Seputar Kaltim

    Kaltim Siaga Bencana, BPBD Peringatkan Banjir dan Longsor Akhir Tahun 2025

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2025 pukul 15:24 WITA

    Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025. 

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim telah mengeluarkan peringatan dini, meminta 10 kabupaten/kota untuk bersiaga menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

    Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kaltim diperkirakan meningkat signifikan mulai Desember 2025 hingga Januari 2026. 

    Kondisi ini menjadi pemicu utama terjadinya bencana hidrometeorologi.

    "Informasi ini perlu disampaikan ke masyarakat sebagai alarm untuk memitigasi potensi banjir dan longsor yang mungkin terjadi," ujar Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, pada Selasa (16/9/2025).

    Menurut Sugeng, seluruh daerah di Kaltim memiliki risiko terdampak, dengan skala potensi bencana diperkirakan sedang hingga tinggi. 

    Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi mandiri.

    Selain imbauan kepada masyarakat, BPBD Kaltim juga telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. 

    Kesiapan logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pendirian tenda pengungsian, dan pengelolaan dapur umum menjadi prioritas untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak nantinya.

    Sugeng juga mengingatkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah menghindari atau melakukan relokasi dari lokasi yang tergolong rawan bencana. 

    "Untuk mengurangi dampak, terutama kerusakan yang diakibatkan oleh bencana, langkah awal yang penting adalah menghindari atau relokasi jauh dari lokasi rawan bencana," jelasnya.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mitigasi sederhana yang dapat dilakukan setiap individu, seperti tidak membuang sampah sembarangan. 

    Kebiasaan buruk ini dapat menyumbat aliran air dan mengganggu fungsi drainase, yang berujung pada terjadinya genangan hingga banjir.

    "Kami juga berharap pemerintah daerah tidak ragu untuk mengeluarkan pernyataan status darurat. Dengan adanya pernyataan status, semua pihak dapat segera bergerak cepat untuk penanganan bencana sesuai regulasi yang berlaku," tegas Sugeng.

    BPBD Kaltim mengimbau seluruh warga untuk terus waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan proaktif dalam menyebarkan peringatan ini kepada keluarga serta tetangga. 

    Kesadaran dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kaltim Siaga Bencana, BPBD Peringatkan Banjir dan Longsor Akhir Tahun 2025

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 September 2025 pukul 15:24 WITA

    Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025. 

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim telah mengeluarkan peringatan dini, meminta 10 kabupaten/kota untuk bersiaga menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

    Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kaltim diperkirakan meningkat signifikan mulai Desember 2025 hingga Januari 2026. 

    Kondisi ini menjadi pemicu utama terjadinya bencana hidrometeorologi.

    "Informasi ini perlu disampaikan ke masyarakat sebagai alarm untuk memitigasi potensi banjir dan longsor yang mungkin terjadi," ujar Analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, pada Selasa (16/9/2025).

    Menurut Sugeng, seluruh daerah di Kaltim memiliki risiko terdampak, dengan skala potensi bencana diperkirakan sedang hingga tinggi. 

    Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi mandiri.

    Selain imbauan kepada masyarakat, BPBD Kaltim juga telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. 

    Kesiapan logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, pendirian tenda pengungsian, dan pengelolaan dapur umum menjadi prioritas untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak nantinya.

    Sugeng juga mengingatkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah menghindari atau melakukan relokasi dari lokasi yang tergolong rawan bencana. 

    "Untuk mengurangi dampak, terutama kerusakan yang diakibatkan oleh bencana, langkah awal yang penting adalah menghindari atau relokasi jauh dari lokasi rawan bencana," jelasnya.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mitigasi sederhana yang dapat dilakukan setiap individu, seperti tidak membuang sampah sembarangan. 

    Kebiasaan buruk ini dapat menyumbat aliran air dan mengganggu fungsi drainase, yang berujung pada terjadinya genangan hingga banjir.

    "Kami juga berharap pemerintah daerah tidak ragu untuk mengeluarkan pernyataan status darurat. Dengan adanya pernyataan status, semua pihak dapat segera bergerak cepat untuk penanganan bencana sesuai regulasi yang berlaku," tegas Sugeng.

    BPBD Kaltim mengimbau seluruh warga untuk terus waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan proaktif dalam menyebarkan peringatan ini kepada keluarga serta tetangga. 

    Kesadaran dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.

    (Sf/Rs)