ke DPKH," katanya.
Apabila aduan tersebut terbukti benar dan telah melalui verifikasi lapangan, DPKH tidak akan segan untuk bertindak.
"Apabila ada laporan demikian, DPKH akan segera memberikan peringatan keras terhadap peternak yang tidak melaksanakan standar kebersihan kandang," tutupnya.
(Sf/Rs)