Cari disini...
Seputar Kaltim
Rilis akhir tahun 2025, di Ruang Command Center Polres Berau, Rabu, (31/12/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kabupaten Berau mencatat perbaikan signifikan dalam situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Angka kriminalitas secara umum menurun, meski kasus narkotika dan kecelakaan lalu lintas menjadi sorotan serius bagi Polres Berau.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, mengungkapkan dalam rilis akhir tahun 2025 bahwa jumlah gangguan kamtibmas tercatat 435 kejadian, turun 10,31 persen atau 50 kasus dibandingkan 2024 yang mencapai 485 kasus. Penurunan juga terjadi pada kejahatan konvensional, yang tercatat 283 kasus, berkurang 11,25 persen atau 53 kasus dibanding tahun 2024.
Sementara itu, kejahatan terhadap keamanan negara juga mengalami penurunan signifikan, dari 25 kasus pada 2024 menjadi 11 kasus pada 2025.
"Secara umum, situasi kamtibmas di Kabupaten Berau membaik. Ini merupakan hasil kerja sama Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat," ujar AKBP Ridho.
Meski kriminalitas menurun, kasus narkoba menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang 2025, Polres Berau menangani 124 perkara narkotika, dengan tingkat penyelesaian 87,98 persen. Satresnarkoba Polres Berau menangani 84 kasus, serta mengamankan barang bukti berupa 13.877,55 gram sabu, 47,44 gram ganja, dan 18.640 butir narkotika jenis lain.
"Peredaran narkoba tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi sudah merambah kecamatan pesisir dan pedalaman. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi kami," jelasnya.
Beberapa Polsek pun mencatat jumlah sitaan besar, antara lain Polsek Pulau Derawan 828,92 gram sabu, Polsek Kelay 321,44 gram, dan Polsek Biduk-Biduk 304,03 gram. Beberapa Polsek berhasil menuntaskan kasus lama sehingga tingkat penyelesaian perkara melebihi 100 persen.
Selain itu, kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan. Sepanjang 2025 tercatat 55 kasus kecelakaan, naik 21 kejadian atau 61,76 persen dibandingkan 2024. Korban meninggal dunia meningkat dari 11 menjadi 26 orang, luka berat dari 21 menjadi 46 orang, dan luka ringan dari 9 menjadi 15 orang, dengan total kerugian materi mencapai Rp558 juta.
"Kemudian, jumlah aksi unjuk rasa juga mengalami kenaikan. pada 2024 tercatat 23 peristiwa sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 35 peristiwa. Selain itu, gangguan Kamtibmas yang sebelumnya nihil pada 2024, tercatat dua kejadian pada 2025," terangnya.
AKBP Ridho pun menekankan langkah strategis kedepan, termasuk penguatan deteksi dini, pemetaan daerah rawan, optimalisasi peran intelijen dan Bhabinkamtibmas, pendekatan preemtif dan preventif berbasis data, serta pengembangan teknologi seperti command center berbasis big data dan kecerdasan buatan.
"Kenaikan kasus narkoba dan kecelakaan lalu lintas menjadi alarm serius bagi kita semua. Pencegahan harus melibatkan seluruh pihak termasuk masyarakat," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rilis akhir tahun 2025, di Ruang Command Center Polres Berau, Rabu, (31/12/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kabupaten Berau mencatat perbaikan signifikan dalam situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Angka kriminalitas secara umum menurun, meski kasus narkotika dan kecelakaan lalu lintas menjadi sorotan serius bagi Polres Berau.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, mengungkapkan dalam rilis akhir tahun 2025 bahwa jumlah gangguan kamtibmas tercatat 435 kejadian, turun 10,31 persen atau 50 kasus dibandingkan 2024 yang mencapai 485 kasus. Penurunan juga terjadi pada kejahatan konvensional, yang tercatat 283 kasus, berkurang 11,25 persen atau 53 kasus dibanding tahun 2024.
Sementara itu, kejahatan terhadap keamanan negara juga mengalami penurunan signifikan, dari 25 kasus pada 2024 menjadi 11 kasus pada 2025.
"Secara umum, situasi kamtibmas di Kabupaten Berau membaik. Ini merupakan hasil kerja sama Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat," ujar AKBP Ridho.
Meski kriminalitas menurun, kasus narkoba menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang 2025, Polres Berau menangani 124 perkara narkotika, dengan tingkat penyelesaian 87,98 persen. Satresnarkoba Polres Berau menangani 84 kasus, serta mengamankan barang bukti berupa 13.877,55 gram sabu, 47,44 gram ganja, dan 18.640 butir narkotika jenis lain.
"Peredaran narkoba tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi sudah merambah kecamatan pesisir dan pedalaman. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi kami," jelasnya.
Beberapa Polsek pun mencatat jumlah sitaan besar, antara lain Polsek Pulau Derawan 828,92 gram sabu, Polsek Kelay 321,44 gram, dan Polsek Biduk-Biduk 304,03 gram. Beberapa Polsek berhasil menuntaskan kasus lama sehingga tingkat penyelesaian perkara melebihi 100 persen.
Selain itu, kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan. Sepanjang 2025 tercatat 55 kasus kecelakaan, naik 21 kejadian atau 61,76 persen dibandingkan 2024. Korban meninggal dunia meningkat dari 11 menjadi 26 orang, luka berat dari 21 menjadi 46 orang, dan luka ringan dari 9 menjadi 15 orang, dengan total kerugian materi mencapai Rp558 juta.
"Kemudian, jumlah aksi unjuk rasa juga mengalami kenaikan. pada 2024 tercatat 23 peristiwa sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 35 peristiwa. Selain itu, gangguan Kamtibmas yang sebelumnya nihil pada 2024, tercatat dua kejadian pada 2025," terangnya.
AKBP Ridho pun menekankan langkah strategis kedepan, termasuk penguatan deteksi dini, pemetaan daerah rawan, optimalisasi peran intelijen dan Bhabinkamtibmas, pendekatan preemtif dan preventif berbasis data, serta pengembangan teknologi seperti command center berbasis big data dan kecerdasan buatan.
"Kenaikan kasus narkoba dan kecelakaan lalu lintas menjadi alarm serius bagi kita semua. Pencegahan harus melibatkan seluruh pihak termasuk masyarakat," tandasnya.
(Sf/Rs)