Seputar Kaltim

    Kaltim Terima Bantuan Presiden 16 Sapi Besar untuk Kurban

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2024 pukul 16:41 WITA

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan saat ditemui di Kantor Disnakkeswan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Peternak di Kalimantan Timur mendapat kabar baik tahun ini, atas kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi ini menerima bantuan presiden (Banpres) berupa 16 ekor sapi limosin untuk kurban. Ini merupakan peningkatan signifikan dari tradisi tahunan yang biasanya hanya mendapatkan satu ekor sapi.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengungkapkan rasa syukurnya, karena dengan kehadiran IKN membawa keberkahan tersendiri, sebelumnya Kaltim setiap tahunnya hanya mendapatkan Banpres satu sapi. "Biasanya kita hanya mendapat satu ekor sapi besar untuk kurban. Tahun ini, meskipun surat resmi belum kami terima, kami diminta menyiapkan 16 ekor," ujar Fahmi.

    Keistimewaan tahun ini tidak hanya terletak pada jumlah sapi yang meningkat, tetapi juga pada kebebasan yang diberikan kepada peternak untuk memelihara jenis sapi apapun, tidak terbatas pada sapi Bali seperti sebelumnya. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi industri peternakan lokal.

    "Di Kaltim, metode pemeliharaan kami berbeda dengan peternak di Jawa yang lebih intensif. Kami di sini menerapkan metode semi intensif, bahkan ekstensif," paparnya. 

    Namun, tantangan muncul ketika mencari sapi dengan berat ideal 1 ton, sebuah pencarian yang sulit di Kaltim. Untuk mengatasi hal ini, Disnakkeswan akan menugaskan staf untuk mencari sapi dengan berat yang sesuai di seluruh wilayah.

    "Sapi yang kami miliki biasanya beratnya hanya 800 kilogram. Saat ini, kami memiliki tiga ekor sapi dengan berat 840 kilogram, dan kami sudah memiliki timbangan sendiri yang disediakan oleh pemerintah pusat," jelas Fahmi.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penugasan bagi beberapa individu yang terlibat dalam panitia kurban. Menurut Fahmi, jumlah sapi yang akan dikurbankan tahun ini adalah jumlah yang fantastis. Meskipun semua sapi akan disembelih di IKN, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertanggung jawab atas proses ini.

    Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam, pihaknya telah mempersiapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikasi. "Tahun lalu ada 20 orang, dan tahun ini bertambah menjadi 22 orang, sehingga totalnya ada 42 orang yang siap bertugas," tutup Fahmi.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Terima Bantuan Presiden 16 Sapi Besar untuk Kurban

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Mei 2024 pukul 16:41 WITA

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan saat ditemui di Kantor Disnakkeswan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Peternak di Kalimantan Timur mendapat kabar baik tahun ini, atas kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi ini menerima bantuan presiden (Banpres) berupa 16 ekor sapi limosin untuk kurban. Ini merupakan peningkatan signifikan dari tradisi tahunan yang biasanya hanya mendapatkan satu ekor sapi.

    Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengungkapkan rasa syukurnya, karena dengan kehadiran IKN membawa keberkahan tersendiri, sebelumnya Kaltim setiap tahunnya hanya mendapatkan Banpres satu sapi. "Biasanya kita hanya mendapat satu ekor sapi besar untuk kurban. Tahun ini, meskipun surat resmi belum kami terima, kami diminta menyiapkan 16 ekor," ujar Fahmi.

    Keistimewaan tahun ini tidak hanya terletak pada jumlah sapi yang meningkat, tetapi juga pada kebebasan yang diberikan kepada peternak untuk memelihara jenis sapi apapun, tidak terbatas pada sapi Bali seperti sebelumnya. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi industri peternakan lokal.

    "Di Kaltim, metode pemeliharaan kami berbeda dengan peternak di Jawa yang lebih intensif. Kami di sini menerapkan metode semi intensif, bahkan ekstensif," paparnya. 

    Namun, tantangan muncul ketika mencari sapi dengan berat ideal 1 ton, sebuah pencarian yang sulit di Kaltim. Untuk mengatasi hal ini, Disnakkeswan akan menugaskan staf untuk mencari sapi dengan berat yang sesuai di seluruh wilayah.

    "Sapi yang kami miliki biasanya beratnya hanya 800 kilogram. Saat ini, kami memiliki tiga ekor sapi dengan berat 840 kilogram, dan kami sudah memiliki timbangan sendiri yang disediakan oleh pemerintah pusat," jelas Fahmi.

    Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penugasan bagi beberapa individu yang terlibat dalam panitia kurban. Menurut Fahmi, jumlah sapi yang akan dikurbankan tahun ini adalah jumlah yang fantastis. Meskipun semua sapi akan disembelih di IKN, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bertanggung jawab atas proses ini.

    Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam, pihaknya telah mempersiapkan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang bersertifikasi. "Tahun lalu ada 20 orang, dan tahun ini bertambah menjadi 22 orang, sehingga totalnya ada 42 orang yang siap bertugas," tutup Fahmi.

    (Sf/Rs)