Seputar Kaltim

    Kampung Long Ayan Diterjang Banjir Kiriman, BPBD Berau Sebut Ketinggian Air Masih Batas Wajar

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2025 pukul 17:41 WITA

    Kondisi banjir di Kampung Long Ayan, Minggu, (7/12/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Potensi banjir kiriman dari Sungai Kelay mengancam sejumlah kampung. Dimana berdasarkan laporan BMKG Berau ketinggian air Sungai Kelay di alat AWLR Kampung Merasa telah mencapai 22,74 mdpl pada pukul 12.10 WITA. Salah satunya kampung Long Ayan yang saat ini mengalami banjir.

    Kepala BPBD Berau Masyhadi mengatakan bahwa angka ini berada sedikit di atas batas normal, yakni 20 mdpl, dengan tren debit air yang dilaporkan masih naik turun atau fluktuatif. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Kelay diminta tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air dari wilayah hulu.

    "Saat ini posisinya ada di 22,74 mdpl nanti air itu akan terus kebawah," ujar masyhadi.

    Ia pun, menjelaskan bahwa kondisi air di Kampung Long Ayan sebelumnya cukup tinggi, meski mulai menunjukkan penurunan sejak Minggu (7/12) malam. Dirinya menyampaikan bahwa potensi banjir kiriman terutama berasal dari meningkatnya debit air di Merasa.

    "Long Ayan kemarin dan sampai tadi malam cukup tinggi. Cuma tadi malam sudah turun. Sekarang malah air itu tertahan di Tepian Buah dan Gunung Sari," katanya.

    Berdasarkan pemantauan BPBD Berau, ketinggian air beberapa fasilitas umum seperti sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kampung long Ayan sudah setengah gedung sekolah.

    "Posisi gedung SD memang ada di dataran rendah. Tapi sudah dibangunkan gedung SD baru," jelasnya.

    Meskipun berada di atas batas normal, kondisi tersebut masih tergolong wajar untuk musim hujan, walau kondisi saat ini tidak mengalami hujan lebat.

    "Yang kita waspadai itu curah hujan di hulu Kelay. Dan bergeser ke Kampung Merasa. Jadi kemungkinan 4-5 jam ke depan di Kampung Tumbit Dayak dan Melayu berpotensi air naik," ungkapnya.

    Menurut laporan, debit air yang turun dari Long La’ai dan Long Ayan saat ini masih tergolong normal. Tetapi beberapa kampung seperti Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Long Lanuk, Pegat Bukur, Bena Baru, dan Inaran tetap masuk dalam zona pemantauan.

    Sebagai langkah antisipasi, BPBD Berau pun telah mengerahkan tiga tim untuk saat ini ke sejumlah titik yang berpotensi terdampak.

    "Hari ini saya mengirimkan tiga tim satu ke Tepian Segah–Gunung Sari, satu ke seputaran Tumbit dan Bena Baru, satu lagi ke Merasa," katanya.

    Mitigasi non-struktural menjadi fokus BPBD, terutama edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

    "Saya punya tujuh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan memaksimalkan personel yang ada sesuai kemampuan. Kami juga memberikan edukasi dalam penanggulangan bencana," ungkap Masyhadi.

    Sejauh ini, arus sungai masih stabil dan tidak terlalu deras. Namun BPBD tetap memantau curah hujan agar kondisi tidak berubah secara tiba-tiba.

    Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, memastikan Pemerintah Daerah telah melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak sejak beberapa hari terakhir.

    "Tim mitigasi sudah turun ke daerah yang terdampak banjir. BPBD juga sudah bergerak. Besok kemungkinan kita lihat lagi perkembangan lapangannya," ujar Gamalis.

    Ia menegaskan, koordinasi lintas dinas terus dilakukan, terutama dengan Dinas SosiCamat.

    Pemerintah kampung dan kecamatan.

    "Kami pantau terus. Termasuk wilayah hulu yang sering terdampak. Hari ini yang jelas, Kampung Long Ayan yang cukup parah," terangnya.

    Gamalis berharap, debit air dapat terus menurun agar tidak menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat. Ia pun mengimbau agar masyarakat yang ditinggal berdekatan dengan sungai untuk dapat lebih meningkatkan kewaspadaan.

    "Kami tetap koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kampung Long Ayan Diterjang Banjir Kiriman, BPBD Berau Sebut Ketinggian Air Masih Batas Wajar

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Desember 2025 pukul 17:41 WITA

    Kondisi banjir di Kampung Long Ayan, Minggu, (7/12/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Potensi banjir kiriman dari Sungai Kelay mengancam sejumlah kampung. Dimana berdasarkan laporan BMKG Berau ketinggian air Sungai Kelay di alat AWLR Kampung Merasa telah mencapai 22,74 mdpl pada pukul 12.10 WITA. Salah satunya kampung Long Ayan yang saat ini mengalami banjir.

    Kepala BPBD Berau Masyhadi mengatakan bahwa angka ini berada sedikit di atas batas normal, yakni 20 mdpl, dengan tren debit air yang dilaporkan masih naik turun atau fluktuatif. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Kelay diminta tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air dari wilayah hulu.

    "Saat ini posisinya ada di 22,74 mdpl nanti air itu akan terus kebawah," ujar masyhadi.

    Ia pun, menjelaskan bahwa kondisi air di Kampung Long Ayan sebelumnya cukup tinggi, meski mulai menunjukkan penurunan sejak Minggu (7/12) malam. Dirinya menyampaikan bahwa potensi banjir kiriman terutama berasal dari meningkatnya debit air di Merasa.

    "Long Ayan kemarin dan sampai tadi malam cukup tinggi. Cuma tadi malam sudah turun. Sekarang malah air itu tertahan di Tepian Buah dan Gunung Sari," katanya.

    Berdasarkan pemantauan BPBD Berau, ketinggian air beberapa fasilitas umum seperti sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kampung long Ayan sudah setengah gedung sekolah.

    "Posisi gedung SD memang ada di dataran rendah. Tapi sudah dibangunkan gedung SD baru," jelasnya.

    Meskipun berada di atas batas normal, kondisi tersebut masih tergolong wajar untuk musim hujan, walau kondisi saat ini tidak mengalami hujan lebat.

    "Yang kita waspadai itu curah hujan di hulu Kelay. Dan bergeser ke Kampung Merasa. Jadi kemungkinan 4-5 jam ke depan di Kampung Tumbit Dayak dan Melayu berpotensi air naik," ungkapnya.

    Menurut laporan, debit air yang turun dari Long La’ai dan Long Ayan saat ini masih tergolong normal. Tetapi beberapa kampung seperti Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Long Lanuk, Pegat Bukur, Bena Baru, dan Inaran tetap masuk dalam zona pemantauan.

    Sebagai langkah antisipasi, BPBD Berau pun telah mengerahkan tiga tim untuk saat ini ke sejumlah titik yang berpotensi terdampak.

    "Hari ini saya mengirimkan tiga tim satu ke Tepian Segah–Gunung Sari, satu ke seputaran Tumbit dan Bena Baru, satu lagi ke Merasa," katanya.

    Mitigasi non-struktural menjadi fokus BPBD, terutama edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

    "Saya punya tujuh Tim Reaksi Cepat (TRC) dan memaksimalkan personel yang ada sesuai kemampuan. Kami juga memberikan edukasi dalam penanggulangan bencana," ungkap Masyhadi.

    Sejauh ini, arus sungai masih stabil dan tidak terlalu deras. Namun BPBD tetap memantau curah hujan agar kondisi tidak berubah secara tiba-tiba.

    Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, memastikan Pemerintah Daerah telah melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak sejak beberapa hari terakhir.

    "Tim mitigasi sudah turun ke daerah yang terdampak banjir. BPBD juga sudah bergerak. Besok kemungkinan kita lihat lagi perkembangan lapangannya," ujar Gamalis.

    Ia menegaskan, koordinasi lintas dinas terus dilakukan, terutama dengan Dinas SosiCamat.

    Pemerintah kampung dan kecamatan.

    "Kami pantau terus. Termasuk wilayah hulu yang sering terdampak. Hari ini yang jelas, Kampung Long Ayan yang cukup parah," terangnya.

    Gamalis berharap, debit air dapat terus menurun agar tidak menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat. Ia pun mengimbau agar masyarakat yang ditinggal berdekatan dengan sungai untuk dapat lebih meningkatkan kewaspadaan.

    "Kami tetap koordinasi dengan pihak terkait. Termasuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada," tandasnya.

    (Sf/Rs)