Seputar Kaltim

    Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Nenang-Tanjung Tengah, Dianggarkan Rp16 Miliar dari APBN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 15:57 WITA

    Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embong Bulan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera dibangun tahun ini. Program yang berlokasi di Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah itu mendapat anggaran sekitar Rp16 miliar dari APBN.

    Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embong Bulan, mengatakan kedua lokasi tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan. Pembangunan ditargetkan rampung dan mulai dimanfaatkan tahun ini.

    "PPU mendapatkan kesempatan untuk dibangun Kampung Nelayan Merah Putih. Ada dua titik, Nenang dan Tanjung Tengah. SK menterinya sudah terbit dan mudah-mudahan tahun ini selesai dan sudah bisa berfungsi," kata Ade, Rabu (2/9/2026).

    Anggaran sekitar Rp16 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan dua kawasan KNMP. Fasilitas yang disiapkan antara lain Tempat Pelelangan Ikan (TPI), cold storage dan workshop.

    Dari sisi pemerintah daerah, dukungan disiapkan melalui kebutuhan daerah seperti lahan dan data calon penerima manfaat. Sementara pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas KNMP menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

    Tidak berhenti pada pembangunan fasilitas KNMP, pemanfaatan kawasan akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat untuk melihat perkembangan aktivitas nelayan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

    "Kalau dimanfaatkan secara maksimal, kemudian terlihat ekonominya tumbuh dan nelayannya berkembang, tentu pemerintah pusat bisa memberikan dukungan lagi, termasuk sarana pendukung seperti kapal, pada tahun berikutnya," ujarnya.

    Pengembangan KNMP sendiri diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Programnya masih berpeluang diperluas hingga 2029. 

    Ade mengatakan, tambahan lokasi dapat diusulkan melalui Dinas Perikanan apabila terdapat kelompok masyarakat yang bersedia menyediakan lahan. Usulan tersebut selanjutnya dinilai dan diverifikasi sebelum diajukan ke kementerian.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Nenang-Tanjung Tengah, Dianggarkan Rp16 Miliar dari APBN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 15:57 WITA

    Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embong Bulan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera dibangun tahun ini. Program yang berlokasi di Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah itu mendapat anggaran sekitar Rp16 miliar dari APBN.

    Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embong Bulan, mengatakan kedua lokasi tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan. Pembangunan ditargetkan rampung dan mulai dimanfaatkan tahun ini.

    "PPU mendapatkan kesempatan untuk dibangun Kampung Nelayan Merah Putih. Ada dua titik, Nenang dan Tanjung Tengah. SK menterinya sudah terbit dan mudah-mudahan tahun ini selesai dan sudah bisa berfungsi," kata Ade, Rabu (2/9/2026).

    Anggaran sekitar Rp16 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan dua kawasan KNMP. Fasilitas yang disiapkan antara lain Tempat Pelelangan Ikan (TPI), cold storage dan workshop.

    Dari sisi pemerintah daerah, dukungan disiapkan melalui kebutuhan daerah seperti lahan dan data calon penerima manfaat. Sementara pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas KNMP menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

    Tidak berhenti pada pembangunan fasilitas KNMP, pemanfaatan kawasan akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat untuk melihat perkembangan aktivitas nelayan dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.

    "Kalau dimanfaatkan secara maksimal, kemudian terlihat ekonominya tumbuh dan nelayannya berkembang, tentu pemerintah pusat bisa memberikan dukungan lagi, termasuk sarana pendukung seperti kapal, pada tahun berikutnya," ujarnya.

    Pengembangan KNMP sendiri diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Programnya masih berpeluang diperluas hingga 2029. 

    Ade mengatakan, tambahan lokasi dapat diusulkan melalui Dinas Perikanan apabila terdapat kelompok masyarakat yang bersedia menyediakan lahan. Usulan tersebut selanjutnya dinilai dan diverifikasi sebelum diajukan ke kementerian.

    (Sf/Lo)